<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8926597934757446670</id><updated>2011-08-20T07:13:18.086-07:00</updated><title type='text'>VIKA@PWK09</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://vietrenz.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>viekha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00609003485783847920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5ONcgqW73I/AAAAAAAAAAY/MXKk0ZbwnPQ/S220/DSC01183.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8926597934757446670.post-5896769248396992247</id><published>2010-11-22T02:28:00.000-08:00</published><updated>2010-11-22T02:29:50.762-08:00</updated><title type='text'>TRANSPORTASI BERKELANJUTAN MEMBENTUK KOTA DI INDONESIA BERWAWASAN LINGKUNGAN</title><content type='html'>&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.1&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Penduduk merupakan faktor utama dalam setiap pembangunan yang ada di suatu negara. Saat ini jumlah penduduk yang ada di setiap negara semakin meningkat, dengan meningkatnya jumlah penduduk akan mengakibatkan kebutuhan oleh penduduk juga meningkat. Meningkatnya kebutuhan penduduk sejalan dengan majunya perkembangan teknologi untuk dapat memenuhi kebutuhan pendduduk tersebut. Kemajuan teknologi tersebut seperti perkembangan transportasi yang modern dan canggih. Adanya perkembangan transportasi merupakan usaha penduduk di setiap negara untuk dapat memenuhi kebutuhan karena dengan adanya transportasi, penduduk akan lebih mudah mengakses suatu tempat untuk tujuan tertentu. Tempat tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut seperti adanya pusat pelayanan atau tempat kegiatan publik. Pusat pelayanan publik tersebut seperti sarana perdagangan untuk pemenuhan kebutuhan penduduk sehari-hari, sarana pendidikan seperti sekolah dan universitas, sarana kesehatan seperti rumah sakit atau puskesmas yang ada di setiap daerah, untuk dapat menjangkau pusat pelayanan publik tersebut diperlukan suatu alat transportasi agar tujuan dari penduduk terhadap tempat tujuan dapat tercapai. Adanya alat transportasi akan memudahkan penduduk dalam menjangkau tempat tujuan, terlebih jika transportasi tersebut diciptakan dengan mementingkan kenyamanan publik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sistem transportasi di negara maju berbeda dengan sistem transportasi di negara&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;berkembang. Sistem transportasi yang ada di negara maju lebih terarah dalam perencanaannya dan juga lebih mementingkan kenyamanan publik. Berbeda dengan sistem transportasi yang ada di negara berkembang. Teknologi untuk transportasinya masih ketinggalan jauh dari teknologi transportasi di negara maju. Sistem transportasi di negara berkembang masih belum dapat memiliki daya saing dengan sistem transportasi yang ada di negara maju karena masih terdapat kesemrawutan sistem transportasinya. Contoh negara berkembang yang sistem transportasinya masih semrawut adalah Negara Indonesia. Negara Indonesia memiliki sistem transportasi yang masih belum sepenuhnya mendukung kepentingan kenyamanan publik, bahkan transportasi yang ada di Indonesia pun menjadi permasalahan yang sangat penting saat ini. Permasalahan transportasi tersebut seperti kemacetan, terjadinya kemacetan ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas jalan. Meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas tersebut didominasi oleh kendaraan pribadi yang pengendaranya lebih mementingkan kepetingan diri sendiri. Hal tersebut seperti telah menjadi kebiasaan penduduk Indonesia dalam hal pemilihan kendaraan untuk mencapai tempat tujuan. Kendaraan pribadi lebih dipilih daripada angkutan umum karena faktor utama yang dipikirkan oleh penduduk di Indonesia adalah kurangnya kenyamanan dalam transportasi publik, yaitu angkutan umum. Transportasi publik di Indonesia masih belum memamadai untuk pelayanannya dibanding dengan tansportasi publik yang ada di negara maju seperti Amerika dan Belanda. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sistem transportasi di Indonesia yang belum memaksimalkan pelayanan publik disebabkan oleh penduduk Indonesia itu sendiri. Sistem transportasi yang baik diperlukan suatu perencanaan transportasi yang baik. Hal tersebut diperlukan agar kenyamanan publik lebih dapat diprioritaskan agar aksesibiltas penduduk terhadap suatu daerah mudah dan nyaman untuk dijangkau. Suatu perencanaan sistem transportasi di Indonesia dapat melihat bagaimana sistem transportasi yang ada di negara maju. Pengembangan sistem transportasi saat ini lebih mengedepankan bagaimana sistem transportasi tersebut tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berkelanjutan. Pengembangan sistem transportasi berkelanjutan telah diterapkan di negara maju seperti di Amerika dan Belanda. Adanya transportasi berkelanjutan adalah untuk dapat memaksimalkan pelayanan transportasi terhadap publik, selain itu transportasi berkelanjutan juga tidak hanya dibuat untuk penduduk saat ini, tetapi juga untuk kepentingan penduduk di masa mendatang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perencanaan sistem transportasi berkelanjutan di Indonesia sangat penting untuk dapat meminimalisasi adanya permasalahan transportasi. Selain kemacetan, banyaknya kendaraan pribadi juga dapat mengakibatkan peningkatan emisi atau polusi udara. Hal tersebut akan mengganggu pengguna jalan baik pengendara maupun pejalan kaki. Polusi udara dapat mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan karena polusi udara merupakan permasalahan transportasi yang sangat penting terutama di kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya. Meningkatnya emisi yang mengakibatkan polusi udara udara ini mengganggu kesehatan baik fisik maupun mental penduduk. Gangguan kesehatan fisik penduduk seperti gangguan terhadap pernapasan yang dapat mengakibatkan rusak atau terganggunya sistem pernapasan seperti paru-paru, selain fisik gangguan terhadap mental seperti trauma terhadap adanya penyakit karena terganggunya kesehatan. Adanya pencemaran lingkungan yang terjadi di kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya tersebut akan mengakibatkan buruknya Negara Indonesia di mata dunia karena tingkat pencemaran lingkungan yang buruk merupakan cermin dari negara yang memiliki kualitas yang buruk. Dengan adanya nilai dari kualitas Negara Indonesia yang buruk di mata dunia akan berpengaruh terhadap kerjasama penduduk di negara lain dengan penduduk Indonesia. Hal tersebut akan merugikan Negara Indonesia itu sendiri sehingga terjadi kesulitan dalam hal pembangunan terutama dalam pengembangan sistem transportasi di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perencanaan sistem transportasi di Indonesia akan dapat berjalan dengan baik jika Negara Indonesia dapat menerapkan sistem transportasi berkelanjutan. Sistem transportasi berkelanjutan di Indonesia sangat penting untuk dapat memnimalisasi permasalahan transportasi yang ada di Indonesia. Perbedaan sistem transportasi di Indonesia dengan negara maju yang paling terlihat adalah pada kemajuan teknologinya. Perkembangan teknologi transportasi di negara maju semakin maju dan bahkan sulit diterapkan di Indonesia karena keadaan Negara Indonesia yang memang tidak memungkinkan untuk menerapkan sistem transportasi tersebut. Transportasi di negara maju seperti di Amerika dan Belandag telah mengembangkan sistem transportasi public dengan mengedepankan kenyamanan untuk penumpang sehingga publik cenderung memilih angkutan umum daripada kendaraan pribadi. Selain adanya sistem trasnprotasi yang lebih mengedepankan transportasi publik untuk kenyamanan penumpang, negara maju mengembangkan sistem pedestrian atau sarana pejalan kaki yang direncanakan untuk kenyamanan para pejalan kaki. Adanya sistem berkelanjutan tersebut memang sangat penting untuk negara berkembang seperti Indonesia karena selain dapat mengembalikan citra Indonesia di mata dunia juga agar pelayanan transpotasi di Indonesia terutama di kota besar maksimal. Sistem berkelanjutan yang ada dapat dikembangkan secara maksimal jika terdapat kebijakan yang mendukung sistem trasnportasi tersebut karena tanpa adanya kebijakan suatu sistem tidak akan berjalan dengan lancar karena sistem tersebut tidak ada yang menopang. Selain kebijakan, penduduk juga merupakan faktor utama dalam pelaksanaan sistem tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sistem transportasi berkelanjutan di Indonesia dapat diterapkan di kota besar seperti Jakarta. Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan suatu kota yang bersih, sehingga dapat tercipta kota yang ramah dengan lingkungan. Adanya kota yang ramah lingkungan merupakan wujuda dari penerapan trasnsportasi berkelanjutan Karen sistem tersebut mengedepankan trasnportasi publik yang dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi dengan angkutan umum yang ada. Adanya sistem transportasi berkelanjutan di Indonesia juga akan mendorong pemanfaatan dalam hal teknologi terutama transportasi. Perencanaan trasnportasi yang baik merupakan wujud dari pembangunan Negara Indonesia yang baik, sehingga akan tercipta suatu kota yang berwawasan lingkungan karena transportasi berkelanjutan merupakan sistem yang ramah terhadap lingkungan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.2&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Rumusan Masalah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Bagaimana Keterkaitan Transportasi dengan Kebutuhan Masyarakat?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Bagaimana Hubungan Transportasi dengan Aspek Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial dan Budaya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Bagaimana Sistem Transportasi di Negara Maju?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Bagaimana Penerapan Sistem Transportasi Berkelanjutan di Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Bagaimana Strategi Pengembangan Sistem Transportasi Berkelanjutan di Indonesia untuk Menuju Kota Berwawasan Lingkungan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.3&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Tujuan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -14.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mengetahui Keterkaitan Transportasi dengan Kebutuhan Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -14.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mengetahui Bagaimana Hubungan Transportasi dengan Aspek Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial dan Budaya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -14.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mengetahui Bagaimana Sistem Transportasi di Negara Maju&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -14.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mengetahui Bagaimana Penerapan Sistem Transportasi Berkelanjutan di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -14.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mengetahui Bagaimana Strategi Pengembangan Sistem Transportasi Berkelanjutan di Indonesia untuk Menuju Kota Berwawasan Lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 46.35pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 46.35pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 46.35pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 46.35pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 46.35pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 46.35pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;TINJAUAN PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.1&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pengertian Transportasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Menurut Nasution 2004, tranportasi atau perangkutan merupakan pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan, sedangkan proses perangkutan merupakan gerakan dari tempat asal ke tempat tujuan sampai tempat perangkutan berakhir. Pengangkutan juga menyebabkan nilai barang di tempat tujuan lebih tinggi dari pada di tempat asal. Nilai tersebut antara lain, kegunaan tempat dan kegunaan waktu. Sedangkan menurut Fidel 2004, transportasi merupakan usaha untuk memindahkan, menggerakkan,mengangkut, atau mengalihkan objek dari sautu tempat ke tempat lain yang lebih bermanfaat dan berguna untuk tujuan tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.1.1 &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Peranan Transportasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Menurut Nasution 2004, peranan pengangkutan dapat ditinjau dari aspek sosial dan budaya, politis dan pertahanan, hokum, dan aspek teknik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Aspek sosial dan budaya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Transportasi yang berdampak pada aspek social dapat terjadi pada peningkatan standar hidup. Trasnportasi dapat menekan biaya dan memperbesar kuantitas keanekaragaman barang, selain itu juga mempengaruhi terbukanya kemungkinan keseragaman dalam gaya hidup, kebiasaan, dan bahasa. Dampak sosial dan budaya dari transportasi juga akan menjadikan antara bangsa atau suku bangsa saling mengenal dan saling menghormati, peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Aspek politis dan pertahanan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Trasnportasi dapat memiliki keuntungan politis, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Transportasi dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Transportasi sebagai alat mobilitas pertahanan dan keamanan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Transportasi dapat memberikan rasa aman dan tentram dengan adanya kelancaran trasnportasi. Adanya trasnportasi penting dalam pertahanan dan keamanan seperti bila terjadi perang baik melalui jalur darat, udara, maupun laut. Transportasi yang efektif juga dapat menjadi sarana dalam proyek pembangunan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Aspek hukum&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Hukum tentang hak, kewajiban, dan tanggung jawab perasuransian lalu lintas penting dalam pengperasian dan pemilikan angkutan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Aspek teknik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Transportasi yang berkaitan dengan aspek teknis harus dapat menjamin keselamatan dan keamanan dalam penyelanggaraan angkutan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Aspek ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pengangkutan dalam aspek ekonomi berperan dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Selain untuk melancarkan arus barang dan pergerakan manusia, pengangkutan juga membantu tercapainya alokasi sumber daya sehingga jasa angkutan tersedia dan terjangkau oleh daya beli masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.1.2 &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Fungsi Pengangkutan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pengangkutan berfungsi sebagai faktor penunjang dan perangsang bangsa. Fasilitas pengangkutan harus ada sebelum pembangunan proyek. Fasilitas pengangkutan tersebut meliputi jalan untuk kelancaran pengiriman barang. Selain untuk menunjang pembangunan, pengangkutan juga berfungsi untuk melayani perkembangan ekonomi (Nasution: 2004)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.1.3&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Manfaat Pengangkutan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Menurut Nasution 2004, pengangkutan bermanfaat untuk mencapai tujuan yang dapat dilihat dari segi ekonomi, sosial, politik, dan kewilayahan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Manfaat Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pengangkutan bermanfaat dalam peningkatan kebutuhan manusia melalui pengiriman hasil produksi, selain itu angkutan juga bermanfaat dalam pelayanan konsumen menuju tempat tujuan, seperti pasar, rumah sakit, dan tempat rekreasi. Manfaat transportasi dalam pertukaran barang menimbulkan pengaruh seperti persediaan barang di pasar yang berbeda dapat disamakan dan harga suatu barang di berbagai tempat dapat diseragamkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Manfaat Sosial&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Manfaat pengangkutan dalam kepentingan social meliputi pelayanan, pertukaran dan penyampaian informasi, perjalanan rekreasi, dan perluasan jangkauan sosial. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Manfaat Politis dan keamanan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Manfaat politis pengangkutan antara lain menciptakan persatuan dan kesatuan, pelayanan terhadap masyarakat dapat dikembangkan, dan memungkinkan pemindahan dan pengangkutan barang dan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Manfaat Kewilayahan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pengangkutan dalam segi kewilayahan bermanfaat untuk mengatasi kesenjangan jarak antara tempat asal dan tempat tujuan. Pemenuhan kebutuhan dapat dicapai dengan adannya trasnportasi. Perencanaan transportasi juga penting agar terjadi adanya keseimbangan yang efisien antara potensi guna lahan dengan kemampuan pengangkutan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.1.4 &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Jenis Alat Pengangkutan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Alat atau moda angkutan menurut perbedaan sifat jasa, operasi, dan biaya pengangkutan dibagi menjadi lima kelompo, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Angkutan kereta api&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Angkutan kereta api merupakan jenis angkutan yang bergerak di atas rel. Kereta api memiki gerbong untuk memberikan pelayanannya, gerbong ini digunakan untuk mengangkut penumpang atau barang menuju tempat tujuan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Angkutan bermotor dan jalan raya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Angkutan bermotor dan jalan raya berupa mobil, motor, dan truk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Angkutan laut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Angkutan laut merupakan jenis angkutan yang pelayanannya melalui jalur laut, seperti kapal layar dan ferry, selain itu terdapat unsur angkutan laut seperti pelabuhan, alur pelayaran, peralatan telekomunikasi, serta kelancaran dan keselamatan pelayaran. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Angkutan udara&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Alat angkutan udara seperti pesawat terbang dengan fasilitasnya adalah bandara udara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Angkutan pipa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Angkutan pipa merupakan jenis angkutan untuk penyaluran minyak. Jenis angkutan ini banyak digunakan di negara penghasil minyak seperti negara Timur Tengah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.2 &lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Pengertian Transportasi Berkelanjutan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Menurut Siti Aminah, Sistem transportasi berkelanjutan mewujudkan sistem transportasi yang berbasis pada angkutan umum. Sistem transportasi berkelanjutan lebih mengedepankan penggunaan angkutan umum dari pada kendaraan pribadi. Sistem transportasi berkelanjutan merupakan sistem transportasi baru saat ini yang dapat memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif. Terdapat tiga komponen penting dalam sistem transportasi berkelanjutan, yaitu aksesibilitas, kesetaraan, dan dampak lingkungan. Aksesibiltas merupakan gabungan dari perencanaan jaringan transportasi dan alat angkutan. Kesetaraan merupakan jangkauan seluruh masyarakat terhadap transportasi, persaingan bisnis yang ketat, dan pembagian terhadap penggunaan ruang dan pemanfaatan fasilitas transportasi secara adil dan terbuka dalam setiap pengambilan keputusan. Sistem transportasi yang ada saat ini dapat menimbulkan dampak negtaif, untuk mengurangi dampak negatif tersebut diperlukan upaya dalam penggunaan energi yang ramah lingkungan. Alat pengangkutan seperti kendaraan ribadi dapat menimbulkan polusi yang banyak. Permasalahan transportasi menjadi layanan kebutuhan atau aksesibilitas yang harus disediakan oleh negara karena aksesibilitas transportasi sangat penting dengan meningkatnya kemajuan manusia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.3 &lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Sistem Transportasi Negara Maju&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.3.1&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Sistem Transportasi di New York, Amerika Serikat. &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Transportasi memiliki sistem pelayanan tersendiri, jika sistem pelayanan tersebut kurang memperhatikan kepentingan publik maka seseorang atau masyarakat akan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada menggunakan kendaraan umum. Penggunaan kendaraan pribadi akan menimbulkan dampak negatif seperti menghabiskan banyak bahan bakar, kemacetan, dan polusi udara. Negara maju sangat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;peduli&lt;span class="apple-style-span"&gt; dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada publik. Hal tersebut seperti yang telah diterapkan di New York, Amerika Serikat yang menyediakan sarana transportasi seperti kereta &lt;i style=""&gt;commuter &lt;/i&gt;dan bus perkotaan yang dikelola oleh New York City Transit Authority (NYCTA). NYCTA merupakan bagian dari &lt;i style=""&gt;Metropolitan Transportation Authority&lt;/i&gt; yang memiliki kewenangan dalam mengurus sistem pelayanan, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;New York City Subway di Manhanttan, The Bronx, Brooklyn, dan Queens&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Staten Island&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt; Railway&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;NYCTA departement of buses&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pemerintah New York menjalankan sistem transportasi dengan menggunakan sistem &lt;i style=""&gt;public private partnership&lt;/i&gt; yang mengikutsertakan NYCTA sebagai perusahaan khusus yang bertanggungjawab dalam masalah transportasi. NYCTA menjadi bagian dari transportasi metropolitan terbesar di Amerika Serikat karena pelayanannya yang menyangkut kepentingan masyarakat. Terdapat transportasi yang dapat digunakan untuk memudahkan perjalanan di New York, Amerika Serikat seperti angkutan kereta &lt;i style=""&gt;commuter, &lt;/i&gt;bus express, kereta bawah tanah, dan Bus Rapid Transit (BRT). Kereta &lt;i style=""&gt;commuter &lt;/i&gt;terdapat 16 jalur&lt;i style=""&gt;, &lt;/i&gt;kereta bawah tanah 23 jalur, bus 385 jalur, dan bus rapid transportation 1 jalur (www.kompasiana.com)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;2.2.2 &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Sistem Transportasi di London, Inggris. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pemerintah London juga seperti pemerintah Amerka Serikat yang memaksimalkan pelayanan publik. Pemerintah lokal Kota London memiliki suatu badan yang &lt;span class="apple-style-span"&gt;bertanggung&lt;/span&gt; jawab atas aspek yang berhubungan dengan sistem transportasi di Kota London. Badan yang bertanggung jawab atas sistem transportasi tersebut adalah &lt;i style=""&gt;Transport for London&lt;/i&gt; atau TFL. &lt;a name="result_box"&gt;&lt;/a&gt;TFL&lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt; dikelola oleh tiga direktorat utama yang mana masing-masing bertanggung jawab dalam aspek dan jenis transportasi yang berbeda. Ketiga direktorat utama tersebut antara lain: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;London&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt; Underground&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;London Underground&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;bertanggung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt; jawab dalam menjalankan kereta api bawah tanah yang biasa disebut sebagai &lt;i style=""&gt;tube&lt;span style=""&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Meskipun &lt;i style=""&gt;tube&lt;/i&gt; adalah mlik pemerintah lokal, namun pengelola penyediaan layanan perawatan diserahkan kepada sektor swasta. Rute &lt;i style=""&gt;tube &lt;/i&gt;tersebut &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;dibagi menjadi tiga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jalur yaitu B&lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;CV yang meliputi Bakerloo Tengah, Victoria dan Waterloo, JNP yang meliputi Jubilee, Northern, dan Piccadilly, SSR (Sub Surface Kereta Api) yang meliputi Metropolitan, District, Circle dan Hammersmith &amp;amp; City&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;London&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt; Rail&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;London Rail bertanggung jawab untuk berkoordinasi dengan operator yang memberikan layanan rail nasional di London, khususnya kereta api di permukaan tanah (London Overground) dan trem.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;Surface Transport&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;Surface&lt;i style=""&gt; transport&lt;/i&gt; atau transportasi yang ada di permukaan tanah di London &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;terdiri dari:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;London Bus, bertanggung jawab dalam mengelola jaringan bus merah di seluruh London, sebagian besar oleh jasa kontraktor sektor swasta operator bus. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;London&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt; Dial-a-Ride&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;, menyediakan layanan pratransit di seluruh London.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;London River Services&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;, bertanggung jawab dalam perizinan dan koordinasi layanan penumpang di Sungai Thames di London.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;London Streets&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;, bertanggung jawab atas pengelolaan jaringan jalan strategis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;London&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; congestion charge&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Publik Kantor Carriage&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;, bertanggung jawab dalam perizinan taksi hitam yang terkenal dan menyewa kendaraan pribadi lain&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Victoria Coach Station&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;, memiliki dan mengoperasikan terminal utama London untuk bus jarak jauh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;h.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Cycling Centre of Excellence&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;, mempromosikan bersepeda di London &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;i.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Walking Center&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;, yang mempromosikan akses pejalan kaki yang lebih baik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;j.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;London Road Safety Unit&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;, mempromosikan jalan yang lebih aman dan mengukur keselamatan di jalan raya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;k.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;Community Safety, Enforcement &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;dan&lt;i style=""&gt; Policing&lt;/i&gt;, bertanggung jawab dalam menanggulangi penghindaran ongkos di bus, memberikan layanan kepolisian yang menangani kejahatan dan kekacauan pada transportasi umum bekerjasama dengan Kepolisian Metropolitan Transport Service Komando Operasi Unit (TOCU) dan &lt;i style=""&gt;British Transport Police&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;l.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;Traffic Enforcement&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;, bertanggung jawab untuk menegakkan peraturan lalu lintas dan parkir&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;m.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;Freight&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt; &lt;i style=""&gt;Unit&lt;/i&gt;, saat ini sedang mengembangkan &lt;i style=""&gt;London Freight Plan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;Walaupun London memiliki banyak jenis transportasi publik, namun terdapat dua macam transportasi, yaitu kereta bawah tanah yang dikelola oleh &lt;i style=""&gt;London&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt; Underground (Tube)&lt;/i&gt; dan bus publik untuk dalam kota yang dikelola oleh London Bus &lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;(www.kompasiana.com).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.4&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sistem Transportasi Negara Berkembang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Menurut Onogawa dalam Agus Pramono (2007), kelancaran pelayanan dan mobilitas merupakan hal yang penting dalam pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan di negara berkembang seperi negara di Asia sekarang ini adalah semrawut dan lingkungannya yang semakin tercemar, dalam bidang transportasi jumlah kendaraan semakin meningkat. Meningkatnya jumlah kendaraan dapat mengganggu kesehatan masyarakat, menurunnya kualitas lingkungan hidup kota, produktifitas ekonomi dan kesejahteraan sosial. Saat ini transportasi menjadi penyebab utama cepatnya proses terbentuknya efek rumah kaca atau &lt;i style=""&gt;global warming. &lt;/i&gt;Negara yang ada di Asia diprediksi sebagai negara yang peningkatan penggunaan motorisasinya dapat meningkatkan gas emisi. Gas emisi ini dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Menurut hasil studi &lt;i&gt;World Health Organization &lt;/i&gt;(WHO), terdapat 50% sampai 80 % transportasi Kota Metro Manila telah mencemari udara perkotaan. Polusi yang mencemari tersebut berasal dari kegiatan transportasi yang dapat menimbulkan dampak seperti gangguan saluran pernafasan jantung. Selain dapat mengganggu kesehatan juga dapat mengakibatkan kematian. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.5 &lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Sistem Tranportasi di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Menurut Nasution (2004), sistem transportasi nasional sangat diperlukan karena organisasi atau instatnsi yang terlibat dengan transportasi banyak, selain itu transportasi memiliki banyak moda yang berbeda karakteristiknya. Moda transportasi jalan berbeda dengan keeta api, kapal atau pesawat. Indonesia memiliki transportasi yang kompleks sehingga mengakibatkan adanya permasalahan transportasi di Indonesia, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kurangnya keterpaduan antarmoda dan intermodal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Rendahnya kinerja transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Tingginya biaya perawatan dan perbaikan sarana transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Usia pesawat udara dan kapal yang telah tua&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Cepatnya pertumbuhan kota dan kota-kota yang ada di sekitarnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pencemaran lingkungan hidup&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Terbatasnya kapasitas sarana dan prasarana transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perbedaan kepentingan piha-pihak yang terlibat dalam penentuan priorotas menangani masalah transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Berdasar permasalahan transportasi tersebut diperlukan sistem transportasi nasional yang terpadu. Pengembangan transportasi berperan dalam kehidupan ekonomi, sosial, budaya,politik dan pertahanan keamanan. Angkutan barang juga penting dalam sistem transportasi, tetapi Indonesia belum kompetitif dilihat dari total biaya untuk angkutan barang baik melalui jalur laut maupun udara secara internasional. Oleh karena itu diperlukan peningkatan bersaing dalam hal perusahaan domestic nasional dengan cara meningkatkan keterampilan dan sumberdaya manusia. Pencemaran udara diIndonesia oleh mobil sebagian besar terjadi di Kota Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya dan Medan. Data dari &lt;i&gt;World Bank &lt;/i&gt;tahun 1994 khusus Kota Jakarta, pencemarannya telah mengakibatkan kerugian kesehatan yang pada tahun 1990 sebesar US$ 97.000.000.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;BAB III&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;ANALISIS DAN PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.1 &lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Keterkaitan Transportasi dengan Kebutuhan Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Transportasi merupakan bagian dari sistem pembangunan yang ada di suatu negara. Adanya transportasi akan memudahkan publik atau masyarakat untuk dapat mencapai kebutuhan mereka. Untuk dapat mencapai kebutuhan tersebut diperlukan suatu pergerakan atau mobilitas oleh masyarakat yang membutuhkan infrastruktur transportasi, sehingga transportasi merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap masyarakat. Meningkatnya jumlah penduduk menjadikan kebutuhan akan transportasi semakn meningkat. Hal tersebut disebabkan oleh kebutuhan masyarakat yang juga meningkat karena masyarakat dapat bertahan hidup dengan cara memenuhi kebutuhan hidup mereka. Kebutuhan hidup masyarakat tersebut seperti memenuhi kebutuhan fisik dan rohani. Kebutuhan fisik dapat dilakukan dengan cara bekerja dan melakukan kegiatan pendidikan. Kegiatan tersebut dapat dilakukan jika terdapat ketersediaan sarana transportasi seperti alat atau moda pengangkutan. Alat atau moda pengangkutan terdiri dari dua macam, yaitu moda pengangkutan manusia dan moda pengangkutan barang. Moda pengangkutan manusia berfungsi untuk mengangkut manusia atau masyarakat yang melakukan kegiatan atau untuk mencapai suatu tempat pusat kegiatan. Pusat kegiatan tersebut seperti sarana perdagangan, perkantoran, pemerintahan, dan pendidikan. Seseorang atau sekelompok orang menjalankan kegiatan sehari-hari seperti bekerja dengan menggunakan alat transportasi atau kendaraan baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Penggunaan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum didasarkan atas pilihan dan persepsi masyarakat terhadap kendaraan tersebut. Seseorang dapat lebih nyaman dengan menggunakan kendaraan pribadi untuk melakukan kegiatan seperti ke pasar, kantor, atau sekolah dan tidak menutup kemungkinkan seseorang tersebut akan lebih meeilih kendaraan umum seperti angkutan umum atau bus untuk menuju ke tempat kegiatan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Seseorang atau masyarakat dalam memilih kendaraan pribadi atau kendaraan umum untuk digunakan dalam melakukan suatu kegiatan selain didasarkan dari persepsi orang itu sendiri juga dapat didasarkan dari pengaruh lingkungan sekitar. Seperti yang telah dijelaskan, seseorang atau sekelompok masyarakat akan lebih memilih kendaraan pribadi karena mereka menganggap kendaraan pribadi lebih nyaman, di sisi lain kendaraan umum juga dapat memiliki ketertarikan tersendiri bagi masyarakat tersebut. Pengaruh dari luar yang dapat mengakibatkan seseorang lebih memilih angkutan umum atau kendaraan pribadi seperti adanya keterbatasan waktu. Dengan terbatasnya waktu yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok masyarakat karena padatnya kegiatan yang dilakukan akan mejadikan seseorang tersebut lebih menggunakan kendaraan pribadi seperti motor. Motor merupakan alat transportasi pribadi yang dirasa cukup efisien dalam hal waktu karena selain mudah cara penggunaannya juga merupakan alat transportasi yang memiliki fisik paling kecil dibandingkan dengan alat transportasi lain seperti mobil, bus, dan angkutan umum. Pengaruh dari lingkungan luar lainnya misalnya karena pengaruh dari seseorang lain yang menjadikan seseorang tersebut lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Misalnya seseorang akan lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi karena mereka menganggap gengsi terhadap orang lain jika mereka menggunakan kendaraan umum. Pola pikir yang demikian tersebut merupakan pola pikir orang-orang yang hanya mementingkan diri mereka sendiri, padahal tidak sepenuhnya dengan menggunakan kendaraan pribadi itu menjadikan seseorang tersebut lebih dipandang baik daripada seseorang yang menggunakan kendaraan umum. Sebaliknya, seseorang akan lebih memilih menggunakan kendaraan umum karena dengan mereka memiliki kesenangan tersendiri terhadap kendaraan umum tersebut. Selain memiliki kesenangan tersendiri terhadap penggunaan kedaraan umum, seseorang tersebut juga didasarkan kepada pengaruh luar seperti ajakan dari teman atau rekan kerja. Pengaruh dari faktor luar seperti ekonomi juga menjadikan seseorang tersebut menggunakan kendaraan umum. Hal ini disebabkan karena orang tersebut tidak memiliki kendaraan pribadi untuk dapat digunakan ke tempat kegiatan seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kendaraan pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.2 &lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Hubungan Transportasi dengan Aspek Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial dan Budaya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Transportasi merupakan bagian dari infrastruktur yang dimiliki oleh suatu negara untuk dapat memenuhi kebutuhan dari masyarakatnya. Transportasi memiliki sistem tersendiri untuk dapat dijalankan dengan baik, sehingga &lt;span class="fullpost"&gt;dapat&lt;/span&gt; memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Sistem tersebut biasa disebut dengan sistem transportasi, sitem transportasi merupakan sistem yang mendukung pembangunan yang ada di suatu negara. Tanpa adanya sistem transportasi, suatu negara akan menjadi lumpuh atau tidak terdapatnya kegiatan yang berjalan dengan lancar. Sistem transportasi sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat di suatu negara karena tanpa adanya sistem transportasi suatu kegiatan yang menyangkut pembangunan tidak akan berjalan dengan lancar. Adanya sistem transportasi akan mempengaruhi aspek yang ada di suatu negara. Aspek tersebut antara lain aspek ekonomi, ekologi atau lingkungan, dan sosial budaya. Berikut merupakan hubungan antara transportasi dengan ketiga aspek tersebut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Aspek Ekonomi &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Transportasi berperan penting dalam pembangunan perekonomian di suatu wilayah. Hal ini dapat dilihat dari sistem transportasi yang dikembangkan oleh suatu negara sesuai dengan kemampuan perekonomiannya. Semakin baik sistem transportasi yang ada di suatu negara merupakan cermin dari sistem perekonomian di sutau negara tersebut baik. Adanya sistem transportasi yang dikembangkan juga dapat berpengaruh terhadap kemajuan perekonomian itu sendiri. Pengaruh tersebut seperti adanya pembangunan jalan baru di suatu wilayah akan menjadikan wilayah itu dijadikan sebagai tempat pusat kegiatan baru oleh masyarakat di wilayah tersebut. Hal tersebut disebabkan oleh adanya aksesibilitas yang dibuka untuk masyarakat dengan adanya kemudahan jangkauan oleh fasilitas transportasi yang ada. Berkembangnya perekonomian di suatu wilayah dengan adanya sistem transportasi yang baik akan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat yang ada di sekitarnya. Pengaruh terhadap kesejahteraan ini dapat dilihat dari masyarakat luar yang akan tertarik dengan tempat kegiatan di suatu wilayah yang memiliki sistem transportasi yang baik. Dengan adanya masyarakat luar yang tertarik di wilayah tersebut akan menjadikan seseorang tersebut membuka usaha baru atau bahkan berinvestasi untuk tujuan kebutuhan masa depan. Dengan adanya usaha baru maka akan membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Selain dilihat dari pembangunan suatu negara, pengaruh transportasi terhadap aspek perekonomian adalah dari tingkat perekonomian seseorang atau masyarakat. Adanya sistem transportasi yang baik di suatu wilayah akan memberikan peluang kerja bagi masyarakat. Pemberian kesempatan kerja bagi masyarakat ini misalnya adanya tranpsortasi umum baru yang diterapkan di suatu wulayah akan membutuhkan banyak tenaga kerja, yaitu sopir untuk angkutan umum. Contoh lainnya jika dilihat dari tingkat perekonomian masyarakat adalah dengan didirikannya usaha baru sebagai akibat dari adanya sistem transportasi yang baik juga akan memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar wilayah tersebut. Hal ini berarti sistem transportasi yang baik akan menjadikan wilayah tersebut lebih menarik masyarakat untuk melakukan kegiatan ke pusat kegiatan yang ada. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Aspek Ekologi atau Lingkungaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Lingkungan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,karena adanya lingkungan msyarakat dapat melakukan kegiatan atau aktifitas sehari-harinya. Alat trasnportasi yang digunakan oleh masyarakat berpengaruh terhadap lingkungan sekitar karena alat transportasi membutuhkan bahan bakar untuk energi maka alat transportasi menimbulkan dampak pada lingkungan. Dampak yang diakibatkan oleh alat trasnportasi adalah dampak buruk, yaitu dampak tersebut dapat mencemari lingkungan akibat polusi yang dikeluarkan oleh alat transportasi. Polusi yang diakibatkan oleh alat transportasi merupakan emisi atau gas buang yang tiap tahunnya semakin meningkat.hal tersebut disebabkan oleh bertambahnya jumlah penduduk, sehingga kebutuhan semakin meningkat dan pengguanaan terhadap alat transportasi pun meningkat. Semakin banyak jumlah kendaraan yang melintas di jalan, semakin banyak polusi yang dihasilkan, sehingga dapat mengakibatkan kualitas lingkungan semakin menrurun. Hal tersebut jika tidak segera diatasi akan menjadikan suatu daerah atau kota yang memiliki tingkat pergerakan kendaraan tinggi menjadi buruk karena semakin kota itu tercemar lingkungannya maka semakin buruk pandangan orang atau kota lain terhadap kota tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Lingkungan merupakan faktor utama yang menentukan bagaimana keadaan suatu daerah atau kota. Adanya lingkungan yang buruk merupakan cermin dari kota yang buruk pula. Dengan adanya lingkungan yang buruk tersebut menjadikan penduduk atau masyarakat yang tinggal di kota itu juga terkena dampaknya. Hal itu dapat diketahui dari timbulnya gangguan kesehatan karena lingkungan yang tercemar. Terganggunya kesehatan dapat mengakibatkan seseorang seseorang atau masyarakat dekat dengan kematian, sehingga tingkat kematian menjadi tinggi akibat sistem transportasi yang buruk. Oleh karena itu sistem transportasi yang ada saat ini harus direncanakan sesuai dengan keadaan lingkungan yang semakin menurun kualitasnya. Sistem transportasi yang direncanakan merupakan sistem transportasi berkelanjutan yang tidak hanya memikirkan manfaat di masa sekarang, tetapi juga untuk masa depan. Dengan adanya penerapan sistem transportasi berkelanjutan yang baik di suatu kota akan menjadikan suatu lingkungan tersebut memiliki kualitas yang baik, sehingga masyarakat yang ada di sekitarnya dapat menikmati lingkungan dan tidak terganggu akan kesehatannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Aspek Sosial dan Budaya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Selain berpengaruh terhadap ekonomi dan lingkungan, transportasi juga berpengaruh terhadap sosial dan budaya yang ada d suatu daerah atau kota. Aspek sosial yang berhubungan dengan transportasi dapat dikaitkan dengan teknologi yang ada. Semakin berkembangnya suatu teknologi akan berpengaruh terhadap berkembangnya alat transportasi yang diproduksi. Semakin berkembang suatu alat transportasi akan menjadikan masyarakat tergantung pada alat transportasi tersebut karena semakin tinggi kualitas dan mahal alat trasnportasi maka menjadikan alat trasnportasi tersebut memiliki daya tarik tersensiri bagi masyarakat. Produksi mengenai alat transportasi pribadi lebih banyak jika dibandingkan dengan alat transportasi umum, hal ini disebabkan oleh permintaan masyarakat terhadap alat transportasi lebih tinggi. Tingginya permintaan masyarakat terhadap kendaraan pribadi tersebut dipengaruhi faktor sosial yang mana masyarakat yang merasa mampu memiliki kendaraan pribadi akan membeli kendaraan pribadi tersebut untuk kepentingan diri sendiri amupun untuk kegiatan mereka sehari-harinya. Jika dilihat dari faktor budaya, adanya transportasi juga berpengaruh terhadap budaya masyarakat. Contoh transportasi yang berpengaruh terhadap budaya masyarakat adalah mudik yang sudah merupakan tradisi masyarakat terutama yang beragama islam. Masyarakat yang beragama islam melakukan tradisi mudik menjelang hari raya idul fitri, kegiatan mudik ini membutuhkan alat transportasi sehingga masyarakat dapat melakukan kegiatan tersebut. Jika tidak terdapat alat transportasi mungkin tradisi mudik yang ada di Indonesia setiap tahunnya tersebut tidak akan berjalan dengan lancar bahkan tidak akan terjadi. Oleh karena itu alat transportasi sangat berperan penting dalam kehidupan masyarakat untuk dapat melakukan kegiatan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.3 &lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Sistem Transportasi di Negara Maju&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sistem transportasi yang ada di Negara maju telah menerapkan sistem transportasi berkelanjutan. Hal itu dapat dilihat dari adanya sistem transportasi yang dikelola oleh badan pengelola, seperti di New York, Amerika Serikat yang berwenang dalam mengurus sistem pelayanan transportasi si kota tersebut,yaitu NICTA (New York City Transit Authority), NICTA merupakan bagian dari &lt;i style=""&gt;Metropolitan Transportation Authority. &lt;/i&gt;Adanya badan yang mengelola sistem transportasi di New York tersebut akan menjadikan sistem pelayanan trasnportasi menjadi lebih baik karena sistem pelayanan tersebut didasarkan pada sistem transportasi yang lebih mementingkan kenyamanan publik. sistem pelayanan transportasi di New York, Amerika Serikat menyediakan sarana transportasi yang memberikan pelayanan maksimal kepada publik seperti kereta &lt;i style=""&gt;commuter. &lt;/i&gt;Adanya kereta &lt;i style=""&gt;commuter &lt;/i&gt;tersebut akan memudahkan masyarakat khususnya di New   York untuk melakukan perjalanan ke tempat tujuan. Kereta &lt;i style=""&gt;commuter &lt;/i&gt;tersebut memberikan kenyamanan tersendiri bagi para penumpangnya, sehingga hal itu akan menjadikan seseorang lebih memilih kereta &lt;i style=""&gt;commuter &lt;/i&gt;daripada kendaraan pribadi yang mana mereka harus menghabiskan banyak waktu dan bahan bakar dalam perjalanan. Selain kereta &lt;i style=""&gt;commuter, &lt;/i&gt;Amerika Serikat juga memiliki bus perkotaan yang juga dikelola oleh New York City Transit Authority (NYCTA). Adanya bus perkotaan di Amerka Serikat akan memberikan kemudahan bag masyarakat yang melakukan perjalan lebih dekat seperti ke kantor, sekolah atau ke pasar. Hal ini dilakukan oleh masyarakat Amerika untuk perjalanan yang jaraknya lebih dekat daripada menggunakan kereta &lt;i style=""&gt;commuter &lt;/i&gt;yang digunakan untuk perjalan yang lebih jauh. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Selain Amerika Serikat,negara maju seperti Belanda juga memiliki istem transprotasi yang berkelanjutan. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya badan pengelola sistem transportasi antara lan &lt;i style=""&gt;Londn Rail, &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;London&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Underground&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;dan&lt;i style=""&gt; Surface Transport. &lt;/i&gt;London Rail merupakan badan yang bertanggung jawab bertanggung jawab dalam memberikan layanan rail nasional di London. Layanan rail nasional berfungsi untuk sistem pelayanan khususnya kereta api di permukaan tanah (&lt;i style=""&gt;London Overground&lt;/i&gt;) dan trem. &lt;i style=""&gt;London&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt; underground &lt;/i&gt;merupakan badan yang bertanggung jawab dalam menjalankan kereta api bawah tanah. Kereta api bawah tanah tersbut biasa disebut sebagai &lt;i style=""&gt;tube&lt;span style=""&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;Adanya kereta bawah ini selain dapat mengatasi keterbatasan lahan yang ada di Kota London juga untuk meminimalisasi terjadinya kebisingan atau polusi suara yang diakibatkan oleh kereta tersebut. Selain itu, adanya kereta bawah tanah juga dapat mencegah terjadinya kemacetan di jalan raya untuk jalur alat transportasi umum lain seperti bus, dan transportasi pribadi seperti mobil. Dengan adanya kereta bawah tanah tersebut akan menjadi suatu kota lebih ramah lingkungan karena kereta bawah tanah memiliki sistem transportasi tersendiri yang dikelola oleh badan yang bertanggung jawab mengelola dengan sistem pelayanan trasnportasi yang baik. &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Surface transport &lt;/i&gt;merupakan transportasi yang ada di permukaan tanah, sistem trasnportasi ini memiliki dua macam transportasi antara lain &lt;i style=""&gt;London&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt; Underground (Tube)&lt;/i&gt; dan bus publik. Bus publik yang ada di Kota London tersebut dikelola oleh London Bus. Adanya keda macam alat transportasi di permukaan tanah tersebut merupakan sistem transportasi Kota London yang memberikan kenyamanan tersendiri bagi para penumpangnya. Pemerintah Kota London memberikan sistem pelayanan trasnportasi yang berorientasi pada publik atau masyarakat agar masyarakat di Kota London lebih memilih untuk menggunakan alat transportasi umum dari pada alat transportasi pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;Negara maju telah menerapkan sistem trasnportasi berkelanjutan untuk melayani masyarakatnya. Pelayanan trasnportasi yang diberikan oleh negara maju tersebut meerupakan sistem transportasi yang memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat. adanya sistem transportasi yang berorientasi kepada pelayanan masyarakat tersebut akan menjadikan suatu kota di negara maju itu menjadi kota yang ramah lingkungan karena adanya sistem trasnportasi yang baik. Suatu kota yang memiliki lingkungan yang bersih, indah, dan nyaman merupakan cermin dari negara yang bersih dan ramah lingkungan. Hal ini akan menjadikan masyarakat yang tinggal di kota tersebut nyaman dan bangga memiliki kota yang merupakan bagian dari negara yang ramah terhadap lingkungan karena adanya transportasi berkelanjutan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;                                                  &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Gambar Tube London&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sumber: &lt;span style=""&gt;umum.kompasiana.com &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.4 &lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Penerapan Sistem Transportasi Berkelanjutan di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;Meningkatnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; jumlah penduduk yang terjadi di Indonesia merupakan suatu hal yang dapat menimbulkan bertambahnya permasalahan yang ada di Indonesia. Transportasi merupakan bagian dari berjalannya pembangunan yang ada di Indonesia. Semakin berkembang suatu pembangunan kota di Indonesia berarti memiliki sistem transportasi yang semakin kompleks. Semakin kompleksnya sistem transportasi yang ada maka akan menjadi permasalahan di kota tersebut terutama dalam bidang transportasi itu sendiri. Menurut Nasution (2004), Indonesia memiliki sistem transportasi yang kompleks. Permasalahan transportasi yang ada merupakan permasalahan yang tidak hanya timbul dari sistem transportasi itu sendiri, tetapi juga timbul dari luar sistem. Permasalahan transportasi yang terjadi di Indonesia antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kurangnya keterpaduan antarmoda dan intermoda&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Moda transportasi merupakan bagian dari sistem transportasi yang harus diperhatikan dengan baik. Adanya moda transportasi yang digunakan dalam suatu kota di Indonesia mengikuti perkembangan pembangunan dan infrastruktur yang ada di kota di Indonesia, misalnya Jakarta dan Surabaya. Jakarta adalah ibukota Indonesia yang merupakan sebuah kota metropolitan dan memiliki berbagai infrastruktur pembangunan yang lengkap dibanding kota lain di Indonesia. Berkembangnya kota Jakarta ini dapat dilihat dari majunya perekonomian yang ada di Kota Jakarta. Dengan majunya perekonomian di Jakarta maka menjadikan Kota Jakarta tersebut memiliki kebutuhan transportasi yang meningkat. Kebutuhan transportasi itu adalah alat atau moda transportasi yang digunakan oleh masyarakat Jakarta untuk dapat melakukan kegiatan. saat ini alat transportasi di Jakarta tersebut masih kurang dapat melayani kebutuhan masyarakat. Hal ini dapat dilihat darialat transportasi umum maupun pribadi yang tidak seimbang. Saat ini penggunaan kendaraan pribadi lebih banyak dibandingkan dengan kendaraan umum. Banyaknya pengguna kendaraan pribadi ini merupakan permasalahan transportasi yang sulit untuk diatasi karena tidak hanya pada satu orang atau sekelompok orang saja, tetapi juga hampir masyarakat yang ada di Jakarta. Tidak hanya di Jakarta, hampir seluruh masyarakat Indonesia memiliki sifat seperti hal di atas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kurangnya keterpaduan alat transportasi di Indonesia khususnya di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya dapat menjadi bukti bahwa sistem transportasi di Indonesia masih belum dilaksanakan dengan maksimal. Kurangnya keterpaduan alat transportasi di Indonesia dapat dilihat dari adanya angkutan umum yang belum melayani masyarakat di suatu daerah secara menyeluruh. Maksud dari pelayanan secara menyeluruh ini adalah masih terdapatnya masyarakat di suatu daerah yang sulit menjangkau adanya alat transportasi umum untuk dapat melakukan kegiatan. Terbatasnya akses untuk mendapatkan alat transportasi umum merupakan kendala bagi masyarakat khususnya yang sehari-harinya memiliki pekerjaan untuk melakukan rutinitas. Contoh dari terbatasnya akses tersebut adalah untuk mendapatkan bus perkotaan seseorang masih harus menempuh perjalanan yang cukup jauh. Selain dari terbatasnya akses untuk mendapatkan alat transportasi, kurangnya keterpaduan alat transportasi juga dapat dilihat dari adanya alat transportasi umum yang tidak sesuai dengan daerah pelayanannya, misalnya adanya bus kota yang berada pada jalur yang bukan pada pelayanannya karena masih terdapatnya angkutan umum yang melayani daerah tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Rendahnya kinerja transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Rendahnya kinerja transportasi merupakan permasalahan yang timbul dari dalam sistem transportasi itu sendiri. Kinerja transportasi terutama di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya seharunya dapat menjadi contoh bagi kota lain yang ada di Indonesia. Kinerja sistem transportasi ini kurang maksimal karena kurangnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;badan khusus yang mengelola setiap sistem transportasi yang ada. Seperti yang telah diterapkan di Amerika dan Belanda bahwa negara tersebut memiliki badan tersendiri untuk mengelola sistem transportasi di negara tersebut. Pengelolaan sistem transportasi di negara maju itu memiliki sistem pengelolaan yang baik, yang mana sistem pengelolaannya lebih diorientasikan pada sistem pelayanannya. Sistem pelayanan transportasi di Indonesia masih kuran maksimal karena orientasi utama sistem transportasi adalah bukan untuk public, tetapi lebih berorientasi bagaimana sistem transportasi tersebut mendapatkan lebih banyak keuntungan dari publik. Selain orientasi pada keuntungan, sistem transportasi di Indonesia juga dapat dilihat dari masalah waktu kerja sistem transportasi yang kadang kurang diperhatikan. Sistem transportasi yang beroperasi pada jam-jam tidak sesuai atau di luar jam tertentu dapat mengakibatkan terjadinya kemacetan. Hal ini dapat dilihat dari misalnya adanya transportasi pribadi yang melintas di jalan raya pada pada waktu jam-jam kerja, sehingga hal ini akan mengakibatkan kemacetan yang dapat menghabiskan banyak waktu di jalan. Ketidaktepatan penggunaan kendaraan pribadi pada jam kerja ini seharusnya merupakan kebiasaan masyarakat Indonesia terutama masyarakat kota yang mana mereka lebih mengedepankan kepentingan diri mereka. selain itu, pemerintah kota juga kurang tegas dalam mengatasi meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Adanya penggunaan kendaraan pribadi yang setiap harinya semakin meningkat disebabkan oleh rendahnya kinerja transportasi umum. Kurang maksimalnya pelayanan publik yang diberikan oleh ransportasi umum akan menjadikan faktor utama untuk masyarakat dan akan lebih memilih kendaraan pribadi. Pelayanan yang kurang maksimal ini dapat dilihat dari adanya sopir bus yang ugal-ugalan dalam mengendarai bus, sehingga menjadikan penumpang panik dan khawatir terhadap bus yang mereka tumpangi. Masyarakat di luar itu pun menjadi berpikir bahwa daripada menanggung resiko yang berat lebih baik menggunakan transportasi pribadi yang lebih nyaman meskipun pemborosan energi. Penggunaan pribadi ini seperti penggunaan mobil pribadi dan sepeda motor. Penggunaan mobil pribadi dinilai masih kurang efektif karena dalam satu mobil hanya terdapat satu atau dua orang saja yang menggunakan. Berbeda dengan bus kota misalnya, pada jamjam tertentu bus kota penuh sesak dengan penumpang yang ada bahkan sampai melebihi kapasitas bus yang ada. Hal ini merupakan penyebab kurangnya kinerja transportasi umum di kota di Indonesia. Jumlah ransportasi umum masih kurang dengan kebutuhan masyarakat yang ada, terutama bus kota yang beroperasi di dalam kota. Seseorang yang tidak memiliki kendaraan pribadi harus rela untuk mengantri dan bahkan berdesak-desakan untuk memperoleh bus kota tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kinerja sistem transportasi yang kurang maksimal dari pemerintah juga dapat dilihat dari kurangnya pengawasan baik terhadap transportasi umum maupun transportasi pribadi. Kurangnya pengawasan terhadap transportasi tersebut dapat dilihat dari banyaknya kejadian kecelakaan baik yang terjadi di jalan raya, rel, laut, maupun jalur udara. Kejadian kecelakaan tersebut dapat disebabkan oleh pengemudi yang kurang berhati-hati dalam menjalankan tugasnya maupun kurangnya pengawasan terhadap kondisi kendaraan yang dikendarai. Adanya kecelakaan tersebut dapat terjadi juga disebabkan oleh maraknya oknum polisi yang memberikan Suran Ijin Mengemudi kepada masyarakat tanpa melalui tes. Lemahnya hukum terhadap transportasi di Indonesia juga menjadi kendala terhadap kinerja sistem transportasi di Indonesia, seperti kurangnya badan yang mengatur transportasi baik yang melalui jalur darat, laut, maupun udara. Peraturan yang ada sering hanya menjadi formalitas negara saja, bahkan sulit untuk menerapkan kepada masyarakat karena lemahnya kinerja dari pemerintah. Lemahnya kinerja sistem transportasi tersebut dapat dilihat dari adanya pemberian subsidi BBM yang malah mengakibatkan timbulnya ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar tersebut, karena semakin murah harga bahan bakar akan semakin banyak jumlah kendaraan yang melintas di jalan raya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Tingginya biaya perawatan dan perbaikan sarana transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; merupakan negara berkembang yang belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya secara menyeluruh. Pembangunan yang ada di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya menjadikan sistem transportasi di kedua kota tersebut semakin kompleks. Semakin berkembangnya transportasi, semakin berkembang pula sarana transportasi yang ada. Pembangunan sarana transportasi di kota di Indonesia masih kurang maskimal. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya biaya negara untuk perawatan dan perbaikan sarana transportasi. Sarana transportasi yang ada saat ini kurang diperhatikan karena masih terdapat kebutuhan kota di Indonesia yang lebih diprioritaskan, seperti memperbaiki sistem perekonomian Indonesia untuk dapat mengurangi hutang Indonesia pada negara lain. Adanya kebutuhan di Indonesia tersebut juga penting, namun seharusnya terdapat keseimbangan antara kebutuhan infrastruktur lain yang ada di Indonesia dan tidak melihat pada satu sektor saja. Banyaknya hal yang harus ditanggung oleh Indonesia menjadi kendala dalam perawatan dan perbaikan sarana trasnportasi, padahal biaya untuk perawatan dan perbaikan sarana transportasi membutuhkan biaya yang tinggi, sehingga negara Indonesia masih dirasa kurang mampu terhadap biaya perbaikan dan perawatan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perbaikan sarana transportasi di Indonesia seperti pembangunan jalan baru pada daerah yang masih memiliki jalan yang tidak layak untuk dilalui, atau terdapat jalan yang rusak sehingga harus diperbaiki agar tidak mengganggu para pengguna jalan. Adanya jalan yang rusak tersebut akan mengganggu kativitas masyarakat yang melintas, karena perjalanan yang ditempuh menjadi berkurang akibat jalan yang rusak, bahkan dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Tingginya perawatan transportasi umum juga menjadi kendala negara Indonesia untuk membiayai perawatan sarana trasnportasi yang ada, contohnya adalah kurang diperhatikannya trotoar untuk pedestrian yang ada di suatu kota sehingga membuat para pejalan kaki kurang nyaman terhadap sarana tersebut. Trotoar merupakan sarana transportasi yang sangat penting karena saat ini sistem transportasi yang ada belum memaksimalkan pelayanan untuk publik. saat ini trotoar yang ada semakin sedikit dan bahkan rusak akibat sering dilaluinya trotoar tersebut oleh pengendara, terutama untuk pengendara motor yang tergesa-gesa untuk menerobos kemacetan. Hal ini telah membudaya dalam masyarakat Indonesia, bahkan hal itu dianggap biasa oleh masyarakat kita dan juga pemerintah. Seharusnya antara pengawasan dan pembiayaan terhadap sarana transportasi lebih diperhatikan untuk kenyamanan publik. publik merupakan prioritas utama yang harus diperhatikan dengan pelayanan yang diberikan secara maksimal yang dapat dilakukan pada perawatan dan perbaikan sarana trasnportasi secara maksimal. Selain trotoar, perbaikan an perawatan terhadap alat transportasi pun juga masih belum diperhatikan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari adanya transportasi umum seperti bus kota yang sudah tidak layak untuk ditumpangi bahkan transportasi umum tersebut dipaksakan untuk melayani publik padahal melihat kondisinya yang sudah tidak layak. Hal ini akan mengurangi kenyamanan publik terhadap transportasi umum dan menjadikan masyarakat beralih menggunakan kendaraan pribadi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Cepatnya pertumbuhan kota dan kota-kota yang ada di sekitarnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Cepatnya pertumbuhan kota yang ada di Indonesia berpengaruh terhadap sistem transportasi yang ada. Dengan berkembangnya suatu kota akan menjadikan sistem trasnportasi semakin kompleks baik sistem trasnportasi itu sendiri maupun pada sarana transportasinya. Semakin berkembang sistem perekonomian di suatu kota Indonesia akan mengakibatkan berkembangnya transportasi yang ada. contoh yang terjadi misalnya di Jakarta dan Surabaya, adanya kawasan industri yang didirikan di kedua kota tersebut akan menarik transportasi lebih banyak untuk dapat mengakses bahan baku dan juga untuk produksi dan distribusi. Adanya permukiman, perkanotra, dan sarana perdagangan juga akan menarik masyarakat untuk menuju ke tempat kegiatan tersebut. Hal ini akan mengakibatkan banyaknya jumlah kendaraan yang dibutuhkan oleh masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perkembangan transportasi kota di Indonesia disesuaikan dengan pertumbuhan kota dan kota yang ada di sekitarnya. Sebagai contoh Kota Surabaya, memiliki jalur untuk menghubungkan kota Surabaya dengan kota yang ada di sekitarnya, yaitu jalur pantura. Dengan adanya jalur pentura ini akan memudahkan masyarakat untuk mencapai tujuan di kota lain di luar Surabaya karena kota yang ada tersebut juga memiliki kemajuan dalam hal pembangunan sehingga menjadi ketertarikan tersendiri bagi masyarakat. Cepatnya pertumbuhan kota terkadang malah menjadi kendala untuk sistem transportasi yang ada. Jika sistem pelayanan transportasi dari pemerintah Indonesia tidak dilaksanakan dengan baik, maka dampaknya sistem transportasi yang ada menjadi semrawut. Kesemrawutan transportasi ini akan berdampak pada kegiatan masyarakat itu sendiri, misalnya karena adanya pusat kegiatan baru di suatu kota di Indonesia akan mengakibatkan terjadinya kemacetan sehingga masyarakat yang memiliki kepentingan mendesak harus mengorbankan waktunya untuk dapat melalui jalur macet tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Adanya teknologi yang semakin canggih dapat menjadikan alat transportasi juga berkembang dengan cepat. Hal ini dapat dilihat dari produksi kendaraan pribadi yang lebih banyak diprioritaskan dari pada kendaraan umum ynag seharusnya lebih dimaksimalkan untuk pelayanan masyarakat. Semakin berkembang sistem perekonomian di suatu kota merupakan cermin dari meningkatnya kesejahteraan ekonomi pada masyarakat tersebut. seperti yang terjadi di Jakarta dan Surabaya, seseorang yang memiliki tingkat ekonomi lebih tinggi atau berada di atas rata-rata akan menjadikan seseorang tersebut memiliki gaya konsumtif yang tinggi, sehingga dampaknya pada kepemilikan kendaraan pribadi yang meningkat. Harga kendaraan pribadi yang berupa mobil dan sepeda motor pun saat ini semakin mudah untuk mendapatkannya karena banyak cara seperti sistem perreditan yang ditawarkan oleh perusahaan motor tersebut. Akibat dari adanya sistem ekonomi itu akan menjadikan suatu kota memiliki tingkat motorisasi yang tingi dan dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan juga pada masyarakat itu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pencemaran lingkungan hidup&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sistem transportasi memiliki peran dan manfaat yang sangat penting bagi masyarakat. Peran dan manfaat transportasi tersebut seperti memudahkan pergerakan masyarakat untuk menuju ke tempat tujuan, di sisi lain transportasi yang ada dapat menimbulkan dampak negatif terutama pada lingkungan. Dampak negatif ini timbul karena adanya energy yang dikeluarkan sari alat transportasi, sehingga menimbulkan polusi udara yang dapat menurunkan kualitas lingkungan. Transportasi merupakan penyumbang utama yang paling besar untuk tingkat polusi udara, karena alat transportasi yang ada saat ini semakin berkembang dan jumlahnya yang banyak. Alat transportasi yang menjadi masalah ini adalah transportasi yang berada di jalur darat. Adanya transportasi pada jalur darat ini disebabkan oleh kegiatan masyarakat yang mayoritas melakukan kegiatan sehari-harinya berada di daratan. Dengan banyaknya alat transportasi yang melintas di jalan akan menimbulkan dampak negatif yang besar pada lingkungan yang berupa pencemaran udara. Pencemaran udara ini tidak hanya akan menurunkan kualitas lingkungan, tetapi juga akan mengganggu kesehatan masyarakat yang berada di sekitarnya. Terganggunya kesehatan masyarakat ini akan mengakibatkan kejahteraan masyarakat menurun sehingga kualitas produktifitas mereka juga akan menurun. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pencemaran udara yang terjadi di kota di Indonesia saat ini semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas di jalan. Jumlah kendaraan yang paling banyak melintas di jalan adalah kendaraan pribadi, sehingga kendaraan pribadi menjadi penyumbang alat transportasi pencemar lingkungan terbesar. Kendaraan pribadi tersebut berupa mobil dan sepeda motor, hal ini terjadi karena masyarakat merasa kurang nyaman terhadap transportasi umum seperti angkot dan bus kota sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Alat transportasi yang mencemari lingkungan seharusnya dapat diatasi dengan membangun ruang terbuka hijau sebagai penyeimbang degradasi lingkungan yang terjadi. Ruang terbuka hijau juga bermanfaat untuk para pejalan kaki yang seharusnya lebih diprioritaskan dari pada pengendara kendaraan. Berbeda dengan negara maju yang memiliki sistem transportasi yang berorientasi pada publik, Indonesia kurang berorientasi terhadap hal itu. Jika kota yang ada di Indonesia direncanakan sebagai kota dengan sistem transportasi yang berorientasi pada publik maka pencemaran terhadap lingkungan oleh transportasi akan menjadi berkurang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: center; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Gambar Polusi Udara&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; http://id.wikipedia.org/wiki/PolusiUdara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Terbatasnya kapasitas sarana dan prasarana transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sarana dan prasarana transportasi memiliki kapasitas yang dapat menampung dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Sarana transportasi yang ada di kota di Indonesia saat ini memiliki keterbatasan dalam hal kapasitas, contohnya di Jakarta keberadaan angkutan umum masih sedikit. Adanya jumlah transportasi umum yang sedikit tidak sebanding dengan adanya jumlah penduduk yang semakin meningkat. Hal ini mengakibatkan masyarakat yang menggunakan transportasi umum melebihi kapasitas yang ada. Terbatasnya kapasitas transportasi umum untuk publik ini akan memberikan rasa ketidaknyamanan terhadap penggunaan transportasi umum tersebut. adanya ketidaknyamanan yang dirasakan oleh publik terhadap transportasi umum menjadikan mereka akan lebih memilih untuk menggunakan transportasi pribadi. Ketidaknyamanan tersebut dapat dilihat dari adanya angkutan umum yang mengangkut sejumlah orang yang melebihi kapasitasnya, sehingga pengangkutan tersebut akan menjadikan rasa tidak nyaman bagi para penumpangnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Selain terbatasnya kapasitas sarana, prasana transportasi di Indonesia juga mengalami keterbatasan kapasitas. Hal ini dapat dilihat dari adanya jalan saat ini sudah tidak mampu menampung banyaknya jumlah kendaraan yang melintas. Banyaknya kendaraan yang melebihi kapasitas jalan ini akan mengakibatkan terjadinya kemacetan. Kemacetan merupakan permasalahan yang harus diatasi dengan baik agar lalu lintas dapat berjalan dengan lancar. Adanya kemacetan yang terjadi di Jakarta sudah dianggap sebagai hal yang biasa, bahkan jika tidak terjadi kemacetan bukan merupakan Kota Jakarta. Adanya pelebaran jalan yang dilakukan juga akan menambah masalah baru bagi para pengguna jalan, terutama bagi pedestrian yang seharusnya leih diutamakan dibandingkan dengan pengguna kendaraan. Terbatasnya kapasitas untuk pedestrian juga merupakan masalah yang harus diatasi agar sistem transportasi di Indonesia merupakan sistem yang berorientasi kepada publik. Saat ini trooar yang ada semakin sempit dengan adanya pelebaran jalan, padahal trotoar sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pedestrian. Trotoar yang ada saat ini bahkan dijadikan sebagai alternatif jalur bagi para pengguna sepeda motor untuk dapat menerobos arus lalu lintas. Tidak hanya pengguna sepeda motor, para pengguna mobil juga tidak jarang yang melakukan hal tersebut, bahkan trotoar ada yang digunakan sebagai tempat parkir mobil dan sepeda motor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;   &lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Gambar Kemacetan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; http://id.wikipedia.org/wiki/Kemacetan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perbedaan kepentingan pihak-pihak yang terlibat dalam penentuan priorotas menangani masalah transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pemerintah dan swasta sering memiliki sudut pandang yang berbeda dalam hal transportasi. Sistem transportasi yang ada saat ini digunakan oleh para investor atau swasta untuk mencari keuntungan. Meningkatnya produksi mobil dan sepeda motor yang ditawarkan akan menarik minat bagi masyarakat, padahal di sisi lain pemerintah telah memberikan keterbatasan dalam hal penggunaan kendaraan pribadi. Seperti yang telah diterapkan di Jakarta, setiap hari Minggu terdapat suatu kawasan bebas kendaraan bermotor yang melintas untukmengurangi emisi atau polusi udara yang semakin meningkat di Jakarta. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.5 &lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Strategi Pengembangan Sistem Transportasi Berkelanjutan di Indonesia untuk Menuju Kota Berwawasan Lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Permasalahan transportasi yang kompleks di Indonesia mengakibatkan dampak yang negatif yang tidak hanya terjadi pada masyarakat, tetapi juga pada lingkungan dan aspek lainnya seperti ekonomi, sosial, dan budaya. Permasalahan transportasi di Indonesia dapat diatasi dengan menerapkan sistem transportasi berkelanjutan. Sistem transportasi berkelanjutan merupakan solusi yang tepat karena sistem ini tidak hanya memikirkan untuk manfaat sekarang, tetapi juga untuk manfaat masa depan sehingga dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang. Banyaknya jumlah penduduk memang merupakan faktor utama penyebab terjadinya permasalahan transportasi. Meningkatnya jumlah penduduk yang sejalan dengan meningkatnya kebutuhan penduduk sulit untuk dikendalikan karena menyangkut dengan individu dari masyarakat itu sendiri, sehingga untuk mengatasi permasalahan transportasi di Indonesia adalah dengan cara memperbaiki sistem transportasi yang ada. Pengembangan sistem transportasi berkelanjutan di kota yang ada di Indonesia dapat dilakukan sebagia berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Peningkatan kualitas angkutan umum&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kurangnya kualitas angkutan umum terhadap publik menjadikan masyarakat memiliki rasa yang tidak nyaman terhadap angkutan umum tersebut. hal ini kaan mengakibatkan masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi untuk melakukan perjalannya. Padahal dengan adanya kualitas angkutan umum yang baik akan menarik seseorang untuk menggunakan angkutan umum tersebut. Angkutan umum saat ini merupakan prioritas utama dalam sistem transportasi berkelanjutan, karena dengan memperhatikan kualitas angkutan umum berarti memeprhatikan kepentingan publik. Peningkatan kualitas angkutan umum tersebut dapat dilakukan dengan cara antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -14.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Peningkatan kualitas pelayanan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sistem pelayanan merupakan faktor utama dalam menentukan bagaimana kualitas dari angkutan umum. Dengan adanya kualitas pelayanan yang baik merupakan cermin dari kualitas angkutan umum yang baik. Peningkatan kualitas pelayanan tersebut dapat dilakukan dengan cara misalnya mengutamakan penumpang yang umurnya lebih tua, penumpang perempuan, dan penumpang yang cacat. Saat ini di Indonesia masih belum terdapat sistem pelayanan yang menyediakan fasilitas khusus untuk penyandang cacat seperti yang diterapkan di luar negeri. Sistem pelayanan lain yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas angkutan umum adalah dengan cara memberikan rasa aman dan nyaman untuk para penumpang. Cara tersebut seperti sopir tidak bersikap egois untuk dapat mendahului angkutan umum yang lain sehingga tidak terjadi kebut-kebutan yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Peningkatan kualitas angkutan umum juga dapat diberikan oleh pemerintah, yaitu dengan cara menyediakan prasarana transportasi untuk publik dengan memprioritaskan publik sebagai sasaran utama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -14.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Busway&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; yang merupakan ibukota Indonesia telah menerapkan sistem angkutan umum untuk kepentingan publik seperti di Amerika Serikat, yaitu busway. Busway saat ini masih dirasa kurang dalam sistem pelayanannya terutama untuk jalur busway. Jalur busway yang ada saat ini menjadi kontra di kalangan masyarakat, hal ini terjadi karena para pengguna kendaraan pribadi merasa jalur yang dilalui menjadi sempit sehingga mengakibatkan macet, padahal adanya jalur khusus busway ini tujuan utamanya adalan untuk kepentingan publik yang menggunakan jasa angkutan umum. Hal ini menjadi permasalahan antara pengguna kendaraan pribadi dengan pemerintah karena adanya perbedaan persepsi tentang busway. Busway yang ada saat ini lebih ditingkatkan kualitasnya terutama dalam hal pelayanan untuk kebutuhan publik agar masyarakat merasa lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nyaman menggunakan angkutan umum sehingga dapat meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pembangunan jalur busway seharusnya disosialisasikan kepada masyarakat terlebih dahulu agar tidak terjadi kontrovesi antara pemerintah dengan masyarakat. Sosialisasi ini sangat penting bagi masyarakat agar masyarakat mengerti dan tahu pentingnya alat transportasi umum seperti busway karena selama ini busway dianggap menambah permasalahan transportasi dengan adanya pembangunan jalur baru khusus untuk busway. Sistem kebijakan untuk jalur busway juga tidak didasari dengan perkiraan dampak yang akan terjadi selanjutnya, seperti terjadinya kemacetan di sepanjang sebelah jalur busway karena kapasitas jalan yang ada semakin sedikit padahal jumlah kendaraan yang melintas semakin meningkat. Selain dengan sosialisasi, adanya pembangunan jalur busway juga merupakan cara yang efektif untuk menyadarkan para pengendara kendaraan pribadi karena sudah saatnya mereka sadar bahwa transportasi umum lebih penting dari pada kendaraan pribadi yang mereka gunakan. Prioritas terhadap pengguna angkutan umum akan diberikan oleh masyarakat secara luas terutama oleh pengguna kendaraan pribadi yang saat ini masih banyak yang memiliki keegoisan untuk menggunakan jalan. Adanya kesadaran masyarakat akan mendukung sistem transportasi berkelanjutan di kota di Indonesia karena masyarakat merupakan faktor yang paling utama dalam menentukan keberhasilan sistem transportasi yang ada di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Titik-titik untuk tempat yang menghubungkan alat transportasi lain dengan busway yang ada belum diperhitungkan sejak awal, sehingga hal ini mengakibatkan terjadinya kesemrawutan sistem transportasi yang ada. Titik-titik untuk tempat pergantian transportasi ini sangat penting karena keselamatan dan kenyamanan publik di sini merupakan suatu hal yang diprioritaskan terutama untuk sistem transportasi berkelanjutan. Jamiman kualitas layanan angkutan umum seperti busway bagi masyarakat yang menggunakannya harus dipelihara dengan baik agar masyarakat tetap dapat menikmati pelayanan dari sistem transportasi baru tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Adanya jalur busway juga lebih diperhatikan untuk menjamin bagaimana keselamatan pejalan kaki, sehingga keselamatan dan kenyamanan dapat dirasakan oleh para pejalan kaki. Peningkatan kualitas busway ini juga dibarengi dengan peningkatan angkutan umum lain. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesenjangan terutama antara sopir busway dan sopir angkutan umum. Jika terjadi kesenjangan di antara keduanya maka sistem transportasi tidak akan berjalan dengan karena akan terdapat mogok kerja para sopir angkutan umum atau sebaliknya karena merasa salah satu yang lebih diprioritaskan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Penyelenggaraan angkutan umum dapat dibentuk melalui Badan Pengelola Transpjakarta Busway secara transparant yang dapat dilakukan dengan melibatkan partisipasi publik. Hal ini dilakukan agar masyarakat tahu mengenai proyek busway yang dilaksanakan dan tidak menimbulkan masalah di kalangan masyarakat. selain dibentuknya badan pengelola, peningkatan kualitas sistem pelayanan juga lebih ditekankan untuk mencapai tujuan secara maksimal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;" align="center"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 35.45pt; text-align: center; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:JakartaTransjakartaBusspurInDerJalanSudirman.jpg"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 21.3pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Gambar: Jalur Bus Transjakarta (&lt;i&gt;Busway&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kemacetan"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Kemacetan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -14.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mengalihkan persepsi atau sudut pandang masyarakat terhadap angkutan pribadi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Persepsi seseorang mengenai kendaraan pribadi saat ini meurpakan suatu hal yang dapat menjadi kebanggan tersendiri bagi yang menggunakannya. Transportasi umum yang ada bahkan dianggap sebagai suatu hal yang kolot dan tidak modern jika menggunakannya. Padahal untuk menuju sistem transportasi berkelanjutan justru transportasi umum yang lebih diutamakan dari pada kendaraan pribadi. Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan cara sosialisasi mengenaai pentinganya transportasi umum bagi penggunanya, karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kendaraan pribadi identik dengan orang-orang yang memiliki tingkat perkeonomian yang lebih tinggi. Sosialisasi ini dapat dilakukan dengan cara mengubah persepsi mereka bahwa dengan banyaknya jumlah kendaraan yang melintas di jalan akan menyumbang emisi atau pousi terbesar di kota di Indonesia, selain itu juga dapat mengakibatkan terjadinya kemacetan karena terbatasnya kapasitas jalan yang ada. Adanya dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan pribadi tersebut sebenarnya akan merugikan bagi diri mereka sediri, tetapi yang ada saat ini mereka tidak peduli akan hal itu bahkan menganggap yang mengakibatkan terjadinya kemacetan adalah sistem pemerintah yang tidak baik seperti adanya pembangunan jalur busway baru. Padahal dengan adanya jalur khusus busway tersebut seharunya masyarakat pengguna kendaraan pribadi sadar bahwa angkutan umum memang lebih diutamakan untuk menjamin kenyamanan publik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Selain sosialisai, penetapan pajak dapat dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mengatasi peningkatan kendaraan umum. Penetapan pajak di Indonesia masih dirasa kurang efekti karena pemikiran orang Indonesia yang rela membayar asal mereka tetap menggunakan kendaraan pribadi. Dengan berkurangnya kendaraan pribadi yang ada maka uang pergerakan publik juga semakin terbuka karena lalu lintas yang ada berjalan dapat berjalan dengan lancar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -14.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Peningkatan kualitas pedestrian &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pejalan kaki atau masyarakat yang tidak menggunakan kendaraan bermotor seharusnya mendapatkan perhatian yang lebih baik dari pemerintah maupun dari para pengguna kendaraan. Para pejalan kaki saat ini memiliki rasa tidak nyaman jika berjalan di sekitar jalan, bahkan mereka dianggap sebagai pengganggu pengendara kendaraan bermotor yang melintas karena jalan mereka yang menjadi terhambat. Bagaimana tidak, prasarana transportasi untuk pedestrian saat ini sangat sedikit dan terbatas sehingga diperlukan suatu perencanaan yang baik untuk mengatasi hal tersebut. cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas prasarana pedestrian, seperti peningkatan kualitas pada trotoar yang difungsikan untuk pejalan kaki. Peningkatan kualitas ini dapat dilakukan dengan cara menanam pohon di sepenjang trotoar agar lingkungan di sepanjang trotoar ini memiliki kualitas udara yang baik sebagai penyeimbang dari polusi yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Apresiasi terhadap pedestrian atau pejalan kaki saat ini tidak diberikan dengan baik. Hak-hak yang seharusnya dapat dinikmati oleh para pejalan kaki untuk dapat memanfaatkan prasarana transportasi seperti trotoar dijadikan sebagai jalan alternative oleh pengguna kendaraan pribadi. Hal ini akan berdampak pada keselamatan para pejalan kaki, bahkan tidak jarang dapat menimbulkan kecelakaan. Pelanggaran oleh penerobosan para pengguna kendaraan bermotor pada trotoar ini diatasi dengan cara memberikan peraturan yang tegas oleh badan hukum yang berwenang agar pengguna kendaraan bermotor sadar bahwa jalan yang dilaluinya tidak sebaiknya digunakan sebagai alternatif jalan. Kesadaran pengguna kendaraan bermotor ini sangat penting karena sebenarnya keberadaan mereka lah yang mengakibatkan meningkatnya polusi udara dan degradasi kualitas lingkungan, sebaliknya para pejalan kaki yang tidak memberikan dampak negatif kepada lingkungan harus menerima dampaknya dari pengguna kendaraan bermotor. Selain adanya pelanggaran oleh para pengguna kendaraan bermotor, hak-hak pedestrian ternyata diambil oleh pemerintah itu sendiri, seperti pembangunan jalur busway yang seharusnya dapat mengatasi sistem transportasi yang semrawt malah menjadikan permasalahan baru khususnya bagi pedestrian karena prasarananya menjadi terbatas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Adanya pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar dan badan jalan juga dapat mengganggu aktivitas pejalan kaki. Saat ini semakin banyak pedagang yang berjalan di sepanjang trotoar, untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan cara memberikan sanksi hukum yang tegas kepada para pedagang yang berjualan di ssepanjang badan jalan. Pemberian hukum yang tegas ini juga harus dibarengi oleh alternatif sebagai pengganti tempat penjualan mereka agar tidak mematikan perekonomian masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari carapenjualan mereka. Seringnya trotoar yang digunakan sebagai tempat parkir oleh pengguna kendaran bermotor juga dapat menghambat aktivitas para pejalan kaki, hal ini juga harus diatasi dengan baik agar hak untuk pedestrian tetap ada tanpa adanya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat lain. Selain pelanggaran, rusaknya trotoar juga dapat membahayakan keselamatan pejalan kaki, selain itu hal ini akan mengakibatkan pejalan kaki yang pada awalnya senang untuk berjalan kaki menjadi malas karena prsarana yang dilaluinya rusak. Pemberian kenyamanan dan keamanan badgi pedestrian merupakan hal yang sangat penting untuk dapat menciptakan sistem transportasi berkelanjutan. Sistem berkelanjutan merupakan upaya untuk mewujudkan kota yang ramah terhadap lingkungan. Adanya kota yang ramah terhadap lingkungan, seperti berkurangnya polusi yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor baik berupa polusi udara maupun polusi suara. Selain polusi, kenyamanan untuk publik jga diprioritaskan dalam menjalankan sistem transportasi berkelanjutan seperti hak-hak untuk penggna angkutan umum dan pedestrian yang lebih diutamakan. Dengan peningkatan kualitas pelayanan yang berpihak pada publik maka suatu kota akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi masyarakatnya karena kota tersebut merupakan kota yang berwawasan lingkungan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;   &lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;   &lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Gambar Pedestrian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraph" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: -0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sumber: &lt;span style=""&gt;umum.kompasiana.com &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;BAB IV&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;4.1&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sistem transportasi berkelanjutan merupakan sistem transportasi yang berorientasi kepada publik dengan memperhatikan kepentingan masyarakat. Sistem transportasi berkelanjutan telah diterapkan di negara maju seperti Amerika dan Belanda yang mana sistem transportasinya yang berorientasi kepada publik. Hal ini dapat dilihat dari adanya sistem jalur angkutan umum seperti busway dan kereta &lt;i style=""&gt;commuter&lt;/i&gt; di Amerika yang sistem pelayanannya ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Adanya badan hukum yang mengatur sistem transportasi secara sinergi juga merupakan upaya pemerintah Amerika untuk mewujudakn kota yang berwawasan lingkungan. Belanda yang juga memiliki sistem transportasi berkelanjutan didukung dengan adanya tekonologi transportasi yang canggih, seperti adanya kereta bawah tanah yang biasa disebut dengan &lt;i style=""&gt;tube. &lt;/i&gt;Adanya transportasi yang modern ini juga didukung oleh badan pengelola yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Berbeda dengan Indonesia yang saat ini permasalah transportasi sangat kompleks. Permasalahan transportasi yang terjadi di Indonesia antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kurangnya keterpaduan antarmoda dan intermodal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Rendahnya kinerja transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Tingginya biaya perawatan dan perbaikan sarana transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Cepatnya pertumbuhan kota dan kota-kota yang ada di sekitarnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pencemaran lingkungan hidup&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Terbatasnya kapasitas sarana dan prasarana transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perbedaan kepentingan piha-pihak yang terlibat dalam penentuan priorotas menangani masalah transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Permasalahan transportasi yang terjadi di kota di Indonesia tersebut dapat diatasi dengan cara menerapkan sistem transportasi yang berkelanjutan. Sistem transportasi berkelanjutan yang dapat diterapkan di Indonesia antara lain dengan Peningkatan kualitas angkutan umum. Peningkatan kualitas angkutan umum ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum, hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada publik untuk tetap menggunakan transportasi umum. Selain itu, peningkatan kualitas busway yang sudah dijalankan terutama di Kota Jakarta saat ini juga lebih ditingkatkan dengan cara meperhatikan penumpang antara penumpang perempuan, usia yang yang lebih muda, anak-anak dan juga penyandang cacat. Selain pada peningkatan kualitas pelayanan, dapat juga dengan memberikan titik-titik tempat perhubungan dengan angkutan umum lain agar keselamatan dan kenyamanan publik yang menggunkaan angkutan umum terjamin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sistem transportasi yang memaksimalkan kualitas angkutan umum dapat didukung dengan adanya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya angkutan umum saat ini yang dapat dilakukan dengan mengalihkan persepsi atau sudut pandang masyarakat terhadap angkutan pribadi. Hal ini dilakukan dengan cara pemberian sosialisasi kepada penggunan kendaraan pribadi, penetapan pajak, dan juga pembukaan jalur baru bagi angkutan umum akan menyadarkan pengendara kendaraan bermotor bahwa sudah saatnya angkutan umum lebih penting dari penggunaan kendaraan pribadi. Peningkatan kualitas pelayanan terhadap publik juga dapat dilakukan dengan cara meningkatan kualitas pedestrian yang berupa prasarana transportasi seperti trotoar dengan memebrikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi pejalan kaki. Pemberian sanksi hukum yang tegas bagi para pengendara yang melanggar dengan menerobos trotoar sebagai jalan alternatif, selain itu juga pada pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang badan jalan, perbaikan trotoar yang rusak agar tidak membahayakan pejalan kaki, dan juga perhatian pemerintah terhadap trotoar untuk ditanami pepohonan agar memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki serta tidak menjadikan trotoar yang beralih fungsi sebagai jalur baru bagi angkutan umum. Dengan berjalannya sistem trasnportasi berkelanjutan di Indonesia akan menciptakan kota di Indonesia yang ramah terhadap lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;4.2 &lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Saran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kegiatan&lt;span class="fullpost"&gt; transportasi yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan merupakan hal yang sangat penting untuk membangun Indonesia menuju negara yang berwawasan lingkungan dengan adanya kota yang ramah lingkungan. Oleh karena itu keselamatan dan kenyamanan publik harus diprioritaskan untuk menuju pembangunan yang berkelanjutan dengan adanya sistem transportasi berkelanjutan. Hal ini dilakukan karena jalan ataupun infrastruktur trasnportasi lain dibuat untuk dimanfaatkan oleh manusia dan bukan untuk kendaraan. Sehingga pemerintah seharusnya lebih memperhatikan kenyamanan masyarakat umum untuk mengatasi permasalahan yang ada di Indonesia. Semua kegiatan transportasi harus dilakukan secara efektif dan efisien baik dilakukan oleh pengguna kendaraan pribadi maupun umum, selain itu juga dengan memperhatikan bahan bakar yang digunakan agar lebih hemat dalam penggunaannya. Penghematan bahan bakar ini tidak hanya diperhatikan oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat untuk sadar bahwa sistem transportasi berkelanjutan saat ini sangat penting untuk mewujudkan kota yang berkelanjutan.oleh karena itu Kegiatan transportasi dalam konsep transportation berkelanjutan harus dapat menyeimbangkan semua aspek, yaitu ekonomi, sosial budaya, dan juga ekologi atau lingkungan. Selain itu, trasnportasi tidak hanya dapat dinikmati pada masa sekarang, tetapi juga untuk masa yang akan dating, sehingga perlu adanya kesadaran baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk memikirkan pentingnya transportasi dengan konsep yang ramah lingkungan sebagai wujud dari kota yang berwawasan lingkungan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 32.2pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 32.2pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 32.2pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 32.2pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 32.2pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 32.2pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 32.2pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 32.2pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 32.2pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 32.2pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 32.2pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Nasution, M. Nur. 2004. &lt;i style=""&gt;Manajemen Transportasi. &lt;/i&gt;Jakarta: Ghalia Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Miro, Fidel. 2004. &lt;i style=""&gt;Perencanaan Transportasi. &lt;/i&gt;Jakarta: Erlangga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Aminah, Siti. &lt;i style=""&gt;Transportasi Publik dan Aksesibilitas Masayarakat Perkotaan&lt;/i&gt;. Jurnal Ilmu Politik Fisip&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Anonimous, Sistem Transportasi Negara Maju. &lt;a href="http://bahasa.kompasiana.com/"&gt;http://bahasa.kompasiana.com&lt;/a&gt; [5 November 2010]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pramono, Agus. 2007. Sistem Transportasi Negara Berkembang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;a href="http://eprints.undip.ac.id/16262/1/Agus_Pramono2.pdf"&gt;http://eprints.undip.ac.id/16262/1/Agus_Pramono2.pdf&lt;/a&gt; [5 November 2010]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 32.2pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8926597934757446670-5896769248396992247?l=vietrenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vietrenz.blogspot.com/feeds/5896769248396992247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/11/transportasi-berkelanjutan-membentuk_22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/5896769248396992247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/5896769248396992247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/11/transportasi-berkelanjutan-membentuk_22.html' title='TRANSPORTASI BERKELANJUTAN MEMBENTUK KOTA DI INDONESIA BERWAWASAN LINGKUNGAN'/><author><name>viekha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00609003485783847920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5ONcgqW73I/AAAAAAAAAAY/MXKk0ZbwnPQ/S220/DSC01183.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8926597934757446670.post-4692689700686399311</id><published>2010-04-02T06:07:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T06:17:39.870-07:00</updated><title type='text'>new..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S7XslH_inAI/AAAAAAAAAB0/k0fJ_2yFlB0/s1600/febtian2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S7XslH_inAI/AAAAAAAAAB0/k0fJ_2yFlB0/s320/febtian2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455526646174096386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8926597934757446670-4692689700686399311?l=vietrenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vietrenz.blogspot.com/feeds/4692689700686399311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/04/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/4692689700686399311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/4692689700686399311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/04/blog-post.html' title='new..'/><author><name>viekha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00609003485783847920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5ONcgqW73I/AAAAAAAAAAY/MXKk0ZbwnPQ/S220/DSC01183.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S7XslH_inAI/AAAAAAAAAB0/k0fJ_2yFlB0/s72-c/febtian2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8926597934757446670.post-5430342816427906828</id><published>2010-03-29T02:06:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T02:07:28.270-07:00</updated><title type='text'>twintwin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S69NorVhWoI/AAAAAAAAABs/p40Bod2uZpo/s1600/VIKA.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S69NorVhWoI/AAAAAAAAABs/p40Bod2uZpo/s320/VIKA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453663034992056962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8926597934757446670-5430342816427906828?l=vietrenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vietrenz.blogspot.com/feeds/5430342816427906828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/03/twintwin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/5430342816427906828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/5430342816427906828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/03/twintwin.html' title='twintwin'/><author><name>viekha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00609003485783847920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5ONcgqW73I/AAAAAAAAAAY/MXKk0ZbwnPQ/S220/DSC01183.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S69NorVhWoI/AAAAAAAAABs/p40Bod2uZpo/s72-c/VIKA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8926597934757446670.post-1652427409987611071</id><published>2010-03-07T04:35:00.001-08:00</published><updated>2010-03-07T04:35:54.488-08:00</updated><title type='text'>Sosiologi</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;Daftar Isi&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.2  (Win32)"&gt;&lt;meta name="AUTHOR" content="XP"&gt;&lt;meta name="CREATED" content="20091121;19000000"&gt;&lt;meta name="CHANGEDBY" content="XP"&gt;&lt;meta name="CHANGED" content="20100108;5320000"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		H3 { margin-bottom: 0.04in } 		H3.western { font-family: "Arial", sans-serif; font-size: 13pt } 		H3.cjk { font-family: "Lucida Sans Unicode"; font-size: 13pt } 		H3.ctl { font-family: "Arial", sans-serif; font-size: 13pt } 		P { margin-bottom: 0.08in } 		A:link { color: #ff80ff } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt; &lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt; &lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; 		&lt;b&gt;Latar Belakang&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Indonesia semakin&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; terpuruk dengan perilaku warga negaranya yang sudah tidak lagi mencerminkan sebagai seorang warga negara yang baik. Perilaku tersebut adalah perilaku yang menyimpang dari norma dan aturan yang ada di Indonesia. Kurangnya kesadaran akan cinta pada bangsanya tidak sedikit dilakukan oleh kebanyakan orang terutama para remaja, lebih-lebih remaja yang ada di perkotaan. Padahal para remaja adalah generasi penerus bangsa yang seharusnya bisa menumbuhkan semangat untuk menjunjung nilai-nilai dari norma dan aturan yang ada. Susahnya para pejuang bangsa untuk merebut kembali kemerdekaan Indonesia tidak lagi dihiraukan oleh para remaja di perkotaan karena yang ada dalam pikiran mereka hanyalah bersenang-senang dan berfoya-foya. Padahal remaja saat ini tinggal meneruskan perjuangan para pejuang terdahulu bukan malah merusaknya dengan tidak memikirkan masa depan dirinya sendiri dan masa depan bangsanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Masa remaja yang merupakan peralihan dari masa anak menuju ke masa dewasa ini &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;akan mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif yang ada di lingkungan sekitar mereka. Hal-hal negatif tersebut merupakan penyimpangan sosial yang dilakukan para remaja dan biasanya mereka dicap sebagai remaja yang nakal (kenakalan remaja). Mudahnya mempengaruhi para remaja ini menjadikan remaja sebagai sasaran atau korban dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Apalagi kehidupan remaja sekarang telah dimasuki oleh dunia gelap yang akan mempengaruhi perilaku dan perkembangan mental para remaja. Dunia gelap itu sangat menjerumuskan para remaja seperti narkoba atau saat ini dikenal sebagai napza.  Kata narkoba pun sudah tidak asing di telinga setiap remaja, terutama para remaja di daerah perkotaan. Remaja sesungguhnya tahu akan keberadaan narkoba yang dilarang karena sangat berbahaya, tetapi tidak sedikit para remaja yang mengkonsumsi atau bahkan mengedarkannya. Penyalahgunaan narkoba oleh para remaja di perkotaan ini pasti akan mempengaruhi perilaku dan mental mereka, sedangkan perilaku remaja merupakan cermin dari perilaku suatu bangsa terhadap pandangan dunia. Jika perilaku para remaja buruk maka pandangan terhadap suatu bangsa di mata bangsa lain akan dicap sebagai negara yang buruk pula. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; 		Rumusan Masalah&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;1.2.1 Faktor apa saja yang mendorong para remaja di perkotaan untuk menyalahgunakan narkoba? &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;1.2.2	Apa saja dampak yang terjadi akibat penyalahgunaan narkoba?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; 1.2.3	Bagaimana cara menanggulangi penyalahgunaan narkoba oleh remaja?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;1.2.4	Bagaimana pengaruh sosial&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; terhadap keberadaan penyalahgunaan narkoba oleh remaja di perkotaan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;ol start="3"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; 		Tujuan Penelitian&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;1.3.1	Untuk mengetahui faktor yang mendorong para remaja di perkotaan terhadap penyalahgunaan narkoba&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; 1.3.2	Untuk mengetahui dampak apa saja yang terjadi akibat penyalahgunaan narkoba&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;1.3.3	Untuk mengetahui bagaimana cara menanggulangi penyalahgunaan narkoba oleh remaja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; 1.3.4	Untuk mengetahui bagaimana pengaruh sosial terhadap keberadaan penyalahgunaan narkoba oleh remaja di perkotaan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt; &lt;b&gt;BAB II&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt; &lt;b&gt;KAJIAN PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="2"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; 		&lt;b&gt;Mengenal Remaja&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Remaja menurut Rahmadona Fitri adalah periode transisi antara masa anak-anak dan masa remaja.&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;  Masa remaja adalah masa-masa timbulnya kesulitan dan perselisihan antara anak dengan orang tua atau siapa pun yang mencerminkan kakuasaan. Hal tersebut karena secara fisiologis si anak sedang mengalami sesuatu yang baru dan merasakannya, hal itu akibat dimulainya aktifitas hormonal di usia puber dan faktor-faktor sosial serta psikologis yaitu kebutuhan untuk mandiri secara emosional dalam praktek sehari-harinya. (&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff80ff;"&gt;&lt;a href="http://www.rahmadona.wordpress.com/"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;www.rahmadona.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Masa remaja identik dengan lingkungan sosial tempat berinteraksi dan membuat mereka dituntut untuk dapat menyesuaikan secara efektif tetapi remaja seringkali meluapkan kelebihan ernerginya ke arah yang tidak positif. Hal tersebut akan berpengaruh pada nilai dan norma yang dimiliki oleh para remaja, nilai dan norma biasanya diperoleh remaja melalui proses identifikasi dengan orang yang dikaguminya terutama dari tokoh masyarakat maupun dari bintang-bintang yang dikaguminya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Para remaja juga memiliki tugas-tugas perkembangan yang perlu diketahui,&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; antara lain remaja dapat menerima keadan fisiknya dan dapat memanfaatkan secara efektif, remaja dapat memperoleh kebebasan emosional dari orang tua, mengetahui dan menerima kemampuan sendiri, memperkuat penguasaan dari atas dasar skala nilai dan norma, emosinya tidak stabil, cara berpikirnya bersifat kausltar, dan terikat erat dengan kelompoknya. Hal-hal tersebut adalah dasar mudah tidaknya para remaja terpengaruh terhadap lingkungan atau apa yang terjadi di sekitarnya (www. Joksarsmagma.blogspot.com).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Peran aktif para remaja dalam kegiatan positif sangat dibutuhkan oleh masyarakat umum, karena remaja adalah generasi yang akan menjadi penerus generasi sebelumnya. Kemajuan suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh kualitas pemuda yang meliputi semua aspek kehidupan, seperti dalam hal pendidikan, kebudayaan, dan moral.  Untuk membentuk remaja yang bisa menjadi harapan bangsa bukanlah hal yang mudah, tetapi usaha ini membutuhkan kerja keras dan kerjasama dari semua pihak, mulai dari lingkungan yang paling kecil yaitu keluarga, kemudian perkampungan dimana mereka tinggal, lingkungan sekolah, sampai pada lingkungan dimana mereka berada dalam suatu negara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Usia remaja memang masih sangat labil sehingg&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;a mudah untuk terpengaruh dengan keadaan di sekitar mereka, maka peran orang tua dalam perkembangan remaja sangat dibutuhkan. Kasih sayang dan perhatian dari orang tua sangat diperlukan untuk membentuk karakter mereka.  Hal yang harus ditanamkan pada setiap pemuda sejak dini adalah agama, karena dengan diperkenalkan agama pada mereka, maka moral mereka akan terbentuk menjadi seorang pemuda yang agamis.   Kita semua tidak bisa menafikan urgensitas agama, karena dengan agama manusia bisa membedakan antara yang benar dan yang salah, serta dengan agama pula kita bisa tahu tentang tata cara hidup yang benar.  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Selain menanamkan pengetahuan rohani (keagamaan) kepada pemuda, pendidikan juga menjadi hal yang sangat penting untuk ditekankan pada mereka sejak dini, karena &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;kewajiban mencari limu adalah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;dari lahir sampai liang lahat.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Pendidkan adalah alat yang akan membentuk generasi yang berilmu, karena dengan ilmu akan menjadikan manusia lebih mulia dari makhluk yang lain.  Di era modern ini, pemuda dituntut untuk bisa mengetahui banyak hal tentang perkembangan sains dan teknologi yang semakin canggih. Ini menjadi tantangan yang harus dihadapi, karena perkembangan keilmuan yang terus berkembang di belahan dunia. Ketika pemuda sudah dibekali dengan pengetahuan yang bagus maka akan menjadi modal besar bagi suatu bangs a untuk bisa bersaing dengan bangsa lain. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Pergaulan juga menjadi bahan yang perlu diperhatikan, karena pengaruh dari pergaulan bebas sangat dominan bagi para pemuda. Ketika mereka bergaul tanpa bisa memilih komunitas, maka mereka akan bisa terbawa arus. Sehingga maraknya pengisap narkoba dari kalangan remaja merupakan faktor pergaulan yang kurang hati-hati.  Dalam hal ini peran orang tua atau keluarga, guru dan lingkungan sekolah atau lembaga pendidikan, pemuka agama serta peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam kerjasama yang menyentuh semua elemen masyarakat untuk mewujudkan generasi yang pandai dan bermoral. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="2"&gt;&lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; 		&lt;b&gt;Kenakalan remaja&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0.17in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; Kenakalan remaja merupakan gejala umum yang terjadi khususnya di kota-kota besar yang kehidupannya diwarnai dengan adanya persaingan-persaingan yang diwarnai dengan kebutuhan hidup baik yang dilakukan secara sehat maupun tidak sehat.  Persaingan tersebut terjadi dalam segala aspek kehisupan khususnya kesempatann memperoleh pendidikan dan pekerjaan.  Kompleksnya kehidupan tersebut memungkinkan terjadinya kenakalan remaja.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0.17in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;enakalan remaja merupakan perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja.  Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.  Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun.  Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa, ia berada pada masa transisi.  Menurut &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style=""&gt;Kartono, ilmuwan sosiologi, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#ff80ff;"&gt;&lt;a href="http://www.anneahira.com/narkoba/index.htm"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Kenakalan Remaja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;juvenile delinquency&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial.  Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang.  Sedangkan menurut  &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style=""&gt;Santrock, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal (www.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff80ff;"&gt;&lt;a href="http://www.asianbrain.com/"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;AsianBrain.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/p&gt; &lt;ol start="2"&gt;&lt;ol&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; 			&lt;span lang="sv-SE"&gt;Penyebab Terjadinya K&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;enakalan 			Remaja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 		&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.63in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Perilaku nakal&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; remaja bisa disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor dari dalam diri remaja (internal) dan faktor dari luar remaja (eksternal).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; 	Faktor internal&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; Faktor internal meliputi :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Krisis 		identitas&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;, yaitu&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt; 		&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;perubahan biologis dan sosiologis 		pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. 		&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;, 		terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;, 		tercapainya identitas peran. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff80ff;"&gt;&lt;a href="http://www.anneahira.com/narkoba/index.htm"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Kenakalan 		ramaja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; terjadi karena remaja gagal 		mencapai masa integrasi kedua.&lt;/p&gt; 		&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;Kontrol 		diri yang lemah, yaitu Remaja yang tidak bisa mempelajari dan 		membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat 		diterima akan terseret pada perilaku nakal. Begitupun bagi mereka 		yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun 		tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai 		dengan pengetahuannya.  		&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;2. 	&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style=""&gt;Faktor eksternal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; Faktor eksternal meliputi :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Keluarg&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;a, 	p&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;erceraian orangtua, tidak adanya 	komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota 	keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang 	salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak 	memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi 	anak, bisa menjadi penyebab terjadinya &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff80ff;"&gt;&lt;a href="http://www.anneahira.com/narkoba/index.htm"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;kenakalan 	remaja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; 	Teman sebaya yang kurang baik&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Komunitas&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; 	atau lingkungan tempat tinggal yang kurang baik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;h3 class="western" style="text-indent: 0.25in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;span style=""&gt;2.2.2 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;span style=""&gt;Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja adalah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.1in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="fi-FI"&gt;1. 	&lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.1in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt; 	Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan 	point pertama.  	&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.1in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt; 	Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta 	keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.  	&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.1in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt; 	Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua 	memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus 	bergaul.  	&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.1in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt; 	Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika 	ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan 	harapan.  	&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol start="2"&gt;&lt;ol start="3"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; 		&lt;b&gt;Dunia Narkotika&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Narkoba&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; adalah singkatan dari narkotika dan obat atau bahan berbahaya. Selain narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff80ff;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Departemen_Kesehatan_Republik_Indonesia"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Departemen Kesehatan Republik Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; adalah &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Napza&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; yang merupakan singkatan dari &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff80ff;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Narkotika"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Narkotika&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff80ff;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Psikotropika"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Psikotropika&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff80ff;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zat_Adiktif"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Zat Adiktif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;. Semua istilah ini, baik narkoba atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tidak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa di sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas, dan pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu merajarela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="it-IT"&gt;Masalah utama remaja berawal dari pencarian jati diri. Mereka mengalami krisis identitas karena untuk dikelompokkan ke dalam kelompok anak-anak merasa sudah besar, namun kurang besar untuk dikelompokkan dalam kelompok dewasa. Hal ini merupakan masalah bagi setiap remaja di belahan dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;  Oleh karena pergumulan di masa remaja ini, maka remaja mempunyai kebutuhan sosialisasi yang seoptimal mungkin, serta dibutuhkan pengertian dan dukungan orangtua dan keluarga dalam kerentanan di masa remaja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="it-IT"&gt;Bila kebutuhan remaja kurang diperhatikan, maka remaja akan terjebak dalam perkembangan pribadi yang lemah, bahkan dapat dengan mudah terjerumus ke dalam belenggu penyalahgunaan narkoba.  Hingga sekarang, penyalahgunaan narkoba semakin luas di masyarakat kita, terutama semakin banyak di kalangan para remaja yang sifatnya ingin tahu dan ingin coba-coba. Banyak alasan mengapa banyak yang terjerumus ke bahan terlarang dan berbahaya ini kemudian tidak mampu melepaskan diri lagi, alasannya antara lain hal ini sudah dianggap sebagai suatu gaya hidup masa ini, dibujuk orang agar merasakan manfaatnya, ingin lari dari masalah yang ada, untuk merasakan kenikmatan sesaat, dan ketergantungan dan tidak ada keinginan untuk berhenti&lt;br /&gt;dan mungkin masih banyak alasan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="it-IT"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;ada dasarnya narkoba itu dibagi atas 4 kelompok, yaitu:&lt;br /&gt;1. narkotika, yaitu terutama opiat atau candu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="it-IT"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt; halusinogenik, misalnya ganja atau mariyuana&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="it-IT"&gt; 3. stimulan, misalnya ekstasi dan shabu-shabu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="it-IT"&gt; 4. depresan, misalnya obat penenang.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="it-IT"&gt;Masing-masing kelompok mempunyai pengaruh tersendiri terhadap tubuh dan jiwa penggunanya.   Bahan yang tergolong stimulan menimbulkan pengaruh yang bersifat merangsang sistem syaraf pusat sehingga menimbulkan rangsangan secara fisik dan psikis. Ecstasy, yang tergolong stimulan, menyebabkan pengguna merasa terus bersemangat tinggi, selalu gembira, ingin bergerak terus, sampai tidak ingin tidur dan makan dan akibatnya dapat sampai menimbulkan kematian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="it-IT"&gt; Sebaliknya bahan yang tergolong depresan menimbulkan pengaruh yang bersifat menenangkan. Depresan atau yang biasa disebut obat penenang, dibuat secara ilmiah di laboratorium. Berdasarkan indikasi yang benar, obat ini banyak digunakan sesuai dengan petunjuk dokter. Dengan obat ini, orang yang merasa gelisah atau cemas misalnya, dapat menjadi tenang. Tetapi bila obat penenang digunakan tidak sesuai dengan indikasi dan petunjuk dokter, apalagi digunakan dalam dosis yang berlebihan, justru dapat menimbulkan akibat buruk lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt; &lt;b&gt;BAB III&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt; &lt;b&gt;METODE PENELITIAN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="3"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; 		&lt;b&gt;Metode Pengumpulan Data&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Dengan meneliti realitas sehari-hari data dapat dig&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;olongkan atas sumber data sifat-sifat yang dikumpulkan.  Jika ditinjau dari sumber data, yaitu dari mana diperoleh data dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder.  Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data. &lt;/span&gt;Dalam hal ini dilakukan wawancara dengan orang-orang yang memang mengetahui hal itu baik yang diwariskan atau secara langsung. Data sekunder adalah data yang terlebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang di lur penelitian sendiri. Walaupun data yang dikumpulkan data asli, sumber data sekunder dilakukan dengan membaca literatur terutama literatur yang relevan dengan penelitian. Untuk mengumpulkan data primer, dilakukan metode pengumpulan data.  Dalam metode ini cara yang digunakan adalah dengan metode &lt;i&gt;interview&lt;/i&gt; pada sejumlah responden yang dipilih.  Dalam hal ini peneliti memilih responden yang berada di Lapas Tenggarong di Kota Sangatta Kalimantan Timur untuk menjadi sampel dari para remaja di perkotaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="3"&gt;&lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; 		&lt;b&gt;Metode Pengolahan Data&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Setelah semua data yang dibutuhkan terkumpul, langkah selanjutnya adalah mengolah data dengan metode tertentu.&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;dari penyelesaian karya tulis ilmiah ini, yaitu dengan menggunakan metode analisis.  Metode analisis digunakan untuk mengolah data-data yang diperoleh dari hasil wawancara dalam bentuk kuisioner.  Analisis ini digunakan untuk membantu dalam memberikan solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan yang ada. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="es-ES"&gt; &lt;b&gt;BAB IV&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="es-ES"&gt; &lt;b&gt;HASIL DAN PEMBAHASAN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="es-ES"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="4"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Faktor 		yang M&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;endorong Remaja untuk 		Menyalahgunakan Narkoba&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Penyalahgunaan&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; narkoba oleh para remaja tidak lepas dari faktor pendorong yang ada dalam diri maupun luar remaja.  Dari penelitian yang dilakukan, para remaja ternyata memiliki emosional yang tinggi dibandingkan dengan orang dewasa.  Sifat emosional remaja inilah yang dapat menjadi motivasi internal remaja untuk mendorong mereka menyalahgunakan narkoba.  Jika mereka bisa menjaga sifat emosional yang dimiliki, maka mereka akan terhindar dari hal-hal yang buruk.  Selain itu aspek fisik yang mereka miliki juga akan mempengaruhi aktivitas mereka.  Malas dan kurang bersemangat merupakan suatu hal yang sering terjadi dalam diri para remaja.  Tidak sedikit para remaja yang ada di perkotaaan ini mengeluh dengan belajar mereka.  Hal ini akan menjadi alasan utama yang mereka gunakan bila suatu hari mereka kedapatan malas belajar.  Dengan malas dan kurang bersemangatnya para remaja ini akan mempengaruhi aktivitas mereka sehari-hari dan agar hal tersebut tidak menjadi pengahalang dalam aktivitas mereka, maka para remaja ini akan lebih memilih untuk mencoba menggunakan narkoba sebagai bentuk dari obat penyemangat mereka.  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Selain faktor internal, faktor eksternal dari remaja juga akan sangat mempengaruhi dalam setiap tindakan yang mereka lakukan.  Dari&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; penelitian yang dilakukan, kebanyakan para remaja menyalahgunakan narkoba karena faktor coba-coba dan pengaruh dari teman.  Faktor coba-coba itu timbul karena adanya rasa ingin tahu apa dan bagaimana narkoba itu.  Dengan rasa ingin tahu yang berlebih ini para remaja akan semakin tertarik untuk mencoba menggunakan narkoba yang pada akhirnya akan menjadi kecanduan.  Apalgi jika rasa ingin mencoba tersebut didorong oleh teman yang mempengaruhinya akan semakin kuat dorongan untuk melakukan hal tersebut.  Dalam berteman, keberanian merupakan suatu hal yang sangat dikagumi oleh teman lainnya, terutama berani dalam mencoba suatu tantangan.  Seseorang akan dianggap lemah jika ia tidak berani melakukan suatu tantangan tersebut bahkan ia aka dinggap sebagai seorang penghianat karena tidak mau mengikuti apa yang dilakukan oleh temannya.  Agar dianggap sebagai seorang yang pemberani dihadapan teman-temannya, maka mereka akan berusaha melakukan apa yang diinginkan oleh temannya yang akhirnya ikut terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.  Tidak hanya itu, rayuan dan bujukan juga kerap mereka lakukan untuk bisa mempengaruhi mereka lainnya dengan mudah tanpa harus memaksa.  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Banyaknya waktu luang yang dimiliki para remaja juga akan membuat mereka mereka mencari pelarian, yaitu dengan menggunakan narkoba.  Menurut mereka, penggunaan narkoba akan menghilangkan rasa stres yang mereka rasakan selama tidak ada aktivitas atau kegiatan yang mereka lakukan.  Selain itu pengaruh dari dalam keluarga juga akan sangat mempengaruhi perilaku para remaja.  &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Terutama para remaja di perkotaan yang memang mulai dari kecil diasuh oleh pembantu atatu nenek mereka tanpa adanya pengawasan ketat dari orang tua.  Hal terpenting bagi para orang tua di perkotaan adalah karir dan bagaimana mereka dapat mencukupi kebutuhan keluarga terutama anak-anak mereka.  Kurangnya perhatian dari orang tua ini akan menjadi penyebab remaja untuk melakukan hal yang buruk.  Mereka leluasa melakukan apapun tanpa harus diawasi dan dijaga oleh orang tua mereka.  Para orang tua tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh anak-anak mereka karena ketidakpedulian yang mereka berikan untuk anak-anak mereka.  Biasanya para orang tua mengetahui setelah mendapat informasi dari pihak lain bahwa anak-anak mereka telah menyalahgunakan narkoba dan penyesalan pun baru dirasakan.  Perpecahan yang terjadi dalam keluarga juga dapat menjadi pemicu remaja di perkotaan dalam penyalahgunaan narkoba.  &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Hal itu mereka lakukan karena mereka mencari pelampiasan untuk dapat menenangkan diri.  Cara yang mereka lakukan ini sebenarnya hanya akan menambah beban hidup yang mereka alami karena narkoba bukan satu-satunya jalan untuk mengobati stres yang dialami dan justru akan meningkatkan tekanan hidup mereka.  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="fi-FI"&gt;Dari banyaknya faktor yang menjadi pendorong para remaja dalam penyalahgunaan narkoba, tidak sedikit pula para remaja yang mengakui bahwa &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;penyalahgunaan itu mereka lakukan karena kurangnya nilai-nilai agama yang ada dalam diri mereka.  Pendidikan agama memang sangat penting dalam pertumbuhan seorang remaja, lebih-lebih remaja di perkotaan yang sering menganggap bahwa agama hanya sebagai pendukung dalam hidup mereka.  padahal tanpa agama seseorang akan lemah terhadap suatu godaan karena iman mereka yang rapuh.  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="4"&gt;&lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Dampak 		yang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt; Terjadi Akibat Penyalahgunaan 		Narkoba&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Dari penelitian yang dilakukan, para remaja yang menyalahgunakan narkoba mengaku bahwa ada dampak yang terjadi pada diri mereka setelah mengkonsumsi narkoba.  Dampak dari penyalahgunaan &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;narkoba ini terjadi pada fisik mereka dengan tanda-tanda berat badannya turun secara drastis karena obat yang dikonsumsi lebih dominan daripada simultan dalam diri mereka.  Dengan keadaan fisik remaja seperti ini justru hal tersebut akan mengganggu kegiatan mereka sehari-harinya.  Memang narkoba menjadi obat untuk memicu semangat, tetapi itu hanya sementara dan dampak yang didapat jauh lebih besar dari manfaat yang diperoleh.  Para remaja ini sebenarnya tahu akan risiko yang akan didapat setelah mengkonsumsi narkoba, tetapi yang terpenting bagi mereka adalah rasa puas yang mereka alami setelah menggunakan narkoba.	&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Pemakai atau pecandu narkoba ini juga akan mengalami perubahan emosi karena emosi juga menjadi faktor pendorong remaja untuk menyalahgunakan narkoba, sehingga emosi yang dimiliki para remaja ini akan menjadi lebih rentan dari sebelumnya.  Emosi&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;nya menjadi lebih tidak stabil, lebih sensitif atau menjadi sangat pemarah, dan mudah bosan bahkan akan menghilangkan nafsu makan secara berlebih.  Selain dampak fisik dan emosi, dampak penyalahgunaan narkoba terjadi pada dampak perilaku remaja.  Dampak perilaku ini dapat diketahui dari perilaku remaja yang menjadi pemalas, suka berbohong, sering melupakan tanggung jawab, dan perilaku yang menunjukkan bahwa remaja itu lemah atau tidak bersemangat seperti suka menguap dan sering menyendiri.  Dampak perilaku tersebut lebih mudah dikeahui dari dampak lainnya karena perilaku merupakan sesuatu yang mudah dinilai oleh masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="4"&gt;&lt;ol start="3"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;b&gt;Cara 		Menanggulangi Penyalahgunaan Narkoba Oleh R&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;b&gt;emaja&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="fi-FI"&gt;Para remaja adalah generasi penerus bangsa yang akan memimpin negara menuju masa depan yang baik.  Untuk mewujudkan masa depan bangsa yang cerah diperlukan remaja yang baik, sehingga perlu dilakukan adanya penanggulangan narkoba untuk menekan angka meningkatnya peny&lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;alahgunaan narkoba oleh remaja.  Langkah awal untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan cara mencegah penggunaan narkoba.  Untuk mencegah kecanduan terhadap narkoba adalah dengan menjaga agar tidak mudah terpengaruh dan tidak mengkonsumsi kembali obat-obat terlarang.  Selain itu juga perlu pihak lain untuk dapat mengatasi secara maksimal, yaitu pihak dokter, layanan masyarakat, dan keluarga dapat memberikan penjelasan secara detail efek dari obat terlarang dalam dosis berlebih terhadap tubuh kita. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.13in; text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="4"&gt;&lt;ol&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; 			&lt;span lang="fi-FI"&gt;Bentuk Penanggulangan Narkoba&lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; 			di Dalam Keluarga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 		&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;  &lt;span lang="fi-FI"&gt;Dalam keluarga, yang dapat dilakukan oleh para orang tua kepada anak-anaknya adalah dengan komunikasi.  Sering berbicara antar orang tua dan anak, dengan memberikan informasi tentang resiko penggunaan dan penyalahgunaan narkoba atau obat-obat terlarang.  Disamping berkomunikasi, para orang tua dapat menjadi pendeng&lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;ar yang baik bagi anak-anaknya bila anak-anak sedang berbicara mengenai tekanan dengan teman sebaya mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="fi-FI"&gt;Orang tua juga menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya&lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;, dengan mencontohkan pengaruh buruk terhadap anak khususnya ketergantungan kepada obat terlarang, akan berdampak sangat buruk bagi perkembangan hidupnya dan efeknya akan lebih cepat untuk kecanduan Narkoba.  Selain itu saling menjaga dalam &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;span style=""&gt;keharmonisan keluarga akan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;memperkuat hubungan dalam keluarga itu sangat diperlukan, karena bila anak dikucilkan dalam keluarga, maka dia akan merasa asing, sendirian dan biasanya obat terlaranglah sebagai penghilang rasa stres yang diderita oleh si anak.  Perhatian orang tua terhadap anak sangat penting untuk perkembangan mental dan fisiknya.  Orang tua juga harus memberi pengertian dan bahaya tentang penyalahgunaan narkoba agar anak lebih mengerti arti pentingnya untuk menjauhi narkoba.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="4"&gt;&lt;ol&gt;&lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; 			&lt;strong&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;entuk 			Penanggulanan Narkoba di Luar Keluarga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; 		&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Penanggulangan narkoba dapat dilakukan dengan melakukan program terapi&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;.  Terapi ini dilakukan agar pecandu remaja berhenti menggunakan obat-obat terlarang.  Selain program terapi, para remaja yang menjadi pecandu narkoba atau keluarga dapat melakukan konsultasi kepada psikolog, atau psikiater.  Kegiatan ini dapat membantu remaja tersebut terhindar dari kecanduan obat-obatan, kebiasaan atau perilaku terapi yang dijalankan akan membantu mereka apabila terjadi kambuh kecanduannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style=""&gt;Pendidikan di kalangan anak muda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style=""&gt;juga merupakan kegiatan yang akan membantu para remaja menjadi lebih mengerti dan mengetahui arti pentingnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;sebuah pendidikan dan pencegahan narkoba bagi remaja.  Para pendidik memberi arahan dan contoh yang baik agar remaja tidak terjerumus dalam narkoba.   Dengan adanya sosialisasi yang baik terhadap remaja ini akan sangat membantu remaja dalam memberikan informasi tersebut pada kalangan remaja lain.  Setelah adanya sosialisasi tersebut para remaja juga harus pandai dalam memilih lingkungan mana yang dapat memberi efek positif dan negatif bagi diri mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;4.4 &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;	Pengaruh sosial terhadap keberadaan penyalahgunaan narkoba oleh remaja di perkotaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Dalam bersosialisasi dengan lingkungan luar, para remaja yang telah menggunakan narko&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;ba cenderung tertutup dengan orang lain.  Mereka hanya berkomunikasi dengan kelompok tertentu atau hanya dengan teman-teman di kalangan mereka.  Bahkan dengan orang tua pun mereka akan menutupi hal apa yang mereka lakukan.  Hal ini terjadi karena mereka sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain, karena apa yang ingin mereka sampaikan tidak pernah tercapai pada orang yang ingin mereka tanyakan.  Selain itu mereka sering linglung dan jika berkomunikasi sering tidak  mengerti dengan apa yang dibicarakan dengan orang lain, sehingga hal ini akan membuat orang lain tidak menganggap mereka.  Oleh karena itu, para remaja ini akan lebih nyaman jika mereka bersama dengan kelompok tertentu yang mereka anggap lebih mengerti keadaan mereka.  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Dampak sosial pada mereka pun akan terjadi jika orang lain atau masyarakat mengetahui keadaan mereka yang sebenarnya.  Mereka akan dikucilkan dan dijauhi oleh kelompok&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; atau masyarakat lain karena keberadaan mereka akan dianggap sebagai aib yang akan mencemarkan nama baik di lingkugan sekitar mereka.  selain itu keberadan mereka juga dapat membawa pengaruh yang besar terhadap lingkungan sekitar mereka.  Dengan adanya ketakutan itulah yang juga menjadi pemicu para remaja ini menjadi cenderung memilih berkumpul dengan kelompok tertentu atau sekelompok mereka.  Hal ini tentu saja akan memperburuk keadaan, untuk itu perlu adanya pelurusan dalam persepsi masyarakat agar dapat membantu dalam memberantas narkoba yang terjadi pada remaja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt; &lt;b&gt;BAB V&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt; &lt;b&gt;PENUTUP&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;b&gt;5. 1 Kesimpulan &lt;/b&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Penyalahgunaan narkoba oleh para remaja khususnya di perkotaan terjadi karena adanya  faktor internal dan faktor eksternal.  Faktor internal meliputi emosional yang tinggi dan aspek fisik yang dialami oleh para remaja.  &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Sedangkan faktor eksternal meliputi faktor coba-coba atau rasa ingin tahu berlebih tentang narkoba, pengaruh dari teman, kurangnya perhatian keluarga, banyaknya waktu luang yang tidak bermanfaat, dan kurangnya nilai-nilai agama pada diri remaja.  Menyalahgunakan narkoba akan membawa dampak yang besar pada remaja.  Dampak tersebut akan terjadi pada fisik, emosi,dan perilaku para remaja.  Agar penyalahgunaan tidak berkembang meluas, maka diperlukan adanya cara untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba.  Cara tersebut dapat dilakukan dengan mencegah agar para remaja tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba, yaitu dengan cara menjaga agar tidak sampai terpengaruh.  Jika seorang remaja telah masuk ke dalam dunia narkoba, maka cara untuk menanggulanginya adalah dengan melakukan rehabilitasi atau perawatan jalan agar remaja tersebut tidak melakukan kesalahan yang sama.  Cara lainnya dapat dilakukan dengan konsultasi pada psikolog dan memberikan pendidikan dengan cara memberikan pengarahan pada para remaja agar lebih mengetahui bahwa narkoba berbahaya untuk dikonsumsi terutama bagi para remaja di perkotaan.  Dalam kehidupan sosial pun keberadaan para remaja ini cenderung sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain karena keakutan pada mereka akan dikucilkan dan tidak diterima keberadaanya oleh masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="5"&gt;&lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; 		&lt;b&gt;Saran&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Mengingat semakin banyaknya remaja yang menyalahagunakan narkoba sebagai bentuk dari pelampiasan emosi dan perilaku mereka, maka perlu dilakukan penanggulangan terhadap penyalahgunaan narkoba untuk dapat menekan angka penyalahgunaan oleh&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; remaja terutama di perkotaan.  Pelurusan persepsi masyarakat juga perlu untuk tidak memperburuk keadaan sehingga dapat membantu dalam upaya penanggulangan narkoba khususnya remaja di perkotaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt; &lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span style="color:#ff80ff;"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.wordpress.com/"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;www.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span style="color:#ff80ff;"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.asianbrain.com/"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;www.AsianBrain.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;u&gt;www. Joksarsmagma&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;u&gt;.blogspot.com&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Husein, F. (2008). &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;Pemuda Harapan Bangsa. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff80ff;"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://poltak4elreal.ngeblogs.com/2009/11/10/narkoba/"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;http://poltak4elreal.ngeblogs.com/2009/11/10/narkoba/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; (16 Desember 2009)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;a href="http://www.tipstrik.com/tips-keluarga/ketika-anak-menggunakan-narkoba.html%20%2816"&gt;&lt;span style="color:#ff80ff;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;http://www.tipstrik.com/tips-keluarga/ketika-anak-menggunakan-narkoba.html&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff80ff;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; (16&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Desember 2009)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8926597934757446670-1652427409987611071?l=vietrenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vietrenz.blogspot.com/feeds/1652427409987611071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/03/sosiologi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/1652427409987611071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/1652427409987611071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/03/sosiologi.html' title='Sosiologi'/><author><name>viekha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00609003485783847920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5ONcgqW73I/AAAAAAAAAAY/MXKk0ZbwnPQ/S220/DSC01183.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8926597934757446670.post-4578398141094946544</id><published>2010-03-07T04:34:00.001-08:00</published><updated>2010-03-07T04:34:58.416-08:00</updated><title type='text'>Bahasa Inggris</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;SATURDAY, DECEMBER 19, 2009&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.2  (Win32)"&gt;&lt;meta name="AUTHOR" content="XP"&gt;&lt;meta name="CREATED" content="20091227;9120000"&gt;&lt;meta name="CHANGEDBY" content="XP"&gt;&lt;meta name="CHANGED" content="20100107;7250000"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		H3 { margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; page-break-after: auto } 		H3.western { font-family: "Times New Roman", serif; font-size: 13pt } 		H3.cjk { font-family: "Lucida Sans Unicode"; font-size: 13pt } 		H3.ctl { font-family: "Tahoma"; font-size: 13pt } 		P { margin-bottom: 0.08in } 		A:link { color: #2d6e89 } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;h3 class="western" style="margin-top: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;a name="4197755762213078682"&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;Febtian Yusvika Wahyu&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;h3 class="western" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;	(09100660041)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;h3 class="western" align="JUSTIFY"&gt;&lt;/h3&gt; &lt;h3 class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="color:#2d6e89;"&gt;&lt;a href="http://www.thepelicaneye.com/2009/12/land-use-planning-and-climate.html"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Land Use Planning and Climate Adaptation Planning&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;b&gt;2009 California Climate &lt;/b&gt;&lt;span style="color:#2d6e89;"&gt;&lt;a href="http://www.climatechange.ca.gov/adaptation/index.html"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;b&gt;Adaptation Strategy&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;California’s Resource for Global Climate Change Information&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;Land use decisions are a central component   of preparing for and minimizing climate change impacts. In order for California to succeed with its adaptation strategies, local and regional governments and planning efforts must be integral parts of the adaptation process.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;Many, if not most, land use decisions in California are made at the local level and increasingly at the regional level. Decisions made by cities and counties through general plan and local planning processes direct local land uses. Given the long-range view of general plans, cities and counties should consider how a changing climate and environment will affect nearly all aspects of general plans and long-term development.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;Through the implementation of Senate Bill 375 (Steinberg; Chapter 728, Statutes 2008) Metropolitan Planning Organizations (MPOs) will have greater influence on planning efforts and outcomes  at the regional and local level.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;Regional Transportation Plans, due to SB 375, developed through a “Sustainable Communities Strategy” will have to take into account GHG reduction measures related to land use and transportation, identify the general location of uses, residential penduduk densities, and building intensities within the region, and identify areas within the region sufficient  to house all the population of the region. The state plays a role in local development patterns through the development and funding of the state transportation system, the sitting requirements for school facilities and other infrastructure projects and funding mechanisms.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;b&gt;Development decisions along the coast, in floodplains or at the wild land-urban interface will impact the ability of the state to adapt to climate change impacts.&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;Decisions related to urban forestry, the connectivity of biological reserves, and the routing of roads and other infrastructure also play a role in implementing state adaptation strategies. Local land use planning should be cognizant of the growing risks from climate change as well as the land-use related needs to implement effective adaptation strategies. To the extent local land use is coordinated with regional, state and federal adaptation strategies, impacts from climate change are likely to be minimized, and in turn have less significant effects on local communities. The long-term vision and development goals of general plans should therefore oleh address climate change as soon as possible. Coordination and consultation mechanisms need to be established or strengthened to ensure local, state, and other jurisdictions do not work at cross- purposes (see cross-jurisdictional coordination above).&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;b&gt;In order to accurately address the vulnerability, resilience and future growth of areas prone  to climate change impacts, a city or county should take three distinct steps: &lt;/b&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;b&gt;First&lt;/b&gt;, cities and counties should use information provided by state and federal agencies about where climate change could impact the human and natural systems including risks affecting public safety and emergency response. The Cal Adapt mapping tools will offer a preliminary review of impacts by specific location. This could be used to focus local planning on areas vulnerable to climate change impacts such as floodplains, coastal areas, and fire hazard areas. Critical infrastructure such as roads, power lines, and water/wastewater pipelines that may be affected by climate change should be identified.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;b&gt;Second&lt;/b&gt;, planning organizations should recognize climate impacts that may affect federal, state or local, as these systems offer valuable recreational opportunities critical to the well being of all communities.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;b&gt;Third&lt;/b&gt;, sources of water that may be reduced by increased temperatures and decreased Sierra snowpack-dependent reservoir storage should be identified.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;Once these potential areas have been identified, cities and counties should focus, when appropriate, on areas that are particularly vulnerable to climate change. Using the best available resources, local governments should note which areas can or cannot withstand changes in sea level, water use, temperature, and other climate change impacts. Areas that cannot withstand changes can be prioritized by potential safety risks, potential biological or natural impacts, or other factors. The local government should determine which areas will need the most attention to avert these risks. The 2009 California Climate Adaptation Strategy can be a valuable resource in making these determinations if effective adaptation planning tools are continually developed.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="JUSTIFY"&gt;	There are a number of ways to address climate change impacts. For future land use decisions, general plan amendments may be needed. Safety risks may be outlined and mitigated in a Local Hazard Mitigation Plan. To address public infrastructure, a public works plan may be needed. A climate action plan may be used to prioritize actions that are immediately needed and which actions can be implemented over time.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="JUSTIFY"&gt;	One tool that has been successful in helping to bring together many levels of government to look at long range planning on the regional and local scale is the California Regional Blueprints Program. Through the development of scenario-based integrated plans, regions and local governments can develop different planning scenarios that achieve a variety of objectives and goals, including GHG reduction and climate change adaptation. Further, the blueprint planning process can help identify areas vulnerable to climate change and identify ways to address those vulnerabilities in an integrated and comprehensive manner. Another tool that can regionally integrate different levels of government around climate adaptation is through the Department of Conservation’s Statewide Watershed Program.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="JUSTIFY"&gt;	As the state works to meet its GHG reduction goals, adapt and plan for climate change impacts, and restore the economy, the entire state, including all levels of government, non-profits, businesses, private property owners and the general population should, when appropriate, evaluate how and where critical infrastructure is developed, what types of structures are allowed to be built in certain locations, and how to best protect natural resources.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;b&gt;	Finally&lt;/b&gt;, more and more infrastructure projects will need to account for climate change impacts to the project. Currently, to the extent required by CEQA Guidelines Section 15126.2, all significant state projects, including infrastructure projects, must consider the potential impacts of locating such projects in areas susceptible to hazards resulting from climate change. Section 15126.2 is currently being proposed for revision by CNRA to direct lead agencies to evaluate the impacts of locating development in areas susceptible to hazardous conditions, including hazards potentially exacerbated by climate change. Locating state projects in such areas may require additional guidance yang that in part depends on planning tools that the CAS recommendations call for.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Near-Term Actions&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;:&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="JUSTIFY"&gt; a.) 	Revise Section 15126.2 of the CEQA guidelines to direct lead agencies to evaluate the impacts of locating development in areas susceptible to hazardous conditions, including hazards potentially exacerbated by climate change.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0.17in;" align="JUSTIFY"&gt; b.) 	Incorporate climate adaptation considerations into the Strategic Growth Council and Sustainable Community Strategy processes to ensure incentives are provided to communities that are most vulnerable and are preparing for climate change impacts.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;b&gt;Resume&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3 class="western" align="CENTER"&gt;&lt;span style="color:#2d6e89;"&gt;&lt;a href="http://www.thepelicaneye.com/2009/12/land-use-planning-and-climate.html"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Land Use Planning and Climate Adaptation Planning&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;h3 class="western" align="CENTER"&gt;   &lt;br /&gt;2009 California Climate &lt;span style="color:#2d6e89;"&gt;&lt;a href="http://www.climatechange.ca.gov/adaptation/index.html"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;b&gt;Adaptation Strategy&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;California’s Resource for Global Climate Change Information&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;Land use decisions are a central component of preparing for and minimizing climate change impacts.  Land use decisions in California are made at the local level and increasingly at the regional level and made by cities and counties through general plan and local planning processes direct local land uses.  Given the long-range view of general plans, cities and counties should consider how a changing climate and environment will affect nearly all aspects of general plans and long-term development.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;Metropolitan Planning Organizations (MPOs) have greater influence on planning efforts and outcomes at the regional and local level.   Regional Transportation Plans developed through a Sustainable Communities Strategy and the state plays a role in local development patterns through the development and funding of the state transportation system.	&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;b&gt;Development decisions along the coast, in floodplains or at the wild land-urban interface will impact the ability of the state to adapt to climate change impacts&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;Decisions related to urban forestry, the connectivity of biological reserves, and the routing of roads and other infrastructure play a role in implementing state adaptation strategies.  Address climate change is significant to the long-term vision and development goals of general plans.  Coordination and consultation mechanisms need to be established or strengthened to ensure local, state, and other jurisdictions do not work at cross- purposes&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;b&gt;Three steps address the vulnerability, resilience and future growth of areas prone  to climate change impacts are :&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;First, cities and counties use information about where climate change could impact the human and natural systems including risks affecting public safety and emergency response. The Cal Adapt mapping could be used to focus local planning on areas vulnerable to climate change impacts.  Critical infrastructure that may be affected by climate change should be identified.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;Second, planning organizations should recognize climate impacts that may affect federal, state or local&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;Third, areas that cannot withstand changes can be prioritized by potential safety risks, potential biological or natural impacts. The local government should determine which areas will need the most attention to avert these risks. The 2009 California Climate Adaptation Strategy can be a valuable resource in making these determinations if effective adaptation planning tools are continually developed.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;A number of ways to address climate change impacts are plan amendments and safety risks.  To address public infrastructure, a public works plan may be needed. A climate action plan may be used to prioritize actions that are immediately needed and which actions can be implemented over time&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="JUSTIFY"&gt;	The tools that has been successful in helping to bring together many levels of government to look at long range planning on the regional and local scale are the California Regional Blueprints Program and the Department of Conservation’s Statewide Watershed Program.  Further, the blueprint planning process can help identify areas vulnerable to climate change and identify ways to address those vulnerabilities in an integrated and comprehensive manner&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="JUSTIFY"&gt;	Finally, infrastructure projects will need to account for climate change impacts to the project. and locating state projects in such areas may require additional guidance that in part depends on planning tools.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Near-Term Actions&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;:&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in; widows: 0; orphans: 0;" align="JUSTIFY"&gt; a.)  Revise Section 15126.2 of the CEQA guidelines to evaluate the impacts of locating development in areas susceptible to hazardous conditions.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0.17in;" align="JUSTIFY"&gt; b.)  Incorporate climate adaptation considerations into the Strategic Growth Council and Sustainable Community Strategy processes to ensure incentives are provided to communities that are most vulnerable and are preparing for climate change impacts.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Febtian Yusvika W&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;b&gt;	(09100660041)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;b&gt;Passive voice &lt;/b&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt; 1. 	The window is opened by Andi  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt; 2.	A new ring road is being built by them right now  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt; 3.	The report will be read by the manager tomorrow&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt; 4.	I was invited by my friend to his party yesterday morning&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="5"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;The packages have 	been delivered by us&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt; 6.	Rice had been cooked by my mother before my father came&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt; 7.	A new car is being driven by the driver at the moment  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt; 8.	A book is going to be given to me by Rita  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;9.	The door was being opened by Dheny when I came&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt; 10.	The class of school must be cleaned by the students&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt; 11.	A delicious cake has been made by the chef in the restaurant&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt; 12.	The mouse was chased by two cat in my house&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt; 13.	The visitors were welcome by the host&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt; 14.	A letter will be sent by Rahmat to the post office&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;15.	My brother’s house was broken by two thief last night  &lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8926597934757446670-4578398141094946544?l=vietrenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vietrenz.blogspot.com/feeds/4578398141094946544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/03/bahasa-inggris.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/4578398141094946544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/4578398141094946544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/03/bahasa-inggris.html' title='Bahasa Inggris'/><author><name>viekha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00609003485783847920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5ONcgqW73I/AAAAAAAAAAY/MXKk0ZbwnPQ/S220/DSC01183.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8926597934757446670.post-3629179227911055970</id><published>2010-03-07T04:31:00.000-08:00</published><updated>2010-03-07T04:33:55.996-08:00</updated><title type='text'>Bahasa Indonesia</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;PENDAHULUAN&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.2  (Win32)"&gt;&lt;meta name="AUTHOR" content="XP"&gt;&lt;meta name="CREATED" content="20091227;8330000"&gt;&lt;meta name="CHANGEDBY" content="XP"&gt;&lt;meta name="CHANGED" content="20091230;3260000"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		H2 { margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; page-break-after: auto } 		H2.western { font-family: "Times New Roman", serif } 		H2.cjk { font-family: "Lucida Sans Unicode" } 		H2.ctl { font-family: "Tahoma" } 		P { margin-bottom: 0.08in } 		A:link { color: #0000ff } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;SISTEM PENGELOLAAN DAN PENGOLAHAN AIR BERSIH SEBAGAI SUMBER AIR YANG SEHAT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Febtian Yusvika Wahyu&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;091066004&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Jurus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;font-size:130%;" &gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;an Perencanaan Wilayah dan Kota&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="fi-FI"&gt; &lt;span style="font-size: 16pt;font-size:130%;" &gt;Fakultas Teknik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;font-size:130%;" &gt;Universitas Brawijaya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;SISTEM PENGELOLAAN DAN PENGOLAHAN AIR BERSIH SEBAGAI SUMBER AIR YANG SEHAT &lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"&gt;&lt;b&gt;Febtian Yusvika Wahyu 0910660041&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"&gt;Fakultas Teknik, jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Brawijaya&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Email : &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="mailto:akcheivad@ymail.com"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;akcheivad@ymail.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;b&gt;Abstrak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="CENTER"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;	&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Kondisi air bersih dari sungai, hujan, dan air tanah yang tercemar akibat kegiatan industri dan irigasi pertanian mengakibatkan rendahnya kualitas air yang dikonsumsi oleh masyarakat.  Ketersediaan air pun semakin langka dengan meningkatnya jumlah permintaan air oleh penduduk.  Studi ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sistem pengelolaan dan pengolahan air bersih agar kebutuhan masyarakat terhadap air terpenuhi dengan baik.  Proses pengolahan air dapat dilakukan dengan menggunakan sumber air yang berasal dari sungai, tanah, dan air pegunungan dengan skala atau standar air minum.  Proses pengolahan air tersebut antara lain proses penampungan air, proses oksidasi, pengendapan atau koagulasi, filtrasi, dan pembunuhan bakteri, jamur, dan virus.  Ada tiga prinsip dalam pengelolaan air bersih yaitu konservasi, ketahanan, dan sistem melingkar.  Dalam penggunaan air bersih, kebutuhan air oleh kegiatan industri, irigasi, dan rumah tangga harus dapat diseimbangkan dengan baik.  P&lt;/span&gt;ersediaan air dapat dikembangkan dengan cara menyediakan sarana pembuangan limbah air atau sarana sanitasi.&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Diharapkan dengan adanya sistem pengelolaan dan pengolahan air ini dapat membantu dalam mengatasi masalah air yang ada di masyarakat untuk mendapatkan sumber air yang sehat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Kata kunci: sumber air, pengelolaan dan pengolahan air bersih&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Abstract&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="CENTER"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;i&gt;Condition of potable water from river, rain, and ground water that was polluted by industry and agriculture irrigation resulted low quality of water that consumed by society.  Available of water become more rare by the increasing number of water demand.  This study conducted to examine how manage and produce working system of potable water. In order to accommodate society basic need of clean water.  The processing water can be done with mutual resources of water such as river, soil, and spring water and this process can be done by standard of  drink water.  That process are process of collecting and saving water, oxidation, coagulation, filtration, and sterility of bacteria, fungus, and virus.  Conservation, tenacity, and ring system are three principle in manage of water.  In use of water resources, need of water by industry, irrigation, and households must be considered well.  Available of water can be increased with give the medium of water waste or medium of sanitation.  By the manage and produce working system of potable water can be      problem of water in society.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;i&gt;Key words: water resources, management and produce working systems of potable water&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Pendahuluan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; 	Air merupakan unsur utama bagi hidup manusia di bumi ini.  &lt;span lang="sv-SE"&gt;Manusia mampu bertahan hidup tanpa makan dalam beberapa minggu, namun tanpa air manusia akan mati dalam beberapa hari saja.  &lt;/span&gt;Dalam bidang kehidupan ekonomi modern, air juga merupakan hal utama untuk budidaya pertanian, industri, pembangkit tenaga listrik, dan transportasi.  Semua orang berharap bahwa seharusnya air diperlakukan sebagai bahan yang sangat bernilai, dimanfaatkan secara bijak, dan dijaga dari pencemaran.  Kenyataannya air selalu dihamburkan, dicemari, dan disia-siakan.  Hampir penduduk di Indonesia menderita penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan air atau oleh air yang tercemar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; Sumber-sumber air semakin dicemari oleh limbah industri yang tidak diolah atau tercemar karena penggunaannya yang melebihi kapasitas untuk dapat diperbaharui.  Selain itu, kegiatan  irigasi pertanian juga akan mencemari air.  Padahal masyarakat sangat membutuhkan air bersih dalam melakukan kegiatan sehari-hari, sehingga pengadaan perubahan radikal dalam memanfaatkan air sangat perlu untuk mengantisipasi jika suatu saat air tidak dapat digunakan lagi tanpa pengolahan khusus yang biayanya melewati jangkauan sumber daya ekonomi bagi masyarakat.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; Orang memang memahami masalah pencemaran dan lingkungan yang biasanya merupakan akibat perindustrian maupun irigasi pertanian, tetapi tetap saja tidak menyadari implikasi penting yang dapat terjadi.  Masalah persediaan air tidak dapat ditangani secara terpisah dari masalah lain.  &lt;span lang="sv-SE"&gt;Buangan air yang tak layak dapat mencemari sumber air, dan sering kali tidak teratasi.  Ketidaksempurnaan dalam layanan pokok sistem saluran hujan yang kurang baik dan pembuangan limbah padat yang jelek juga dapat mengakibatkan hidup orang sengsara.  Oleh karena itu, perlu adanya pemikiran yang sangat penting dalam jangka panjang dari segi pengintegrasian layanan-layanan lingkungan ke dalam suatu paket pengelolaan air, pengolahan, dan penggunaan air.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;b&gt;Ketersediaan dan Kelangkaan Air&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; Air merupakan elemen yang paling melimpah di atas bumi, yang meliputi 70 % permukaannya dan berjumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik. Apabila dituang merata di seluruh permukaan bumi akan terbentuk lapisan dengan kedalaman rata-rata 3 kilometer. Namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang benar-benar dimanfaatkan, yaitu kira-kira hanya 0,003 %. Sebagian besar air, kira-kira 97 %, ada dalam samudera atau laut dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk keperluan yang banyak. Dari 3 % sisanya yang ada, hampir 87 % tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; Dalam satu tahun, rata-rata jumlah tersebut tersisa lebih dari 40.000 kilometer kubik air segar yang dapat diperoleh dari sungai-sungai di dunia. Bandingkan dengan jumlah penyedotan yang kini hanya ada sedikit di atas 3.000 kilometer kubik tiap tahun. Ketersediaan ini (sepadan dengan lebih dari 7.000 meter kubik untuk setiap orang) sepintas terlihat cukup untuk menjamin persediaan bagi setiap penduduk, tetapi kenyataannya air tersebut seringkali tersedia di tempat yang tidak tepat.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; Selain itu, angka curah hujan sering kurang dapat dipercaya, sehingga persediaan air yang nyata sering jauh di bawah angka rata-rata yang ditunjukkan. Pada musim penghujan, biasanya terjadi hujan yang sangat hebat dan hanya terjadi beberapa bulan setiap tahun. Bendungan dan tandon air yang mahal diperlukan untuk menyimpan air pada musim kemarau dan untuk menekan kerusakan musibah banjir. Bahkan di kawasan basah ini angka yang turun naik dari tahun ke tahun dapat mengurangi persediaan air yang akan terasa secara nyata.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; Pembagian dan pemanfaatan air selalu merupakan isu yang dapat mengakibatkan pertengkaran dan sering terjadi emosi di antara penduduk. Jumlah penduduk yang semakin meningkat mengakibatkan kebutuhan akan air pun meningkat dan air yang bermutu bagus semakin sulit didapatkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; Masalah terbesar mengenai persediaan air berkembang tidak hanya dari masalah kelangkaan air dibanding dengan jumlah penduduk, tetapi dari kekeliruan menentukan kebijakan tentang air, dan baru menyadari masalah-masalah tersebut lama setelah akibat yang tidak dikehendaki menjadi kenyataan. Jadi meskipun penambahan investasi dalam sektor ini diperlukan, penambahan itu perlu disertai dengan perubahan. Prioritas utama haruslah pada cara pemanfaatan paling bijak terhadap investasi besar yang telah ditanam dalam sektor ini setiap tahun.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;b&gt;Penyediaan dan Pemakaian Air&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;	Linsley &lt;i&gt;et al&lt;/i&gt;. (1992) berpendapat bahwa penyediaan air (&lt;i&gt;water supply&lt;/i&gt;) adalah penyediaan air yang mampu menyediakan air minum (&lt;i&gt;portable water&lt;/i&gt;) dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan permukiman.  Dari pengertian ini penyediaan air merupakan upaya memindahkan air dari sumber air sampai ke tempat yang membutuhkan air baik untuk keperluan rumah tangga maupun bukan rumah tangga.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;	Penyediaan air di Indonesia merupakan penyediaan air baku (&lt;i&gt;raw water&lt;/i&gt;), yaitu air yang dapat digunakan sebagai bahan baku sebelum pemakaian untuk kepentingan rumah tangga, sarana prasarana sosial, pengendalian polusi, industri, infrastruktur pemerintah dan swasta, dan pertanian.  Penyediaan air baku untuk Perusahaan Daerah Air Minum secara operasional dapat diperoleh dari sumur, sungai, danau,dan mata air (Agung, 2000).&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;	Penyediaan sarana air bersih banyak yang tidak berfungsi dan sebagian besar mengalami kegagalan.  Proyek air yang dibangun tidak berfungsi dan mengalami kegagalan karena tidak memperhatikan aspek sosial demografi dan budaya masyarakat setempat (Nyong &amp;amp; Kanaroglou, 1999)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; Sedangkan pemakaian air menurut Mays dan Tung (1992) mengelompokkan pemakaian air (&lt;i&gt;water use&lt;/i&gt;) menjadi dua, yaitu penggunaan konsumsi (&lt;i&gt;consumptive use&lt;/i&gt;) dan penggunaan bukan konsumsi (&lt;i&gt;nonconsumtive use&lt;/i&gt;).  Penggunaan konsumsi meliputi kebutuhan air untuk pemakai permukiman kota, pertanian, industri, dan pertambangan. Sedangkan air bukan konsumsi berupa penggunaan air secara langsung pada badan sungai (&lt;i&gt;instream&lt;/i&gt;) untuk penggunaan lain seperti tenaga air (&lt;i&gt;hydropower&lt;/i&gt;), transportasi, dan rekreasi.  Penggunaan air (&lt;i&gt;water use&lt;/i&gt;) adalah jumlah air yang diperlukan untuk mencapai suatu sasaran, sedangkan kebutuhan air (&lt;i&gt;water demand&lt;/i&gt;) adalah pengaturan jumlah air yang digunakan konsumen persatuan waktu pada tingkat harga air tertentu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;	Ghee (1991) mengelompokkan kebutuhan air suatu permukiman meliputi air untuk rumah tangga (&lt;i&gt;domestic&lt;/i&gt;), air untuk perdagangan dan industri (&lt;i&gt;commercial and industrial&lt;/i&gt;), air untuk penggunaan umum (&lt;i&gt;public use&lt;/i&gt;), kehilangan air pada jaringan pipa dan penggelontoran (&lt;i&gt;loss and waste&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt; &lt;h2 class="western" style="line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Sumber air bersih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="fi-FI"&gt;	&lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Air bersih&lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; adalah salah satu jenis sumber daya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari termasuk diantaranya adalah sanitasi.  Untuk konsumsi &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;air minum, &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Logam_berat"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;logam berat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;.  Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, masih terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;bakteri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; misalnya &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Escherichia_coli"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Escherichia coli&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; atau zat-zat berbahaya.  Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga mendidih masih terdapat banyak zat berbahaya terutama logam dan tidak dapat dihilangkan dengan cara ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="fi-FI"&gt;Sumber air bersih dapat diperoleh melalui sungai, curah hujan, air permukaan tanah, dan air bawah tanah.  Hujan dimanfaatkan sebagai sumber dari air bersih, sumber air ini digunakan oleh perorangan atau berkelompok dan pemerintah biasanya membangun bendungan dan tandon air yang mahal untuk menyimpan air bersih pada saat musim kemarau dan untuk menekan kerusakan musibah banjir.  Rata-rata air bersih yang diperoleh dari sungai adalah lebih dari 40.000 kilometer kubik air segar diperoleh dari sungai-sungai di dunia.  Ketersediaan air ini lebih dari 7.000 meter kubik untuk setiap orang yang sepintas terlihat cukup untuk menjamin persediaan yang cukup bagi setiap penduduk, tetapi kenyataannya air tersebut sering tersedia di tempat yang tidak tepat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2 class="western" style="line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Penyalahgunaan dan Pencemaran Air Bersih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Sumber-sumber air bersih yang diperoleh dari sungai, hujan, dan tanah biasanya terganggu akibat penggunaan dan penyalahgunaan sumber air seperti pertanian, industri, dan eksploitasi sumber air secara keseluruhan oleh rumah tangga.  Pada pertanian, penghamburan air akibat ketiadaan penyaluran air yang baik pada lahan yang diairi dengan irigasi (untuk penghematan dalam jangka pendek) dapat berakibat terjadinya kuba&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;ngan dan penggaraman yang mengakibatkan hilangnya produktivitas air dan tanah. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Pada industri, air yang digunakan lebih sedikit dari air yang digunakan pada irigasi pertanian, namun penggunaan air pada bidang industri berdampak lebih parah dari penggunaan air pada bidang pertanian.  Penggunaan air bagi industri sering tidak diatur dalam kebijakan sumber daya air nasional dan cenderung berlebihan.  Selain itu pembuangan limbah industri yang tidak diolah dapat mengakibatkan pencemaran bagi air permukaan atau air bawah tanah sehingga menjadi terlalu berbahaya untuk dikonsumsi.  Air buangan industri sering dibuang langsung ke sungai dan saluran-saluran, mencemari sungai itu, dan pada akhirnya mencemari lingkungan laut, kadang-kadang buangan tersebut dibiarkan meresap ke dalam sumber air tanah tanpa melalui proses pengolahan apapun.  Kerusakan yang diakibatkan oleh buangan ini sudah melewati proporsi volumenya.  Banyak bahan kimia modern begitu kuat sehingga sedikit kontaminasi saja sudah cukup membuat air dalam volume yang sangat besar tidak dapat digunakan untuk minum tanpa proses pengolahan khusus.  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;b&gt;Sistem Pengolahan Air Bersih&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Sistem pengolahan air bersih dapat dilakukan dengan&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; menggunakan sumber air baku sungai, tanah, dan air pegunungan dengan skala atau standar air minum dan memerlukan beberapa proses.  Proses yang perlu diterapkan tergantung dari kualitas air baku tersebut. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; Proses yang diterapkan dalam sistem pengolahan air bersih antara lain :&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;1.	Proses penampungan air dalam bak penampungan air yang bertujuan sebagai tolak ukur dari debit air bersih yang dibutuhkan.  Ukuran bak penampungan disesuaikan dengan kebutuhan (debit air) dengan ukuran bak dua kali dari kebutuhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;2.	Proses oksidasi atau penambahan oksigen ke dalam air agar kadar logam berat serta zat kimiawi lainnya yang terkandung dalam air mudah terurai. Dalam proses ini dilakukan penambahan oksigen dengan sistem aerasi yang menggunakan alat aerator dan juga dapat dilakukan dengan menggunakan katalisator, yaitu bahan kimia untuk mempercepat proses terurainya kadar logam berat serta zat kimiawi lainnya dengan menggunakan clorine, kaporite, dan kapur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;3.	Proses pengendapan atau koagulasi,&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; yaitu proses yang dilakukan dengan menggunakan bahan kimia seperti bahan koagulan (Hipoklorite/PAC) dengan rumus kimia. Proses ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan teknik &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;lamela plate&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;4.	Proses filtrasi (&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;carbon actived&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;), proses ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang masih terkandung dalam air dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas air agar air yang dihasilkan tidak mengandung bakteri (&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;sterile&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;) sera menghilangkan rasa dan aroma air. Biasanya proses ini menggunakan bahan &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;sand filter&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; yang disesuaikan dengan kebutuhan baik debit maupun kualitas air dengan media filter, yaitu &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;silica sand&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;quarsa&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;zeolite&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;5.	Proses pembunuhan bakteri, virus, jamur, dan makroba bertujuan untuk mengurangi patogen yang ada, proses ini menggunakan proses chlorinator atau sterilisasi dengan menggunakan kaporit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;b&gt;Tiga Prinsip dalam Pengelolaan Air Bersih untuk Mendukung Pembangunan Masa Depan yang Sehat&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;	&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Untuk mendapatkan air bersih yang sehat, perlu adanya prinsip dalam pengelolaan air bersih untuk mendukung pembangunan masa depan yang sehat. Ada tiga macam prinsip dalam pengelolaan air, yang pertama adalah konservasi, konservasi berarti menggunakan air hanya secukupnya untuk memenuhi kebutuhan tanpa pemborosan.  Konservasi yang efektif biasanya meliputi suatu paket langkah pengendalian kebocoran, penggunaan peralatan untuk penghematan air, tarif yang berdaya mencegah pemborosan, dan kampanye untuk mendorong konsumen lebih sadar terhadap akibat penggunaan yang boros. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;	&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kedua adalah ketahanan yang&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; berarti penggunaan teknologi dan sistem yang selalu siap bekerja dengan sumber-sumber daya yang dapat diperoleh dari lingkungan masyarakat yang dilayani tanpa ketergantungan yang berlebih pada masukan dari luar.  Sumber daya ini tidak hanya keuangan, tetapi juga mengelola sistem dan ketrampilan yang diperlukan untuk merawat dan memperbaiki peralatan yang telah dipasang.  Ketahanan peduli terhadap penggunaan sistem air minum dan sanitasi yang disenangi masyarakat dan juga peduli terhadap partisipasi masyarakat dalam memilih teknologi yang akan diterapkan dan dalam menentukan cara mengelolanya, demikian juga dalam perencanaan, konstruksi, manajemen, dan operasi dan pemeliharaan yang tepat.  Sistem yang tidak mampu berjalan atau yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat yang seharusnya dilayani merupakan penyia-nyiaan investasi sumberdaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Prinsip ketiga adalah s&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;istem melingkar (&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;Circular System&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;). &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Dengan meningkatnya tekanan jumlah penduduk terhadap sumber daya yang terbatas, maka kita perlu memikirkan sistem melingkar dan bukan garis lurus. Kota yang membuang polusinya ke saluran air dan mengakibatkan masalah bagi orang lain dan tidak bisa diterima lagi.  Sebaliknya, air limbah yang telah diolah seharusnya dianggap sebagai suatu sumber bernilai yang dapat dipakai&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;b&gt;Perlunya Paradigma Baru dalam Pengelolaan Air Bersih&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;	&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Perusahaan Daerah Air Minum selalu menyelesaikan permalahannya secara reaktif.  Solusi yang diambil selalu didasarkan pada satu aspek tanpa melihat aspek lain yang terkait, misalnya kerugian yang dialami oleh PDAM selalu diatasi dengan meningkatkan tarif dasar air tanpa melihat sebab dari permasalahan lain. Keadaan tersebut membuat PDAM di Indonesia mengalami penurunan secara terus menerus setiap tahunnya. Oleh karena itu diperlukan paradigma baru untuk mengganti paradigma lama. Paradigma baru memandang permasalahan pengelolaan air bersih dari seluruh aspek yang terkait. Aspek yang terkait tersebut adalah aspek lingkugan sosial, lingkungan fisik, teknologi, kelembagaan, keuangan, tingkat pelayanan, dan efisiensi pengelolan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;	Pemecahan masalah secara komprehensif membutuhkan pemahaman secara baik tentang faktor yang menimbulkan masalah dan hubungan antara setiap elemen. Oleh karena itu analisis dan formulasi permasalahan menjadi sebuah tahap penting sebelum berpikir sebuah strategi secara menyeluruh dalam memecahkan masalah. Paradigma baru dibutuhkan untuk mengganti paradigma lama karena dinilai gagal dalam memahami kompleksitas permasalahan secara menyeluruh. Penerapan paradigma baru tersebut dapat membantu untuk memahami kompleksitas permasalahan secara menyeluruh dan memecahkan permasalahan yang dialami, sehingga dapat mewujudkan pelayanan air bersih secara berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt; &lt;b&gt;Strategi Penggunaan Air Bersih&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Selain untuk kebutuhan irigasi, air yang diambil dari lapisan sumber air bawah tanah dapat dipakai untuk keb&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;utuhan rumah tangga.  Hal ini bertujuan untuk mencegah perembesan air garam di sepanjang pantai dengan memasukkan air ke jaringan-jaringan tersebut dan dengan kewaspadaan yang benar.  Selain itu, unsur hara dalam limbah sebaiknya tidak begitu saja dibuang yang dapat mengakibatkan terjadinya rawa-rawa &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;(eutrophication)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; di saluran dan sungai. Setiap hari ribuan ton unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan potasium, mengalir dari desa ke kota dalam bentuk makanan.  Di seluruh dunia, lebih dari dua per tiga unsur hara yang terdapat dalam limbah manusia di buang ke lingkungan dalam bentuk limbah cair yang tidak diolah dan tentu saja unsur hara yang hilang ini pada akhirnya harus diganti dengan pupuk petrokimia. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Persediaan air harus dikembangkan secara seimbang untuk meningkatkan kuantitas persediaan air.  Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menyediakan sarana pembuangan limbah air atau sarana sanitasi pokok sehingga tingkat kesehatan akan meningkat dengan adanya lingkungan dan air yang bersih&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Proses pengambilan keputusan juga perlu diperbaiki.&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;  Terlalu banyak usulan proyek yang diterima hanya berdasarkan rendahnya biaya modal awal, tanpa mempertimbangkan faktor-faktor penting lainnya yang berhubungan dengan ketahanan &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;(sustainability).  &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Selanjutnya, akibat jangka panjang yang tak bisa diperbaiki, karena merosotnya mutu lingkungan dan habisnya sumber daya perlu dinilai secara lebih realistis agar pengurasan dan pencemaran air oleh industri dan kota bukan lagi merupakan strategi yang secara komersial dianggap sehat. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="CENTER"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;enutup&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" lang="sv-SE"&gt; &lt;b&gt;Kesimpulan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;	&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Air merupakan unsur utama hidup manusia yang sangat dibutuhkan oleh semua orang.  Tanpa air semua makhluk yang ada di bumi akan mati.  Air dapat diperoleh dari sumber air seperti sungai, curah hujan, dan air tanah, tetapi sumber-sumber air tersebut telah tercemar oleh kegiatan industri dan pembuangan limbah rumah tangga.  Ketersediaan air saat ini pun semakin langka karena meningkatnya jumlah permintaan akan kebutuhan air oleh penduduk.  Penyediaan air pun dapat dilakukan oleh PDAM yang diperoleh dari sumur, sungai, danau, dan mata air. Untuk penggunaannya ada dua macam yaitu penggunaan konsumsi dan penggunaan bukan konsumsi.  Penggunaan konsumsi digunakan untuk penduduk permukiman kota, pertanian, industri, dan pertambangan.  Sedangkan air bukan konsumsi berupa penggunaan air secara langsung pada badan sungai (&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;instream&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;) untuk penggunaan lainnya seperti tenaga air (&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;hydropower&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;), transportasi, dan rekreasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;	Untuk dapat memperoleh dan menggunakan air yang bersih dan sehat perlu adanya pengolahan yang baik.  Pengolahan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan sumber air baku sungai, tanah, dan air pegunungan dengan skala atau standar air minum dan memerlukan proses untuk melakukannya.  Proses tersebut adalah proses penampungan air, proses oksidasi atau penambahan oksigen ke dalam air, pengendapan atau koagulasi, filtrasi, dan pembunuhan bakteri, jamur, dan virus. Dalam pengelolaan air bersih ada tiga prinsip yang dilakukan, yaitu konservasi, ketahanan, dan sistem melingkar.  Ketiga prinsip ini bertujuan untuk mendukung pembangunan masa depan yang sehat dan menciptakan masyarakat yang sehat juga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;	Strategi penggunaan air pun juga harus dapat diseimbangkan antara pemakaian yang satu dengan yang lainnya atau dapat saling mengganti agar tidak boros dalam pemakaiannya seperti kebutuhan air untuk irigasi yang belum berfungsi dialihkan pada jaringan rumah tangga agar sumber air terpakai.  Penerapan paradigma baru dalam mengganti paradigma lama akan membantu untuk memahami kompleksitas permasalahan secara menyeluruh dan memecahkan permasalahan yang dialami, sehingga dapat mewujudkan pelayanan air bersih secara berkelanjutan.  Selain itu untuk menciptakan lingkungan yang sehat dengan sumber air yang sehat diperlukan suatu keputusan yang bijak agar pembangunan yang ada di Indonsia ini terarah dengan sumber daya air yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt; &lt;b&gt;Saran&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;b&gt;	&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Studi lanjutan dalam pengelolaan dan pengolahan air bersih akan membantu masyarakat dalam kebutuhan akan air dan mendukung terciptanya pembangunan masa depan yang sehat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="CENTER" lang="fi-FI"&gt; &lt;b&gt;Daftar Pustaka&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="fi-FI"&gt;Syahrani, Djoko L., &amp;amp; Fatchan N (2004). Analisis Peranserta Masyarakat dalam Pengelolaan Air Bersih. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;i&gt;Jurnal Manusia dan Lingkungan. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;XI (2): 86-95.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; Ghee, TJ. (1991). Water Supply &amp;amp; Sewerage. &lt;i&gt;Sixth Edition. McGraw-Hill Book&lt;/i&gt;. Singapore, 2, 10-11&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; Linsley, R.K., and J.B Franzini, D,L. Freyberd, G. Tchobanoglous. (1992). Water Resources Engineering. Fourth and Management. &lt;i&gt;McGraw-Hill Book Co&lt;/i&gt;. Singapore, 497  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; Mays, L.W. and Y.K. Tung. 1992. Hydro System  Engineering and Management. &lt;i&gt;McGraw-Hill Book Co. Singapore&lt;/i&gt;, 221-222.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; Nyong, A.O. and P.S. Kanaroglou. 1999. Domestic Water Use in Rural Semiarid Africa : A Case Study of Katako Village in Northeastern Nigeria&lt;i&gt;. The Journal of Human Ecology&lt;/i&gt;. Vol.27, No.4, 1999. McMaster University Hamilton.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; Middleton, R. (2004). &lt;i&gt;Air Bersih Sumber Daya yang Rawan&lt;/i&gt;, Malang: IKIP Malang, &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://jakarta.usembassy.gov/ptp/airbrs1.html"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;http://jakarta.usembassy.gov/ptp/airbrs1.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt; (21 Desember 2009)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Awaluddin, N. (2007). &lt;i&gt;Teknologi Pengolahan Air Tanah Sebagai Sumber Air Minum Pada Skala Rumah Tangga&lt;/i&gt;, Jakarta: &lt;a href="http://unlastnoel.files.wordpress.com/2009/04/awaluddin-in-teknologi-air-minum-pam-ftsp-uii1.pdf%20%2821"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;http://unlastnoel.files.wordpress.com/2009/04/awaluddin-in-teknologi-air-minum-pam-ftsp-uii1.pdf&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; (21&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Desember 2009)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.19in; margin-bottom: 0.19in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt; &lt;span lang="it-IT"&gt;Pramono, S. S., (2001)&lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;&lt;i&gt;Pendekatan Sistem pada Pengelolaan Air Bersih di Indonesia&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;, Bandung: &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://repository.gunadarma.ac.id:8000/browse.php?nfile=633"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;http://repository.gunadarma.ac.id:8000/browse.php?nfile=633&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8926597934757446670-3629179227911055970?l=vietrenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vietrenz.blogspot.com/feeds/3629179227911055970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/03/bahasa-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/3629179227911055970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/3629179227911055970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/03/bahasa-indonesia.html' title='Bahasa Indonesia'/><author><name>viekha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00609003485783847920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5ONcgqW73I/AAAAAAAAAAY/MXKk0ZbwnPQ/S220/DSC01183.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8926597934757446670.post-5900987319862684605</id><published>2010-03-07T04:29:00.000-08:00</published><updated>2010-11-22T01:32:19.360-08:00</updated><title type='text'>Agama</title><content type='html'>Agama Pending..........&lt;br /&gt;hehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8926597934757446670-5900987319862684605?l=vietrenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vietrenz.blogspot.com/feeds/5900987319862684605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/03/agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/5900987319862684605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/5900987319862684605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/03/agama.html' title='Agama'/><author><name>viekha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00609003485783847920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5ONcgqW73I/AAAAAAAAAAY/MXKk0ZbwnPQ/S220/DSC01183.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8926597934757446670.post-2593141480114813423</id><published>2010-03-07T04:04:00.000-08:00</published><updated>2010-03-07T04:07:53.667-08:00</updated><title type='text'>sekilaz PWK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5OW-C68J-I/AAAAAAAAABk/qcmHDFxuOBI/s1600-h/PWK.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 293px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5OW-C68J-I/AAAAAAAAABk/qcmHDFxuOBI/s320/PWK.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445862367101200354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;VISI, MISI, DAN TUJUAN&lt;br /&gt;FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VISI&lt;br /&gt;Menjadikan Fkultas Teknik Universitas Brawijaya sebagai intitusi pendidikan yang tekemuka dalam penyelenggaraan Tri Dharma perguruan tinggi bidang ilmu keteknikan dalam lingkup nasional dan internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MISI&lt;br /&gt;1.Menyelenggarakan pendidikan ilmu keteknikan yang berstandar asional dan internasonal dengan melakukan perbaikan tata kelola,peningkatan mutu, relevasi dan daya asing, yang berkelanjutan.&lt;br /&gt;2.Mengembangkan ilmu keteknikan yang berguna bagi masyarakat melalui kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN&lt;br /&gt;1.Menghasilkan lulusan yang berkepribadian dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;2.Menghasilkan lulusan yang berdaya asing tinggi dan berwawasan global.&lt;br /&gt;3.Menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan ilmu keteknikan yang bermanfaat bagi bangsa, negara, dan umat manusia.&lt;br /&gt;4.Menghasilkan,menyebarluaskan, dan menerapkan ilmu keteknikan yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilaz tentang Perencanaan Wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan Wilayah merupakan perencanaan penggunaan ruang wilayah dan perencanaan aktivitas pada ruang wilayah tersebut. perencanaan ruang wilayah tercakup dalam kegiatan perecanaan tata ruang, sedangkan perencanaan aktivitas pada ruang wilaah (terutama aktivitas ekonomi) tercaup dalam kegiatan peencanaan pembangunan wilayah, baik jangka panjang,jangka menengah, maupun jangka pendek. Perencanaan tata ruang wilayah biasanya tercakup dalam bidag tersendiri dan merupakan mata kuliah yang terpisah dari perencanaan pembangunan wilayah. Isi dai ilmu perencanaan pada umumnya terdiri atas tiga kategori atau subbidang pengetahua,yaitu subtane, methods, dan Tools. Substance menyangkut isi atau matei permasalahan. Methods menyangkut pross atau prosedur mengatasi permasalahan. Tools adalah alat analisis yang diperlukan dalam mendalami materi maupun dalam proses atau prosedur mengatasi permasalahan tersebut. dalam materi perencanaan, kita dihadapkan dengan adanya kondisi eksisting bak potensi fisik maupun potensi manusia. Kita harus memperhatikan prinsip-prinsip yang dianut manusia dalam kehidupannya pada ruang wilayah tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8926597934757446670-2593141480114813423?l=vietrenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vietrenz.blogspot.com/feeds/2593141480114813423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/03/sekilaz-pwk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/2593141480114813423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/2593141480114813423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/03/sekilaz-pwk.html' title='sekilaz PWK'/><author><name>viekha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00609003485783847920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5ONcgqW73I/AAAAAAAAAAY/MXKk0ZbwnPQ/S220/DSC01183.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5OW-C68J-I/AAAAAAAAABk/qcmHDFxuOBI/s72-c/PWK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8926597934757446670.post-6799355935841487672</id><published>2010-03-07T03:30:00.000-08:00</published><updated>2010-03-07T04:10:12.025-08:00</updated><title type='text'>vk poto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5OQPCYpXFI/AAAAAAAAABc/R_9akGp3KRM/s1600-h/cekrakcekrik0110.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 241px; height: 203px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5OQPCYpXFI/AAAAAAAAABc/R_9akGp3KRM/s320/cekrakcekrik0110.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445854962433743954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5OQOHDiH9I/AAAAAAAAABU/rpklo6iVQ1c/s1600-h/cekrakcekrik0068.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5OQOHDiH9I/AAAAAAAAABU/rpklo6iVQ1c/s320/cekrakcekrik0068.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445854946507497426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5OQNs36tcI/AAAAAAAAABM/0jcSrMlVjak/s1600-h/cekrakcekrik0067.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5OQNs36tcI/AAAAAAAAABM/0jcSrMlVjak/s320/cekrakcekrik0067.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445854939479455170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5OQNHaHPOI/AAAAAAAAABE/96BJNfBgcAQ/s1600-h/cekrakcekrik0066.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5OQNHaHPOI/AAAAAAAAABE/96BJNfBgcAQ/s320/cekrakcekrik0066.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445854929422335202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5OQMhQRfUI/AAAAAAAAAA8/3M0V4L1nZw8/s1600-h/cekrakcekrik0063.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5OQMhQRfUI/AAAAAAAAAA8/3M0V4L1nZw8/s320/cekrakcekrik0063.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445854919180516674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8926597934757446670-6799355935841487672?l=vietrenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vietrenz.blogspot.com/feeds/6799355935841487672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/03/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/6799355935841487672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/6799355935841487672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/03/blog-post.html' title='vk poto'/><author><name>viekha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00609003485783847920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5ONcgqW73I/AAAAAAAAAAY/MXKk0ZbwnPQ/S220/DSC01183.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5OQPCYpXFI/AAAAAAAAABc/R_9akGp3KRM/s72-c/cekrakcekrik0110.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8926597934757446670.post-8508569759601801505</id><published>2010-03-06T04:22:00.001-08:00</published><updated>2010-03-07T03:52:21.881-08:00</updated><title type='text'>profil</title><content type='html'>Meee…..as Vika&lt;br /&gt;Arema asli sekarang as mahasiswi di Univ. Brawijaya&lt;br /&gt;Jurusan PWK (Perencanaan Wilayah dan Kota)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang kota yang paling menyenangkan,&lt;br /&gt;apalagi Brawijaya..waaahhh….tmennya asyk2 d pokoknya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smgad buat tugaz2 yg dberikan bpk ibu dosen,,&lt;br /&gt;Smga nilai2 yg dberikan A smua,amin..hehe^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8926597934757446670-8508569759601801505?l=vietrenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vietrenz.blogspot.com/feeds/8508569759601801505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/03/profil.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/8508569759601801505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/8508569759601801505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/03/profil.html' title='profil'/><author><name>viekha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00609003485783847920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5ONcgqW73I/AAAAAAAAAAY/MXKk0ZbwnPQ/S220/DSC01183.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8926597934757446670.post-7382095289265257742</id><published>2010-03-06T04:02:00.000-08:00</published><updated>2010-03-29T02:47:35.178-07:00</updated><title type='text'>VIDEO</title><content type='html'>&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ACTky6bqyd4&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ACTky6bqyd4&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/8hgsgmhv0fc&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/8hgsgmhv0fc&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="385" width="480"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8926597934757446670-7382095289265257742?l=vietrenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vietrenz.blogspot.com/feeds/7382095289265257742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/03/video.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/7382095289265257742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8926597934757446670/posts/default/7382095289265257742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vietrenz.blogspot.com/2010/03/video.html' title='VIDEO'/><author><name>viekha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00609003485783847920</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Asx02StBZ3M/S5ONcgqW73I/AAAAAAAAAAY/MXKk0ZbwnPQ/S220/DSC01183.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
