Have an account?

Minggu, 07 Maret 2010

Sosiologi

Daftar Isi

BAB I

PENDAHULUAN


    1. Latar Belakang

Indonesia semakin terpuruk dengan perilaku warga negaranya yang sudah tidak lagi mencerminkan sebagai seorang warga negara yang baik. Perilaku tersebut adalah perilaku yang menyimpang dari norma dan aturan yang ada di Indonesia. Kurangnya kesadaran akan cinta pada bangsanya tidak sedikit dilakukan oleh kebanyakan orang terutama para remaja, lebih-lebih remaja yang ada di perkotaan. Padahal para remaja adalah generasi penerus bangsa yang seharusnya bisa menumbuhkan semangat untuk menjunjung nilai-nilai dari norma dan aturan yang ada. Susahnya para pejuang bangsa untuk merebut kembali kemerdekaan Indonesia tidak lagi dihiraukan oleh para remaja di perkotaan karena yang ada dalam pikiran mereka hanyalah bersenang-senang dan berfoya-foya. Padahal remaja saat ini tinggal meneruskan perjuangan para pejuang terdahulu bukan malah merusaknya dengan tidak memikirkan masa depan dirinya sendiri dan masa depan bangsanya.

Masa remaja yang merupakan peralihan dari masa anak menuju ke masa dewasa ini akan mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif yang ada di lingkungan sekitar mereka. Hal-hal negatif tersebut merupakan penyimpangan sosial yang dilakukan para remaja dan biasanya mereka dicap sebagai remaja yang nakal (kenakalan remaja). Mudahnya mempengaruhi para remaja ini menjadikan remaja sebagai sasaran atau korban dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Apalagi kehidupan remaja sekarang telah dimasuki oleh dunia gelap yang akan mempengaruhi perilaku dan perkembangan mental para remaja. Dunia gelap itu sangat menjerumuskan para remaja seperti narkoba atau saat ini dikenal sebagai napza. Kata narkoba pun sudah tidak asing di telinga setiap remaja, terutama para remaja di daerah perkotaan. Remaja sesungguhnya tahu akan keberadaan narkoba yang dilarang karena sangat berbahaya, tetapi tidak sedikit para remaja yang mengkonsumsi atau bahkan mengedarkannya. Penyalahgunaan narkoba oleh para remaja di perkotaan ini pasti akan mempengaruhi perilaku dan mental mereka, sedangkan perilaku remaja merupakan cermin dari perilaku suatu bangsa terhadap pandangan dunia. Jika perilaku para remaja buruk maka pandangan terhadap suatu bangsa di mata bangsa lain akan dicap sebagai negara yang buruk pula.


    1. Rumusan Masalah

1.2.1 Faktor apa saja yang mendorong para remaja di perkotaan untuk menyalahgunakan narkoba?

1.2.2 Apa saja dampak yang terjadi akibat penyalahgunaan narkoba?

1.2.3 Bagaimana cara menanggulangi penyalahgunaan narkoba oleh remaja?

1.2.4 Bagaimana pengaruh sosial terhadap keberadaan penyalahgunaan narkoba oleh remaja di perkotaan?


    1. Tujuan Penelitian

1.3.1 Untuk mengetahui faktor yang mendorong para remaja di perkotaan terhadap penyalahgunaan narkoba

1.3.2 Untuk mengetahui dampak apa saja yang terjadi akibat penyalahgunaan narkoba

1.3.3 Untuk mengetahui bagaimana cara menanggulangi penyalahgunaan narkoba oleh remaja

1.3.4 Untuk mengetahui bagaimana pengaruh sosial terhadap keberadaan penyalahgunaan narkoba oleh remaja di perkotaan








BAB II

KAJIAN PUSTAKA


    1. Mengenal Remaja

Remaja menurut Rahmadona Fitri adalah periode transisi antara masa anak-anak dan masa remaja. Masa remaja adalah masa-masa timbulnya kesulitan dan perselisihan antara anak dengan orang tua atau siapa pun yang mencerminkan kakuasaan. Hal tersebut karena secara fisiologis si anak sedang mengalami sesuatu yang baru dan merasakannya, hal itu akibat dimulainya aktifitas hormonal di usia puber dan faktor-faktor sosial serta psikologis yaitu kebutuhan untuk mandiri secara emosional dalam praktek sehari-harinya. (www.rahmadona.wordpress.com)

Masa remaja identik dengan lingkungan sosial tempat berinteraksi dan membuat mereka dituntut untuk dapat menyesuaikan secara efektif tetapi remaja seringkali meluapkan kelebihan ernerginya ke arah yang tidak positif. Hal tersebut akan berpengaruh pada nilai dan norma yang dimiliki oleh para remaja, nilai dan norma biasanya diperoleh remaja melalui proses identifikasi dengan orang yang dikaguminya terutama dari tokoh masyarakat maupun dari bintang-bintang yang dikaguminya.

Para remaja juga memiliki tugas-tugas perkembangan yang perlu diketahui, antara lain remaja dapat menerima keadan fisiknya dan dapat memanfaatkan secara efektif, remaja dapat memperoleh kebebasan emosional dari orang tua, mengetahui dan menerima kemampuan sendiri, memperkuat penguasaan dari atas dasar skala nilai dan norma, emosinya tidak stabil, cara berpikirnya bersifat kausltar, dan terikat erat dengan kelompoknya. Hal-hal tersebut adalah dasar mudah tidaknya para remaja terpengaruh terhadap lingkungan atau apa yang terjadi di sekitarnya (www. Joksarsmagma.blogspot.com).

Peran aktif para remaja dalam kegiatan positif sangat dibutuhkan oleh masyarakat umum, karena remaja adalah generasi yang akan menjadi penerus generasi sebelumnya. Kemajuan suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh kualitas pemuda yang meliputi semua aspek kehidupan, seperti dalam hal pendidikan, kebudayaan, dan moral. Untuk membentuk remaja yang bisa menjadi harapan bangsa bukanlah hal yang mudah, tetapi usaha ini membutuhkan kerja keras dan kerjasama dari semua pihak, mulai dari lingkungan yang paling kecil yaitu keluarga, kemudian perkampungan dimana mereka tinggal, lingkungan sekolah, sampai pada lingkungan dimana mereka berada dalam suatu negara.

Usia remaja memang masih sangat labil sehingga mudah untuk terpengaruh dengan keadaan di sekitar mereka, maka peran orang tua dalam perkembangan remaja sangat dibutuhkan. Kasih sayang dan perhatian dari orang tua sangat diperlukan untuk membentuk karakter mereka. Hal yang harus ditanamkan pada setiap pemuda sejak dini adalah agama, karena dengan diperkenalkan agama pada mereka, maka moral mereka akan terbentuk menjadi seorang pemuda yang agamis. Kita semua tidak bisa menafikan urgensitas agama, karena dengan agama manusia bisa membedakan antara yang benar dan yang salah, serta dengan agama pula kita bisa tahu tentang tata cara hidup yang benar.

Selain menanamkan pengetahuan rohani (keagamaan) kepada pemuda, pendidikan juga menjadi hal yang sangat penting untuk ditekankan pada mereka sejak dini, karena kewajiban mencari limu adalah dari lahir sampai liang lahat. Pendidkan adalah alat yang akan membentuk generasi yang berilmu, karena dengan ilmu akan menjadikan manusia lebih mulia dari makhluk yang lain. Di era modern ini, pemuda dituntut untuk bisa mengetahui banyak hal tentang perkembangan sains dan teknologi yang semakin canggih. Ini menjadi tantangan yang harus dihadapi, karena perkembangan keilmuan yang terus berkembang di belahan dunia. Ketika pemuda sudah dibekali dengan pengetahuan yang bagus maka akan menjadi modal besar bagi suatu bangs a untuk bisa bersaing dengan bangsa lain.

Pergaulan juga menjadi bahan yang perlu diperhatikan, karena pengaruh dari pergaulan bebas sangat dominan bagi para pemuda. Ketika mereka bergaul tanpa bisa memilih komunitas, maka mereka akan bisa terbawa arus. Sehingga maraknya pengisap narkoba dari kalangan remaja merupakan faktor pergaulan yang kurang hati-hati. Dalam hal ini peran orang tua atau keluarga, guru dan lingkungan sekolah atau lembaga pendidikan, pemuka agama serta peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam kerjasama yang menyentuh semua elemen masyarakat untuk mewujudkan generasi yang pandai dan bermoral.


    1. Kenakalan remaja

Kenakalan remaja merupakan gejala umum yang terjadi khususnya di kota-kota besar yang kehidupannya diwarnai dengan adanya persaingan-persaingan yang diwarnai dengan kebutuhan hidup baik yang dilakukan secara sehat maupun tidak sehat. Persaingan tersebut terjadi dalam segala aspek kehisupan khususnya kesempatann memperoleh pendidikan dan pekerjaan. Kompleksnya kehidupan tersebut memungkinkan terjadinya kenakalan remaja.

Kenakalan remaja merupakan perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa, ia berada pada masa transisi. Menurut Kartono, ilmuwan sosiologi, Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang. Sedangkan menurut Santrock, Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal (www.AsianBrain.com)

      1. Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja

Perilaku nakal remaja bisa disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor dari dalam diri remaja (internal) dan faktor dari luar remaja (eksternal).

  1. Faktor internal

Faktor internal meliputi :

    1. Krisis identitas, yaitu perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.

    2. Kontrol diri yang lemah, yaitu Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku nakal. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

2. Faktor eksternal

Faktor eksternal meliputi :

  1. Keluarga, perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja

  2. Teman sebaya yang kurang baik

  3. Komunitas atau lingkungan tempat tinggal yang kurang baik

2.2.2 Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja adalah:

1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.

  1. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.

  2. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.

  3. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.

  4. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

    1. Dunia Narkotika

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat atau bahan berbahaya. Selain narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua istilah ini, baik narkoba atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis.

Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tidak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa di sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas, dan pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu merajarela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.

Masalah utama remaja berawal dari pencarian jati diri. Mereka mengalami krisis identitas karena untuk dikelompokkan ke dalam kelompok anak-anak merasa sudah besar, namun kurang besar untuk dikelompokkan dalam kelompok dewasa. Hal ini merupakan masalah bagi setiap remaja di belahan dunia ini. Oleh karena pergumulan di masa remaja ini, maka remaja mempunyai kebutuhan sosialisasi yang seoptimal mungkin, serta dibutuhkan pengertian dan dukungan orangtua dan keluarga dalam kerentanan di masa remaja.

Bila kebutuhan remaja kurang diperhatikan, maka remaja akan terjebak dalam perkembangan pribadi yang lemah, bahkan dapat dengan mudah terjerumus ke dalam belenggu penyalahgunaan narkoba. Hingga sekarang, penyalahgunaan narkoba semakin luas di masyarakat kita, terutama semakin banyak di kalangan para remaja yang sifatnya ingin tahu dan ingin coba-coba. Banyak alasan mengapa banyak yang terjerumus ke bahan terlarang dan berbahaya ini kemudian tidak mampu melepaskan diri lagi, alasannya antara lain hal ini sudah dianggap sebagai suatu gaya hidup masa ini, dibujuk orang agar merasakan manfaatnya, ingin lari dari masalah yang ada, untuk merasakan kenikmatan sesaat, dan ketergantungan dan tidak ada keinginan untuk berhenti
dan mungkin masih banyak alasan lainnya.

Pada dasarnya narkoba itu dibagi atas 4 kelompok, yaitu:
1. narkotika, yaitu terutama opiat atau candu.

2. halusinogenik, misalnya ganja atau mariyuana

3. stimulan, misalnya ekstasi dan shabu-shabu

4. depresan, misalnya obat penenang.

Masing-masing kelompok mempunyai pengaruh tersendiri terhadap tubuh dan jiwa penggunanya. Bahan yang tergolong stimulan menimbulkan pengaruh yang bersifat merangsang sistem syaraf pusat sehingga menimbulkan rangsangan secara fisik dan psikis. Ecstasy, yang tergolong stimulan, menyebabkan pengguna merasa terus bersemangat tinggi, selalu gembira, ingin bergerak terus, sampai tidak ingin tidur dan makan dan akibatnya dapat sampai menimbulkan kematian.

Sebaliknya bahan yang tergolong depresan menimbulkan pengaruh yang bersifat menenangkan. Depresan atau yang biasa disebut obat penenang, dibuat secara ilmiah di laboratorium. Berdasarkan indikasi yang benar, obat ini banyak digunakan sesuai dengan petunjuk dokter. Dengan obat ini, orang yang merasa gelisah atau cemas misalnya, dapat menjadi tenang. Tetapi bila obat penenang digunakan tidak sesuai dengan indikasi dan petunjuk dokter, apalagi digunakan dalam dosis yang berlebihan, justru dapat menimbulkan akibat buruk lainnya.









BAB III

METODE PENELITIAN


    1. Metode Pengumpulan Data

Dengan meneliti realitas sehari-hari data dapat digolongkan atas sumber data sifat-sifat yang dikumpulkan. Jika ditinjau dari sumber data, yaitu dari mana diperoleh data dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data. Dalam hal ini dilakukan wawancara dengan orang-orang yang memang mengetahui hal itu baik yang diwariskan atau secara langsung. Data sekunder adalah data yang terlebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang di lur penelitian sendiri. Walaupun data yang dikumpulkan data asli, sumber data sekunder dilakukan dengan membaca literatur terutama literatur yang relevan dengan penelitian. Untuk mengumpulkan data primer, dilakukan metode pengumpulan data. Dalam metode ini cara yang digunakan adalah dengan metode interview pada sejumlah responden yang dipilih. Dalam hal ini peneliti memilih responden yang berada di Lapas Tenggarong di Kota Sangatta Kalimantan Timur untuk menjadi sampel dari para remaja di perkotaan.


    1. Metode Pengolahan Data

Setelah semua data yang dibutuhkan terkumpul, langkah selanjutnya adalah mengolah data dengan metode tertentu.dari penyelesaian karya tulis ilmiah ini, yaitu dengan menggunakan metode analisis. Metode analisis digunakan untuk mengolah data-data yang diperoleh dari hasil wawancara dalam bentuk kuisioner. Analisis ini digunakan untuk membantu dalam memberikan solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan yang ada.





BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


    1. Faktor yang Mendorong Remaja untuk Menyalahgunakan Narkoba

Penyalahgunaan narkoba oleh para remaja tidak lepas dari faktor pendorong yang ada dalam diri maupun luar remaja. Dari penelitian yang dilakukan, para remaja ternyata memiliki emosional yang tinggi dibandingkan dengan orang dewasa. Sifat emosional remaja inilah yang dapat menjadi motivasi internal remaja untuk mendorong mereka menyalahgunakan narkoba. Jika mereka bisa menjaga sifat emosional yang dimiliki, maka mereka akan terhindar dari hal-hal yang buruk. Selain itu aspek fisik yang mereka miliki juga akan mempengaruhi aktivitas mereka. Malas dan kurang bersemangat merupakan suatu hal yang sering terjadi dalam diri para remaja. Tidak sedikit para remaja yang ada di perkotaaan ini mengeluh dengan belajar mereka. Hal ini akan menjadi alasan utama yang mereka gunakan bila suatu hari mereka kedapatan malas belajar. Dengan malas dan kurang bersemangatnya para remaja ini akan mempengaruhi aktivitas mereka sehari-hari dan agar hal tersebut tidak menjadi pengahalang dalam aktivitas mereka, maka para remaja ini akan lebih memilih untuk mencoba menggunakan narkoba sebagai bentuk dari obat penyemangat mereka.

Selain faktor internal, faktor eksternal dari remaja juga akan sangat mempengaruhi dalam setiap tindakan yang mereka lakukan. Dari penelitian yang dilakukan, kebanyakan para remaja menyalahgunakan narkoba karena faktor coba-coba dan pengaruh dari teman. Faktor coba-coba itu timbul karena adanya rasa ingin tahu apa dan bagaimana narkoba itu. Dengan rasa ingin tahu yang berlebih ini para remaja akan semakin tertarik untuk mencoba menggunakan narkoba yang pada akhirnya akan menjadi kecanduan. Apalgi jika rasa ingin mencoba tersebut didorong oleh teman yang mempengaruhinya akan semakin kuat dorongan untuk melakukan hal tersebut. Dalam berteman, keberanian merupakan suatu hal yang sangat dikagumi oleh teman lainnya, terutama berani dalam mencoba suatu tantangan. Seseorang akan dianggap lemah jika ia tidak berani melakukan suatu tantangan tersebut bahkan ia aka dinggap sebagai seorang penghianat karena tidak mau mengikuti apa yang dilakukan oleh temannya. Agar dianggap sebagai seorang yang pemberani dihadapan teman-temannya, maka mereka akan berusaha melakukan apa yang diinginkan oleh temannya yang akhirnya ikut terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Tidak hanya itu, rayuan dan bujukan juga kerap mereka lakukan untuk bisa mempengaruhi mereka lainnya dengan mudah tanpa harus memaksa.

Banyaknya waktu luang yang dimiliki para remaja juga akan membuat mereka mereka mencari pelarian, yaitu dengan menggunakan narkoba. Menurut mereka, penggunaan narkoba akan menghilangkan rasa stres yang mereka rasakan selama tidak ada aktivitas atau kegiatan yang mereka lakukan. Selain itu pengaruh dari dalam keluarga juga akan sangat mempengaruhi perilaku para remaja. Terutama para remaja di perkotaan yang memang mulai dari kecil diasuh oleh pembantu atatu nenek mereka tanpa adanya pengawasan ketat dari orang tua. Hal terpenting bagi para orang tua di perkotaan adalah karir dan bagaimana mereka dapat mencukupi kebutuhan keluarga terutama anak-anak mereka. Kurangnya perhatian dari orang tua ini akan menjadi penyebab remaja untuk melakukan hal yang buruk. Mereka leluasa melakukan apapun tanpa harus diawasi dan dijaga oleh orang tua mereka. Para orang tua tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh anak-anak mereka karena ketidakpedulian yang mereka berikan untuk anak-anak mereka. Biasanya para orang tua mengetahui setelah mendapat informasi dari pihak lain bahwa anak-anak mereka telah menyalahgunakan narkoba dan penyesalan pun baru dirasakan. Perpecahan yang terjadi dalam keluarga juga dapat menjadi pemicu remaja di perkotaan dalam penyalahgunaan narkoba. Hal itu mereka lakukan karena mereka mencari pelampiasan untuk dapat menenangkan diri. Cara yang mereka lakukan ini sebenarnya hanya akan menambah beban hidup yang mereka alami karena narkoba bukan satu-satunya jalan untuk mengobati stres yang dialami dan justru akan meningkatkan tekanan hidup mereka.


Dari banyaknya faktor yang menjadi pendorong para remaja dalam penyalahgunaan narkoba, tidak sedikit pula para remaja yang mengakui bahwa penyalahgunaan itu mereka lakukan karena kurangnya nilai-nilai agama yang ada dalam diri mereka. Pendidikan agama memang sangat penting dalam pertumbuhan seorang remaja, lebih-lebih remaja di perkotaan yang sering menganggap bahwa agama hanya sebagai pendukung dalam hidup mereka. padahal tanpa agama seseorang akan lemah terhadap suatu godaan karena iman mereka yang rapuh.


    1. Dampak yang Terjadi Akibat Penyalahgunaan Narkoba

Dari penelitian yang dilakukan, para remaja yang menyalahgunakan narkoba mengaku bahwa ada dampak yang terjadi pada diri mereka setelah mengkonsumsi narkoba. Dampak dari penyalahgunaan narkoba ini terjadi pada fisik mereka dengan tanda-tanda berat badannya turun secara drastis karena obat yang dikonsumsi lebih dominan daripada simultan dalam diri mereka. Dengan keadaan fisik remaja seperti ini justru hal tersebut akan mengganggu kegiatan mereka sehari-harinya. Memang narkoba menjadi obat untuk memicu semangat, tetapi itu hanya sementara dan dampak yang didapat jauh lebih besar dari manfaat yang diperoleh. Para remaja ini sebenarnya tahu akan risiko yang akan didapat setelah mengkonsumsi narkoba, tetapi yang terpenting bagi mereka adalah rasa puas yang mereka alami setelah menggunakan narkoba.

Pemakai atau pecandu narkoba ini juga akan mengalami perubahan emosi karena emosi juga menjadi faktor pendorong remaja untuk menyalahgunakan narkoba, sehingga emosi yang dimiliki para remaja ini akan menjadi lebih rentan dari sebelumnya. Emosinya menjadi lebih tidak stabil, lebih sensitif atau menjadi sangat pemarah, dan mudah bosan bahkan akan menghilangkan nafsu makan secara berlebih. Selain dampak fisik dan emosi, dampak penyalahgunaan narkoba terjadi pada dampak perilaku remaja. Dampak perilaku ini dapat diketahui dari perilaku remaja yang menjadi pemalas, suka berbohong, sering melupakan tanggung jawab, dan perilaku yang menunjukkan bahwa remaja itu lemah atau tidak bersemangat seperti suka menguap dan sering menyendiri. Dampak perilaku tersebut lebih mudah dikeahui dari dampak lainnya karena perilaku merupakan sesuatu yang mudah dinilai oleh masyarakat.


    1. Cara Menanggulangi Penyalahgunaan Narkoba Oleh Remaja

Para remaja adalah generasi penerus bangsa yang akan memimpin negara menuju masa depan yang baik. Untuk mewujudkan masa depan bangsa yang cerah diperlukan remaja yang baik, sehingga perlu dilakukan adanya penanggulangan narkoba untuk menekan angka meningkatnya penyalahgunaan narkoba oleh remaja. Langkah awal untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan cara mencegah penggunaan narkoba. Untuk mencegah kecanduan terhadap narkoba adalah dengan menjaga agar tidak mudah terpengaruh dan tidak mengkonsumsi kembali obat-obat terlarang. Selain itu juga perlu pihak lain untuk dapat mengatasi secara maksimal, yaitu pihak dokter, layanan masyarakat, dan keluarga dapat memberikan penjelasan secara detail efek dari obat terlarang dalam dosis berlebih terhadap tubuh kita.


      1. Bentuk Penanggulangan Narkoba di Dalam Keluarga

Dalam keluarga, yang dapat dilakukan oleh para orang tua kepada anak-anaknya adalah dengan komunikasi. Sering berbicara antar orang tua dan anak, dengan memberikan informasi tentang resiko penggunaan dan penyalahgunaan narkoba atau obat-obat terlarang. Disamping berkomunikasi, para orang tua dapat menjadi pendengar yang baik bagi anak-anaknya bila anak-anak sedang berbicara mengenai tekanan dengan teman sebaya mereka.

Orang tua juga menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya, dengan mencontohkan pengaruh buruk terhadap anak khususnya ketergantungan kepada obat terlarang, akan berdampak sangat buruk bagi perkembangan hidupnya dan efeknya akan lebih cepat untuk kecanduan Narkoba. Selain itu saling menjaga dalam keharmonisan keluarga akan memperkuat hubungan dalam keluarga itu sangat diperlukan, karena bila anak dikucilkan dalam keluarga, maka dia akan merasa asing, sendirian dan biasanya obat terlaranglah sebagai penghilang rasa stres yang diderita oleh si anak. Perhatian orang tua terhadap anak sangat penting untuk perkembangan mental dan fisiknya. Orang tua juga harus memberi pengertian dan bahaya tentang penyalahgunaan narkoba agar anak lebih mengerti arti pentingnya untuk menjauhi narkoba.

      1. Bentuk Penanggulanan Narkoba di Luar Keluarga

Penanggulangan narkoba dapat dilakukan dengan melakukan program terapi. Terapi ini dilakukan agar pecandu remaja berhenti menggunakan obat-obat terlarang. Selain program terapi, para remaja yang menjadi pecandu narkoba atau keluarga dapat melakukan konsultasi kepada psikolog, atau psikiater. Kegiatan ini dapat membantu remaja tersebut terhindar dari kecanduan obat-obatan, kebiasaan atau perilaku terapi yang dijalankan akan membantu mereka apabila terjadi kambuh kecanduannya.

Pendidikan di kalangan anak muda juga merupakan kegiatan yang akan membantu para remaja menjadi lebih mengerti dan mengetahui arti pentingnya sebuah pendidikan dan pencegahan narkoba bagi remaja. Para pendidik memberi arahan dan contoh yang baik agar remaja tidak terjerumus dalam narkoba. Dengan adanya sosialisasi yang baik terhadap remaja ini akan sangat membantu remaja dalam memberikan informasi tersebut pada kalangan remaja lain. Setelah adanya sosialisasi tersebut para remaja juga harus pandai dalam memilih lingkungan mana yang dapat memberi efek positif dan negatif bagi diri mereka.

4.4 Pengaruh sosial terhadap keberadaan penyalahgunaan narkoba oleh remaja di perkotaan

Dalam bersosialisasi dengan lingkungan luar, para remaja yang telah menggunakan narkoba cenderung tertutup dengan orang lain. Mereka hanya berkomunikasi dengan kelompok tertentu atau hanya dengan teman-teman di kalangan mereka. Bahkan dengan orang tua pun mereka akan menutupi hal apa yang mereka lakukan. Hal ini terjadi karena mereka sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain, karena apa yang ingin mereka sampaikan tidak pernah tercapai pada orang yang ingin mereka tanyakan. Selain itu mereka sering linglung dan jika berkomunikasi sering tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan dengan orang lain, sehingga hal ini akan membuat orang lain tidak menganggap mereka. Oleh karena itu, para remaja ini akan lebih nyaman jika mereka bersama dengan kelompok tertentu yang mereka anggap lebih mengerti keadaan mereka.

Dampak sosial pada mereka pun akan terjadi jika orang lain atau masyarakat mengetahui keadaan mereka yang sebenarnya. Mereka akan dikucilkan dan dijauhi oleh kelompok atau masyarakat lain karena keberadaan mereka akan dianggap sebagai aib yang akan mencemarkan nama baik di lingkugan sekitar mereka. selain itu keberadan mereka juga dapat membawa pengaruh yang besar terhadap lingkungan sekitar mereka. Dengan adanya ketakutan itulah yang juga menjadi pemicu para remaja ini menjadi cenderung memilih berkumpul dengan kelompok tertentu atau sekelompok mereka. Hal ini tentu saja akan memperburuk keadaan, untuk itu perlu adanya pelurusan dalam persepsi masyarakat agar dapat membantu dalam memberantas narkoba yang terjadi pada remaja.













BAB V

PENUTUP


5. 1 Kesimpulan

Penyalahgunaan narkoba oleh para remaja khususnya di perkotaan terjadi karena adanya faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi emosional yang tinggi dan aspek fisik yang dialami oleh para remaja. Sedangkan faktor eksternal meliputi faktor coba-coba atau rasa ingin tahu berlebih tentang narkoba, pengaruh dari teman, kurangnya perhatian keluarga, banyaknya waktu luang yang tidak bermanfaat, dan kurangnya nilai-nilai agama pada diri remaja. Menyalahgunakan narkoba akan membawa dampak yang besar pada remaja. Dampak tersebut akan terjadi pada fisik, emosi,dan perilaku para remaja. Agar penyalahgunaan tidak berkembang meluas, maka diperlukan adanya cara untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba. Cara tersebut dapat dilakukan dengan mencegah agar para remaja tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba, yaitu dengan cara menjaga agar tidak sampai terpengaruh. Jika seorang remaja telah masuk ke dalam dunia narkoba, maka cara untuk menanggulanginya adalah dengan melakukan rehabilitasi atau perawatan jalan agar remaja tersebut tidak melakukan kesalahan yang sama. Cara lainnya dapat dilakukan dengan konsultasi pada psikolog dan memberikan pendidikan dengan cara memberikan pengarahan pada para remaja agar lebih mengetahui bahwa narkoba berbahaya untuk dikonsumsi terutama bagi para remaja di perkotaan. Dalam kehidupan sosial pun keberadaan para remaja ini cenderung sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain karena keakutan pada mereka akan dikucilkan dan tidak diterima keberadaanya oleh masyarakat.


    1. Saran

Mengingat semakin banyaknya remaja yang menyalahagunakan narkoba sebagai bentuk dari pelampiasan emosi dan perilaku mereka, maka perlu dilakukan penanggulangan terhadap penyalahgunaan narkoba untuk dapat menekan angka penyalahgunaan oleh remaja terutama di perkotaan. Pelurusan persepsi masyarakat juga perlu untuk tidak memperburuk keadaan sehingga dapat membantu dalam upaya penanggulangan narkoba khususnya remaja di perkotaan.



























DAFTAR PUSTAKA


www.wordpress.com

www.AsianBrain.com

www. Joksarsmagma.blogspot.com

Husein, F. (2008). Pemuda Harapan Bangsa. http://poltak4elreal.ngeblogs.com/2009/11/10/narkoba/ (16 Desember 2009)


http://www.tipstrik.com/tips-keluarga/ketika-anak-menggunakan-narkoba.html (16Desember 2009)



2 komentar:

  1. Kita tahu, bahaya narkoba sudah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak didengung-dengungkan.

    Penyalahgunaan narkoba bisa membahayakan bagi diri, keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa. oleh sebab itu jangan coba-coba untuk mendekati, karena akan terima dampak "dikucilkan oleh masyarakat"

    Kami berikan apresiasi positif kepada mbak Vicka yang telah peduli untuk mengulas dan memberikan saran terapi diri dan informasi berkonsultasi penyembuhan. Tetapi yang terpenting bagi kami adalah............. kuatkan IMAN dan berjanji tidak mendekati yang namaya N A R K O B A dan sejenisnya

    Teruskan berprestasi dan berkarya demi masa depan

    BalasHapus