Have an account?

Senin, 22 November 2010

TRANSPORTASI BERKELANJUTAN MEMBENTUK KOTA DI INDONESIA BERWAWASAN LINGKUNGAN

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penduduk merupakan faktor utama dalam setiap pembangunan yang ada di suatu negara. Saat ini jumlah penduduk yang ada di setiap negara semakin meningkat, dengan meningkatnya jumlah penduduk akan mengakibatkan kebutuhan oleh penduduk juga meningkat. Meningkatnya kebutuhan penduduk sejalan dengan majunya perkembangan teknologi untuk dapat memenuhi kebutuhan pendduduk tersebut. Kemajuan teknologi tersebut seperti perkembangan transportasi yang modern dan canggih. Adanya perkembangan transportasi merupakan usaha penduduk di setiap negara untuk dapat memenuhi kebutuhan karena dengan adanya transportasi, penduduk akan lebih mudah mengakses suatu tempat untuk tujuan tertentu. Tempat tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut seperti adanya pusat pelayanan atau tempat kegiatan publik. Pusat pelayanan publik tersebut seperti sarana perdagangan untuk pemenuhan kebutuhan penduduk sehari-hari, sarana pendidikan seperti sekolah dan universitas, sarana kesehatan seperti rumah sakit atau puskesmas yang ada di setiap daerah, untuk dapat menjangkau pusat pelayanan publik tersebut diperlukan suatu alat transportasi agar tujuan dari penduduk terhadap tempat tujuan dapat tercapai. Adanya alat transportasi akan memudahkan penduduk dalam menjangkau tempat tujuan, terlebih jika transportasi tersebut diciptakan dengan mementingkan kenyamanan publik.

Sistem transportasi di negara maju berbeda dengan sistem transportasi di negara berkembang. Sistem transportasi yang ada di negara maju lebih terarah dalam perencanaannya dan juga lebih mementingkan kenyamanan publik. Berbeda dengan sistem transportasi yang ada di negara berkembang. Teknologi untuk transportasinya masih ketinggalan jauh dari teknologi transportasi di negara maju. Sistem transportasi di negara berkembang masih belum dapat memiliki daya saing dengan sistem transportasi yang ada di negara maju karena masih terdapat kesemrawutan sistem transportasinya. Contoh negara berkembang yang sistem transportasinya masih semrawut adalah Negara Indonesia. Negara Indonesia memiliki sistem transportasi yang masih belum sepenuhnya mendukung kepentingan kenyamanan publik, bahkan transportasi yang ada di Indonesia pun menjadi permasalahan yang sangat penting saat ini. Permasalahan transportasi tersebut seperti kemacetan, terjadinya kemacetan ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas jalan. Meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas tersebut didominasi oleh kendaraan pribadi yang pengendaranya lebih mementingkan kepetingan diri sendiri. Hal tersebut seperti telah menjadi kebiasaan penduduk Indonesia dalam hal pemilihan kendaraan untuk mencapai tempat tujuan. Kendaraan pribadi lebih dipilih daripada angkutan umum karena faktor utama yang dipikirkan oleh penduduk di Indonesia adalah kurangnya kenyamanan dalam transportasi publik, yaitu angkutan umum. Transportasi publik di Indonesia masih belum memamadai untuk pelayanannya dibanding dengan tansportasi publik yang ada di negara maju seperti Amerika dan Belanda.

Sistem transportasi di Indonesia yang belum memaksimalkan pelayanan publik disebabkan oleh penduduk Indonesia itu sendiri. Sistem transportasi yang baik diperlukan suatu perencanaan transportasi yang baik. Hal tersebut diperlukan agar kenyamanan publik lebih dapat diprioritaskan agar aksesibiltas penduduk terhadap suatu daerah mudah dan nyaman untuk dijangkau. Suatu perencanaan sistem transportasi di Indonesia dapat melihat bagaimana sistem transportasi yang ada di negara maju. Pengembangan sistem transportasi saat ini lebih mengedepankan bagaimana sistem transportasi tersebut tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berkelanjutan. Pengembangan sistem transportasi berkelanjutan telah diterapkan di negara maju seperti di Amerika dan Belanda. Adanya transportasi berkelanjutan adalah untuk dapat memaksimalkan pelayanan transportasi terhadap publik, selain itu transportasi berkelanjutan juga tidak hanya dibuat untuk penduduk saat ini, tetapi juga untuk kepentingan penduduk di masa mendatang.

Perencanaan sistem transportasi berkelanjutan di Indonesia sangat penting untuk dapat meminimalisasi adanya permasalahan transportasi. Selain kemacetan, banyaknya kendaraan pribadi juga dapat mengakibatkan peningkatan emisi atau polusi udara. Hal tersebut akan mengganggu pengguna jalan baik pengendara maupun pejalan kaki. Polusi udara dapat mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan karena polusi udara merupakan permasalahan transportasi yang sangat penting terutama di kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya. Meningkatnya emisi yang mengakibatkan polusi udara udara ini mengganggu kesehatan baik fisik maupun mental penduduk. Gangguan kesehatan fisik penduduk seperti gangguan terhadap pernapasan yang dapat mengakibatkan rusak atau terganggunya sistem pernapasan seperti paru-paru, selain fisik gangguan terhadap mental seperti trauma terhadap adanya penyakit karena terganggunya kesehatan. Adanya pencemaran lingkungan yang terjadi di kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya tersebut akan mengakibatkan buruknya Negara Indonesia di mata dunia karena tingkat pencemaran lingkungan yang buruk merupakan cermin dari negara yang memiliki kualitas yang buruk. Dengan adanya nilai dari kualitas Negara Indonesia yang buruk di mata dunia akan berpengaruh terhadap kerjasama penduduk di negara lain dengan penduduk Indonesia. Hal tersebut akan merugikan Negara Indonesia itu sendiri sehingga terjadi kesulitan dalam hal pembangunan terutama dalam pengembangan sistem transportasi di Indonesia.

Perencanaan sistem transportasi di Indonesia akan dapat berjalan dengan baik jika Negara Indonesia dapat menerapkan sistem transportasi berkelanjutan. Sistem transportasi berkelanjutan di Indonesia sangat penting untuk dapat memnimalisasi permasalahan transportasi yang ada di Indonesia. Perbedaan sistem transportasi di Indonesia dengan negara maju yang paling terlihat adalah pada kemajuan teknologinya. Perkembangan teknologi transportasi di negara maju semakin maju dan bahkan sulit diterapkan di Indonesia karena keadaan Negara Indonesia yang memang tidak memungkinkan untuk menerapkan sistem transportasi tersebut. Transportasi di negara maju seperti di Amerika dan Belandag telah mengembangkan sistem transportasi public dengan mengedepankan kenyamanan untuk penumpang sehingga publik cenderung memilih angkutan umum daripada kendaraan pribadi. Selain adanya sistem trasnprotasi yang lebih mengedepankan transportasi publik untuk kenyamanan penumpang, negara maju mengembangkan sistem pedestrian atau sarana pejalan kaki yang direncanakan untuk kenyamanan para pejalan kaki. Adanya sistem berkelanjutan tersebut memang sangat penting untuk negara berkembang seperti Indonesia karena selain dapat mengembalikan citra Indonesia di mata dunia juga agar pelayanan transpotasi di Indonesia terutama di kota besar maksimal. Sistem berkelanjutan yang ada dapat dikembangkan secara maksimal jika terdapat kebijakan yang mendukung sistem trasnportasi tersebut karena tanpa adanya kebijakan suatu sistem tidak akan berjalan dengan lancar karena sistem tersebut tidak ada yang menopang. Selain kebijakan, penduduk juga merupakan faktor utama dalam pelaksanaan sistem tersebut.

Sistem transportasi berkelanjutan di Indonesia dapat diterapkan di kota besar seperti Jakarta. Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan suatu kota yang bersih, sehingga dapat tercipta kota yang ramah dengan lingkungan. Adanya kota yang ramah lingkungan merupakan wujuda dari penerapan trasnsportasi berkelanjutan Karen sistem tersebut mengedepankan trasnportasi publik yang dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi dengan angkutan umum yang ada. Adanya sistem transportasi berkelanjutan di Indonesia juga akan mendorong pemanfaatan dalam hal teknologi terutama transportasi. Perencanaan trasnportasi yang baik merupakan wujud dari pembangunan Negara Indonesia yang baik, sehingga akan tercipta suatu kota yang berwawasan lingkungan karena transportasi berkelanjutan merupakan sistem yang ramah terhadap lingkungan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana Keterkaitan Transportasi dengan Kebutuhan Masyarakat?

2. Bagaimana Hubungan Transportasi dengan Aspek Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial dan Budaya?

3. Bagaimana Sistem Transportasi di Negara Maju?

4. Bagaimana Penerapan Sistem Transportasi Berkelanjutan di Indonesia?

5. Bagaimana Strategi Pengembangan Sistem Transportasi Berkelanjutan di Indonesia untuk Menuju Kota Berwawasan Lingkungan?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui Keterkaitan Transportasi dengan Kebutuhan Masyarakat

2. Mengetahui Bagaimana Hubungan Transportasi dengan Aspek Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial dan Budaya

3. Mengetahui Bagaimana Sistem Transportasi di Negara Maju

4. Mengetahui Bagaimana Penerapan Sistem Transportasi Berkelanjutan di Indonesia

5. Mengetahui Bagaimana Strategi Pengembangan Sistem Transportasi Berkelanjutan di Indonesia untuk Menuju Kota Berwawasan Lingkungan

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Transportasi

Menurut Nasution 2004, tranportasi atau perangkutan merupakan pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan, sedangkan proses perangkutan merupakan gerakan dari tempat asal ke tempat tujuan sampai tempat perangkutan berakhir. Pengangkutan juga menyebabkan nilai barang di tempat tujuan lebih tinggi dari pada di tempat asal. Nilai tersebut antara lain, kegunaan tempat dan kegunaan waktu. Sedangkan menurut Fidel 2004, transportasi merupakan usaha untuk memindahkan, menggerakkan,mengangkut, atau mengalihkan objek dari sautu tempat ke tempat lain yang lebih bermanfaat dan berguna untuk tujuan tertentu.

2.1.1 Peranan Transportasi

Menurut Nasution 2004, peranan pengangkutan dapat ditinjau dari aspek sosial dan budaya, politis dan pertahanan, hokum, dan aspek teknik.

1. Aspek sosial dan budaya

Transportasi yang berdampak pada aspek social dapat terjadi pada peningkatan standar hidup. Trasnportasi dapat menekan biaya dan memperbesar kuantitas keanekaragaman barang, selain itu juga mempengaruhi terbukanya kemungkinan keseragaman dalam gaya hidup, kebiasaan, dan bahasa. Dampak sosial dan budaya dari transportasi juga akan menjadikan antara bangsa atau suku bangsa saling mengenal dan saling menghormati, peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat.

2. Aspek politis dan pertahanan

Trasnportasi dapat memiliki keuntungan politis, antara lain:

a. Transportasi dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa

b. Transportasi sebagai alat mobilitas pertahanan dan keamanan

Transportasi dapat memberikan rasa aman dan tentram dengan adanya kelancaran trasnportasi. Adanya trasnportasi penting dalam pertahanan dan keamanan seperti bila terjadi perang baik melalui jalur darat, udara, maupun laut. Transportasi yang efektif juga dapat menjadi sarana dalam proyek pembangunan

3. Aspek hukum

Hukum tentang hak, kewajiban, dan tanggung jawab perasuransian lalu lintas penting dalam pengperasian dan pemilikan angkutan.

4. Aspek teknik

Transportasi yang berkaitan dengan aspek teknis harus dapat menjamin keselamatan dan keamanan dalam penyelanggaraan angkutan

5. Aspek ekonomi

Pengangkutan dalam aspek ekonomi berperan dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Selain untuk melancarkan arus barang dan pergerakan manusia, pengangkutan juga membantu tercapainya alokasi sumber daya sehingga jasa angkutan tersedia dan terjangkau oleh daya beli masyarakat.

2.1.2 Fungsi Pengangkutan

Pengangkutan berfungsi sebagai faktor penunjang dan perangsang bangsa. Fasilitas pengangkutan harus ada sebelum pembangunan proyek. Fasilitas pengangkutan tersebut meliputi jalan untuk kelancaran pengiriman barang. Selain untuk menunjang pembangunan, pengangkutan juga berfungsi untuk melayani perkembangan ekonomi (Nasution: 2004)

2.1.3 Manfaat Pengangkutan

Menurut Nasution 2004, pengangkutan bermanfaat untuk mencapai tujuan yang dapat dilihat dari segi ekonomi, sosial, politik, dan kewilayahan.

1. Manfaat Ekonomi

Pengangkutan bermanfaat dalam peningkatan kebutuhan manusia melalui pengiriman hasil produksi, selain itu angkutan juga bermanfaat dalam pelayanan konsumen menuju tempat tujuan, seperti pasar, rumah sakit, dan tempat rekreasi. Manfaat transportasi dalam pertukaran barang menimbulkan pengaruh seperti persediaan barang di pasar yang berbeda dapat disamakan dan harga suatu barang di berbagai tempat dapat diseragamkan.

2. Manfaat Sosial

Manfaat pengangkutan dalam kepentingan social meliputi pelayanan, pertukaran dan penyampaian informasi, perjalanan rekreasi, dan perluasan jangkauan sosial.

3. Manfaat Politis dan keamanan

Manfaat politis pengangkutan antara lain menciptakan persatuan dan kesatuan, pelayanan terhadap masyarakat dapat dikembangkan, dan memungkinkan pemindahan dan pengangkutan barang dan manusia.

4. Manfaat Kewilayahan

Pengangkutan dalam segi kewilayahan bermanfaat untuk mengatasi kesenjangan jarak antara tempat asal dan tempat tujuan. Pemenuhan kebutuhan dapat dicapai dengan adannya trasnportasi. Perencanaan transportasi juga penting agar terjadi adanya keseimbangan yang efisien antara potensi guna lahan dengan kemampuan pengangkutan.

2.1.4 Jenis Alat Pengangkutan

Alat atau moda angkutan menurut perbedaan sifat jasa, operasi, dan biaya pengangkutan dibagi menjadi lima kelompo, antara lain:

1. Angkutan kereta api

Angkutan kereta api merupakan jenis angkutan yang bergerak di atas rel. Kereta api memiki gerbong untuk memberikan pelayanannya, gerbong ini digunakan untuk mengangkut penumpang atau barang menuju tempat tujuan.

2. Angkutan bermotor dan jalan raya

Angkutan bermotor dan jalan raya berupa mobil, motor, dan truk.

3. Angkutan laut

Angkutan laut merupakan jenis angkutan yang pelayanannya melalui jalur laut, seperti kapal layar dan ferry, selain itu terdapat unsur angkutan laut seperti pelabuhan, alur pelayaran, peralatan telekomunikasi, serta kelancaran dan keselamatan pelayaran.

4. Angkutan udara

Alat angkutan udara seperti pesawat terbang dengan fasilitasnya adalah bandara udara.

5. Angkutan pipa

Angkutan pipa merupakan jenis angkutan untuk penyaluran minyak. Jenis angkutan ini banyak digunakan di negara penghasil minyak seperti negara Timur Tengah.

2.2 Pengertian Transportasi Berkelanjutan

Menurut Siti Aminah, Sistem transportasi berkelanjutan mewujudkan sistem transportasi yang berbasis pada angkutan umum. Sistem transportasi berkelanjutan lebih mengedepankan penggunaan angkutan umum dari pada kendaraan pribadi. Sistem transportasi berkelanjutan merupakan sistem transportasi baru saat ini yang dapat memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif. Terdapat tiga komponen penting dalam sistem transportasi berkelanjutan, yaitu aksesibilitas, kesetaraan, dan dampak lingkungan. Aksesibiltas merupakan gabungan dari perencanaan jaringan transportasi dan alat angkutan. Kesetaraan merupakan jangkauan seluruh masyarakat terhadap transportasi, persaingan bisnis yang ketat, dan pembagian terhadap penggunaan ruang dan pemanfaatan fasilitas transportasi secara adil dan terbuka dalam setiap pengambilan keputusan. Sistem transportasi yang ada saat ini dapat menimbulkan dampak negtaif, untuk mengurangi dampak negatif tersebut diperlukan upaya dalam penggunaan energi yang ramah lingkungan. Alat pengangkutan seperti kendaraan ribadi dapat menimbulkan polusi yang banyak. Permasalahan transportasi menjadi layanan kebutuhan atau aksesibilitas yang harus disediakan oleh negara karena aksesibilitas transportasi sangat penting dengan meningkatnya kemajuan manusia.

2.3 Sistem Transportasi Negara Maju

2.3.1 Sistem Transportasi di New York, Amerika Serikat.

Transportasi memiliki sistem pelayanan tersendiri, jika sistem pelayanan tersebut kurang memperhatikan kepentingan publik maka seseorang atau masyarakat akan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada menggunakan kendaraan umum. Penggunaan kendaraan pribadi akan menimbulkan dampak negatif seperti menghabiskan banyak bahan bakar, kemacetan, dan polusi udara. Negara maju sangat peduli dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada publik. Hal tersebut seperti yang telah diterapkan di New York, Amerika Serikat yang menyediakan sarana transportasi seperti kereta commuter dan bus perkotaan yang dikelola oleh New York City Transit Authority (NYCTA). NYCTA merupakan bagian dari Metropolitan Transportation Authority yang memiliki kewenangan dalam mengurus sistem pelayanan, antara lain:

a. New York City Subway di Manhanttan, The Bronx, Brooklyn, dan Queens

b. Staten Island Railway

c. NYCTA departement of buses

Pemerintah New York menjalankan sistem transportasi dengan menggunakan sistem public private partnership yang mengikutsertakan NYCTA sebagai perusahaan khusus yang bertanggungjawab dalam masalah transportasi. NYCTA menjadi bagian dari transportasi metropolitan terbesar di Amerika Serikat karena pelayanannya yang menyangkut kepentingan masyarakat. Terdapat transportasi yang dapat digunakan untuk memudahkan perjalanan di New York, Amerika Serikat seperti angkutan kereta commuter, bus express, kereta bawah tanah, dan Bus Rapid Transit (BRT). Kereta commuter terdapat 16 jalur, kereta bawah tanah 23 jalur, bus 385 jalur, dan bus rapid transportation 1 jalur (www.kompasiana.com)

2.2.2 Sistem Transportasi di London, Inggris.

Pemerintah London juga seperti pemerintah Amerka Serikat yang memaksimalkan pelayanan publik. Pemerintah lokal Kota London memiliki suatu badan yang bertanggung jawab atas aspek yang berhubungan dengan sistem transportasi di Kota London. Badan yang bertanggung jawab atas sistem transportasi tersebut adalah Transport for London atau TFL. TFL dikelola oleh tiga direktorat utama yang mana masing-masing bertanggung jawab dalam aspek dan jenis transportasi yang berbeda. Ketiga direktorat utama tersebut antara lain:

1. London Underground

London Underground bertanggung jawab dalam menjalankan kereta api bawah tanah yang biasa disebut sebagai tube. Meskipun tube adalah mlik pemerintah lokal, namun pengelola penyediaan layanan perawatan diserahkan kepada sektor swasta. Rute tube tersebut dibagi menjadi tiga jalur yaitu BCV yang meliputi Bakerloo Tengah, Victoria dan Waterloo, JNP yang meliputi Jubilee, Northern, dan Piccadilly, SSR (Sub Surface Kereta Api) yang meliputi Metropolitan, District, Circle dan Hammersmith & City

2. London Rail

London Rail bertanggung jawab untuk berkoordinasi dengan operator yang memberikan layanan rail nasional di London, khususnya kereta api di permukaan tanah (London Overground) dan trem.

3. Surface Transport

Surface transport atau transportasi yang ada di permukaan tanah di London terdiri dari:

a. London Bus, bertanggung jawab dalam mengelola jaringan bus merah di seluruh London, sebagian besar oleh jasa kontraktor sektor swasta operator bus.

b. London Dial-a-Ride, menyediakan layanan pratransit di seluruh London.

c. London River Services, bertanggung jawab dalam perizinan dan koordinasi layanan penumpang di Sungai Thames di London.

d. London Streets, bertanggung jawab atas pengelolaan jaringan jalan strategis.

e. London congestion charge

f. Publik Kantor Carriage, bertanggung jawab dalam perizinan taksi hitam yang terkenal dan menyewa kendaraan pribadi lain

g. Victoria Coach Station, memiliki dan mengoperasikan terminal utama London untuk bus jarak jauh

h. Cycling Centre of Excellence, mempromosikan bersepeda di London

i. Walking Center, yang mempromosikan akses pejalan kaki yang lebih baik.

j. London Road Safety Unit, mempromosikan jalan yang lebih aman dan mengukur keselamatan di jalan raya

k. Community Safety, Enforcement dan Policing, bertanggung jawab dalam menanggulangi penghindaran ongkos di bus, memberikan layanan kepolisian yang menangani kejahatan dan kekacauan pada transportasi umum bekerjasama dengan Kepolisian Metropolitan Transport Service Komando Operasi Unit (TOCU) dan British Transport Police.

l. Traffic Enforcement, bertanggung jawab untuk menegakkan peraturan lalu lintas dan parkir

m. Freight Unit, saat ini sedang mengembangkan London Freight Plan

Walaupun London memiliki banyak jenis transportasi publik, namun terdapat dua macam transportasi, yaitu kereta bawah tanah yang dikelola oleh London Underground (Tube) dan bus publik untuk dalam kota yang dikelola oleh London Bus (www.kompasiana.com).

3.4 Sistem Transportasi Negara Berkembang

Menurut Onogawa dalam Agus Pramono (2007), kelancaran pelayanan dan mobilitas merupakan hal yang penting dalam pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan di negara berkembang seperi negara di Asia sekarang ini adalah semrawut dan lingkungannya yang semakin tercemar, dalam bidang transportasi jumlah kendaraan semakin meningkat. Meningkatnya jumlah kendaraan dapat mengganggu kesehatan masyarakat, menurunnya kualitas lingkungan hidup kota, produktifitas ekonomi dan kesejahteraan sosial. Saat ini transportasi menjadi penyebab utama cepatnya proses terbentuknya efek rumah kaca atau global warming. Negara yang ada di Asia diprediksi sebagai negara yang peningkatan penggunaan motorisasinya dapat meningkatkan gas emisi. Gas emisi ini dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Menurut hasil studi World Health Organization (WHO), terdapat 50% sampai 80 % transportasi Kota Metro Manila telah mencemari udara perkotaan. Polusi yang mencemari tersebut berasal dari kegiatan transportasi yang dapat menimbulkan dampak seperti gangguan saluran pernafasan jantung. Selain dapat mengganggu kesehatan juga dapat mengakibatkan kematian.

2.5 Sistem Tranportasi di Indonesia

Menurut Nasution (2004), sistem transportasi nasional sangat diperlukan karena organisasi atau instatnsi yang terlibat dengan transportasi banyak, selain itu transportasi memiliki banyak moda yang berbeda karakteristiknya. Moda transportasi jalan berbeda dengan keeta api, kapal atau pesawat. Indonesia memiliki transportasi yang kompleks sehingga mengakibatkan adanya permasalahan transportasi di Indonesia, antara lain:

1. Kurangnya keterpaduan antarmoda dan intermodal

2. Rendahnya kinerja transportasi

3. Tingginya biaya perawatan dan perbaikan sarana transportasi

4. Usia pesawat udara dan kapal yang telah tua

5. Cepatnya pertumbuhan kota dan kota-kota yang ada di sekitarnya

6. Pencemaran lingkungan hidup

7. Terbatasnya kapasitas sarana dan prasarana transportasi

8. Perbedaan kepentingan piha-pihak yang terlibat dalam penentuan priorotas menangani masalah transportasi

Berdasar permasalahan transportasi tersebut diperlukan sistem transportasi nasional yang terpadu. Pengembangan transportasi berperan dalam kehidupan ekonomi, sosial, budaya,politik dan pertahanan keamanan. Angkutan barang juga penting dalam sistem transportasi, tetapi Indonesia belum kompetitif dilihat dari total biaya untuk angkutan barang baik melalui jalur laut maupun udara secara internasional. Oleh karena itu diperlukan peningkatan bersaing dalam hal perusahaan domestic nasional dengan cara meningkatkan keterampilan dan sumberdaya manusia. Pencemaran udara diIndonesia oleh mobil sebagian besar terjadi di Kota Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya dan Medan. Data dari World Bank tahun 1994 khusus Kota Jakarta, pencemarannya telah mengakibatkan kerugian kesehatan yang pada tahun 1990 sebesar US$ 97.000.000.

BAB III

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

3.1 Keterkaitan Transportasi dengan Kebutuhan Masyarakat

Transportasi merupakan bagian dari sistem pembangunan yang ada di suatu negara. Adanya transportasi akan memudahkan publik atau masyarakat untuk dapat mencapai kebutuhan mereka. Untuk dapat mencapai kebutuhan tersebut diperlukan suatu pergerakan atau mobilitas oleh masyarakat yang membutuhkan infrastruktur transportasi, sehingga transportasi merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap masyarakat. Meningkatnya jumlah penduduk menjadikan kebutuhan akan transportasi semakn meningkat. Hal tersebut disebabkan oleh kebutuhan masyarakat yang juga meningkat karena masyarakat dapat bertahan hidup dengan cara memenuhi kebutuhan hidup mereka. Kebutuhan hidup masyarakat tersebut seperti memenuhi kebutuhan fisik dan rohani. Kebutuhan fisik dapat dilakukan dengan cara bekerja dan melakukan kegiatan pendidikan. Kegiatan tersebut dapat dilakukan jika terdapat ketersediaan sarana transportasi seperti alat atau moda pengangkutan. Alat atau moda pengangkutan terdiri dari dua macam, yaitu moda pengangkutan manusia dan moda pengangkutan barang. Moda pengangkutan manusia berfungsi untuk mengangkut manusia atau masyarakat yang melakukan kegiatan atau untuk mencapai suatu tempat pusat kegiatan. Pusat kegiatan tersebut seperti sarana perdagangan, perkantoran, pemerintahan, dan pendidikan. Seseorang atau sekelompok orang menjalankan kegiatan sehari-hari seperti bekerja dengan menggunakan alat transportasi atau kendaraan baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Penggunaan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum didasarkan atas pilihan dan persepsi masyarakat terhadap kendaraan tersebut. Seseorang dapat lebih nyaman dengan menggunakan kendaraan pribadi untuk melakukan kegiatan seperti ke pasar, kantor, atau sekolah dan tidak menutup kemungkinkan seseorang tersebut akan lebih meeilih kendaraan umum seperti angkutan umum atau bus untuk menuju ke tempat kegiatan.

Seseorang atau masyarakat dalam memilih kendaraan pribadi atau kendaraan umum untuk digunakan dalam melakukan suatu kegiatan selain didasarkan dari persepsi orang itu sendiri juga dapat didasarkan dari pengaruh lingkungan sekitar. Seperti yang telah dijelaskan, seseorang atau sekelompok masyarakat akan lebih memilih kendaraan pribadi karena mereka menganggap kendaraan pribadi lebih nyaman, di sisi lain kendaraan umum juga dapat memiliki ketertarikan tersendiri bagi masyarakat tersebut. Pengaruh dari luar yang dapat mengakibatkan seseorang lebih memilih angkutan umum atau kendaraan pribadi seperti adanya keterbatasan waktu. Dengan terbatasnya waktu yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok masyarakat karena padatnya kegiatan yang dilakukan akan mejadikan seseorang tersebut lebih menggunakan kendaraan pribadi seperti motor. Motor merupakan alat transportasi pribadi yang dirasa cukup efisien dalam hal waktu karena selain mudah cara penggunaannya juga merupakan alat transportasi yang memiliki fisik paling kecil dibandingkan dengan alat transportasi lain seperti mobil, bus, dan angkutan umum. Pengaruh dari lingkungan luar lainnya misalnya karena pengaruh dari seseorang lain yang menjadikan seseorang tersebut lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Misalnya seseorang akan lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi karena mereka menganggap gengsi terhadap orang lain jika mereka menggunakan kendaraan umum. Pola pikir yang demikian tersebut merupakan pola pikir orang-orang yang hanya mementingkan diri mereka sendiri, padahal tidak sepenuhnya dengan menggunakan kendaraan pribadi itu menjadikan seseorang tersebut lebih dipandang baik daripada seseorang yang menggunakan kendaraan umum. Sebaliknya, seseorang akan lebih memilih menggunakan kendaraan umum karena dengan mereka memiliki kesenangan tersendiri terhadap kendaraan umum tersebut. Selain memiliki kesenangan tersendiri terhadap penggunaan kedaraan umum, seseorang tersebut juga didasarkan kepada pengaruh luar seperti ajakan dari teman atau rekan kerja. Pengaruh dari faktor luar seperti ekonomi juga menjadikan seseorang tersebut menggunakan kendaraan umum. Hal ini disebabkan karena orang tersebut tidak memiliki kendaraan pribadi untuk dapat digunakan ke tempat kegiatan seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kendaraan pribadi.

3.2 Hubungan Transportasi dengan Aspek Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial dan Budaya

Transportasi merupakan bagian dari infrastruktur yang dimiliki oleh suatu negara untuk dapat memenuhi kebutuhan dari masyarakatnya. Transportasi memiliki sistem tersendiri untuk dapat dijalankan dengan baik, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Sistem tersebut biasa disebut dengan sistem transportasi, sitem transportasi merupakan sistem yang mendukung pembangunan yang ada di suatu negara. Tanpa adanya sistem transportasi, suatu negara akan menjadi lumpuh atau tidak terdapatnya kegiatan yang berjalan dengan lancar. Sistem transportasi sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat di suatu negara karena tanpa adanya sistem transportasi suatu kegiatan yang menyangkut pembangunan tidak akan berjalan dengan lancar. Adanya sistem transportasi akan mempengaruhi aspek yang ada di suatu negara. Aspek tersebut antara lain aspek ekonomi, ekologi atau lingkungan, dan sosial budaya. Berikut merupakan hubungan antara transportasi dengan ketiga aspek tersebut:

1. Aspek Ekonomi

Transportasi berperan penting dalam pembangunan perekonomian di suatu wilayah. Hal ini dapat dilihat dari sistem transportasi yang dikembangkan oleh suatu negara sesuai dengan kemampuan perekonomiannya. Semakin baik sistem transportasi yang ada di suatu negara merupakan cermin dari sistem perekonomian di sutau negara tersebut baik. Adanya sistem transportasi yang dikembangkan juga dapat berpengaruh terhadap kemajuan perekonomian itu sendiri. Pengaruh tersebut seperti adanya pembangunan jalan baru di suatu wilayah akan menjadikan wilayah itu dijadikan sebagai tempat pusat kegiatan baru oleh masyarakat di wilayah tersebut. Hal tersebut disebabkan oleh adanya aksesibilitas yang dibuka untuk masyarakat dengan adanya kemudahan jangkauan oleh fasilitas transportasi yang ada. Berkembangnya perekonomian di suatu wilayah dengan adanya sistem transportasi yang baik akan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat yang ada di sekitarnya. Pengaruh terhadap kesejahteraan ini dapat dilihat dari masyarakat luar yang akan tertarik dengan tempat kegiatan di suatu wilayah yang memiliki sistem transportasi yang baik. Dengan adanya masyarakat luar yang tertarik di wilayah tersebut akan menjadikan seseorang tersebut membuka usaha baru atau bahkan berinvestasi untuk tujuan kebutuhan masa depan. Dengan adanya usaha baru maka akan membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain.

Selain dilihat dari pembangunan suatu negara, pengaruh transportasi terhadap aspek perekonomian adalah dari tingkat perekonomian seseorang atau masyarakat. Adanya sistem transportasi yang baik di suatu wilayah akan memberikan peluang kerja bagi masyarakat. Pemberian kesempatan kerja bagi masyarakat ini misalnya adanya tranpsortasi umum baru yang diterapkan di suatu wulayah akan membutuhkan banyak tenaga kerja, yaitu sopir untuk angkutan umum. Contoh lainnya jika dilihat dari tingkat perekonomian masyarakat adalah dengan didirikannya usaha baru sebagai akibat dari adanya sistem transportasi yang baik juga akan memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar wilayah tersebut. Hal ini berarti sistem transportasi yang baik akan menjadikan wilayah tersebut lebih menarik masyarakat untuk melakukan kegiatan ke pusat kegiatan yang ada.

2. Aspek Ekologi atau Lingkungaan

Lingkungan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,karena adanya lingkungan msyarakat dapat melakukan kegiatan atau aktifitas sehari-harinya. Alat trasnportasi yang digunakan oleh masyarakat berpengaruh terhadap lingkungan sekitar karena alat transportasi membutuhkan bahan bakar untuk energi maka alat transportasi menimbulkan dampak pada lingkungan. Dampak yang diakibatkan oleh alat trasnportasi adalah dampak buruk, yaitu dampak tersebut dapat mencemari lingkungan akibat polusi yang dikeluarkan oleh alat transportasi. Polusi yang diakibatkan oleh alat transportasi merupakan emisi atau gas buang yang tiap tahunnya semakin meningkat.hal tersebut disebabkan oleh bertambahnya jumlah penduduk, sehingga kebutuhan semakin meningkat dan pengguanaan terhadap alat transportasi pun meningkat. Semakin banyak jumlah kendaraan yang melintas di jalan, semakin banyak polusi yang dihasilkan, sehingga dapat mengakibatkan kualitas lingkungan semakin menrurun. Hal tersebut jika tidak segera diatasi akan menjadikan suatu daerah atau kota yang memiliki tingkat pergerakan kendaraan tinggi menjadi buruk karena semakin kota itu tercemar lingkungannya maka semakin buruk pandangan orang atau kota lain terhadap kota tersebut.

Lingkungan merupakan faktor utama yang menentukan bagaimana keadaan suatu daerah atau kota. Adanya lingkungan yang buruk merupakan cermin dari kota yang buruk pula. Dengan adanya lingkungan yang buruk tersebut menjadikan penduduk atau masyarakat yang tinggal di kota itu juga terkena dampaknya. Hal itu dapat diketahui dari timbulnya gangguan kesehatan karena lingkungan yang tercemar. Terganggunya kesehatan dapat mengakibatkan seseorang seseorang atau masyarakat dekat dengan kematian, sehingga tingkat kematian menjadi tinggi akibat sistem transportasi yang buruk. Oleh karena itu sistem transportasi yang ada saat ini harus direncanakan sesuai dengan keadaan lingkungan yang semakin menurun kualitasnya. Sistem transportasi yang direncanakan merupakan sistem transportasi berkelanjutan yang tidak hanya memikirkan manfaat di masa sekarang, tetapi juga untuk masa depan. Dengan adanya penerapan sistem transportasi berkelanjutan yang baik di suatu kota akan menjadikan suatu lingkungan tersebut memiliki kualitas yang baik, sehingga masyarakat yang ada di sekitarnya dapat menikmati lingkungan dan tidak terganggu akan kesehatannya.

3. Aspek Sosial dan Budaya

Selain berpengaruh terhadap ekonomi dan lingkungan, transportasi juga berpengaruh terhadap sosial dan budaya yang ada d suatu daerah atau kota. Aspek sosial yang berhubungan dengan transportasi dapat dikaitkan dengan teknologi yang ada. Semakin berkembangnya suatu teknologi akan berpengaruh terhadap berkembangnya alat transportasi yang diproduksi. Semakin berkembang suatu alat transportasi akan menjadikan masyarakat tergantung pada alat transportasi tersebut karena semakin tinggi kualitas dan mahal alat trasnportasi maka menjadikan alat trasnportasi tersebut memiliki daya tarik tersensiri bagi masyarakat. Produksi mengenai alat transportasi pribadi lebih banyak jika dibandingkan dengan alat transportasi umum, hal ini disebabkan oleh permintaan masyarakat terhadap alat transportasi lebih tinggi. Tingginya permintaan masyarakat terhadap kendaraan pribadi tersebut dipengaruhi faktor sosial yang mana masyarakat yang merasa mampu memiliki kendaraan pribadi akan membeli kendaraan pribadi tersebut untuk kepentingan diri sendiri amupun untuk kegiatan mereka sehari-harinya. Jika dilihat dari faktor budaya, adanya transportasi juga berpengaruh terhadap budaya masyarakat. Contoh transportasi yang berpengaruh terhadap budaya masyarakat adalah mudik yang sudah merupakan tradisi masyarakat terutama yang beragama islam. Masyarakat yang beragama islam melakukan tradisi mudik menjelang hari raya idul fitri, kegiatan mudik ini membutuhkan alat transportasi sehingga masyarakat dapat melakukan kegiatan tersebut. Jika tidak terdapat alat transportasi mungkin tradisi mudik yang ada di Indonesia setiap tahunnya tersebut tidak akan berjalan dengan lancar bahkan tidak akan terjadi. Oleh karena itu alat transportasi sangat berperan penting dalam kehidupan masyarakat untuk dapat melakukan kegiatan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

3.3 Sistem Transportasi di Negara Maju

Sistem transportasi yang ada di Negara maju telah menerapkan sistem transportasi berkelanjutan. Hal itu dapat dilihat dari adanya sistem transportasi yang dikelola oleh badan pengelola, seperti di New York, Amerika Serikat yang berwenang dalam mengurus sistem pelayanan transportasi si kota tersebut,yaitu NICTA (New York City Transit Authority), NICTA merupakan bagian dari Metropolitan Transportation Authority. Adanya badan yang mengelola sistem transportasi di New York tersebut akan menjadikan sistem pelayanan trasnportasi menjadi lebih baik karena sistem pelayanan tersebut didasarkan pada sistem transportasi yang lebih mementingkan kenyamanan publik. sistem pelayanan transportasi di New York, Amerika Serikat menyediakan sarana transportasi yang memberikan pelayanan maksimal kepada publik seperti kereta commuter. Adanya kereta commuter tersebut akan memudahkan masyarakat khususnya di New York untuk melakukan perjalanan ke tempat tujuan. Kereta commuter tersebut memberikan kenyamanan tersendiri bagi para penumpangnya, sehingga hal itu akan menjadikan seseorang lebih memilih kereta commuter daripada kendaraan pribadi yang mana mereka harus menghabiskan banyak waktu dan bahan bakar dalam perjalanan. Selain kereta commuter, Amerika Serikat juga memiliki bus perkotaan yang juga dikelola oleh New York City Transit Authority (NYCTA). Adanya bus perkotaan di Amerka Serikat akan memberikan kemudahan bag masyarakat yang melakukan perjalan lebih dekat seperti ke kantor, sekolah atau ke pasar. Hal ini dilakukan oleh masyarakat Amerika untuk perjalanan yang jaraknya lebih dekat daripada menggunakan kereta commuter yang digunakan untuk perjalan yang lebih jauh.

Selain Amerika Serikat,negara maju seperti Belanda juga memiliki istem transprotasi yang berkelanjutan. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya badan pengelola sistem transportasi antara lan Londn Rail, London Underground, dan Surface Transport. London Rail merupakan badan yang bertanggung jawab bertanggung jawab dalam memberikan layanan rail nasional di London. Layanan rail nasional berfungsi untuk sistem pelayanan khususnya kereta api di permukaan tanah (London Overground) dan trem. London underground merupakan badan yang bertanggung jawab dalam menjalankan kereta api bawah tanah. Kereta api bawah tanah tersbut biasa disebut sebagai tube. Adanya kereta bawah ini selain dapat mengatasi keterbatasan lahan yang ada di Kota London juga untuk meminimalisasi terjadinya kebisingan atau polusi suara yang diakibatkan oleh kereta tersebut. Selain itu, adanya kereta bawah tanah juga dapat mencegah terjadinya kemacetan di jalan raya untuk jalur alat transportasi umum lain seperti bus, dan transportasi pribadi seperti mobil. Dengan adanya kereta bawah tanah tersebut akan menjadi suatu kota lebih ramah lingkungan karena kereta bawah tanah memiliki sistem transportasi tersendiri yang dikelola oleh badan yang bertanggung jawab mengelola dengan sistem pelayanan trasnportasi yang baik. Surface transport merupakan transportasi yang ada di permukaan tanah, sistem trasnportasi ini memiliki dua macam transportasi antara lain London Underground (Tube) dan bus publik. Bus publik yang ada di Kota London tersebut dikelola oleh London Bus. Adanya keda macam alat transportasi di permukaan tanah tersebut merupakan sistem transportasi Kota London yang memberikan kenyamanan tersendiri bagi para penumpangnya. Pemerintah Kota London memberikan sistem pelayanan trasnportasi yang berorientasi pada publik atau masyarakat agar masyarakat di Kota London lebih memilih untuk menggunakan alat transportasi umum dari pada alat transportasi pribadi.

Negara maju telah menerapkan sistem trasnportasi berkelanjutan untuk melayani masyarakatnya. Pelayanan trasnportasi yang diberikan oleh negara maju tersebut meerupakan sistem transportasi yang memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat. adanya sistem transportasi yang berorientasi kepada pelayanan masyarakat tersebut akan menjadikan suatu kota di negara maju itu menjadi kota yang ramah lingkungan karena adanya sistem trasnportasi yang baik. Suatu kota yang memiliki lingkungan yang bersih, indah, dan nyaman merupakan cermin dari negara yang bersih dan ramah lingkungan. Hal ini akan menjadikan masyarakat yang tinggal di kota tersebut nyaman dan bangga memiliki kota yang merupakan bagian dari negara yang ramah terhadap lingkungan karena adanya transportasi berkelanjutan.

Gambar Tube London

Sumber: umum.kompasiana.com

3.4 Penerapan Sistem Transportasi Berkelanjutan di Indonesia

Meningkatnya jumlah penduduk yang terjadi di Indonesia merupakan suatu hal yang dapat menimbulkan bertambahnya permasalahan yang ada di Indonesia. Transportasi merupakan bagian dari berjalannya pembangunan yang ada di Indonesia. Semakin berkembang suatu pembangunan kota di Indonesia berarti memiliki sistem transportasi yang semakin kompleks. Semakin kompleksnya sistem transportasi yang ada maka akan menjadi permasalahan di kota tersebut terutama dalam bidang transportasi itu sendiri. Menurut Nasution (2004), Indonesia memiliki sistem transportasi yang kompleks. Permasalahan transportasi yang ada merupakan permasalahan yang tidak hanya timbul dari sistem transportasi itu sendiri, tetapi juga timbul dari luar sistem. Permasalahan transportasi yang terjadi di Indonesia antara lain:

1. Kurangnya keterpaduan antarmoda dan intermoda

Moda transportasi merupakan bagian dari sistem transportasi yang harus diperhatikan dengan baik. Adanya moda transportasi yang digunakan dalam suatu kota di Indonesia mengikuti perkembangan pembangunan dan infrastruktur yang ada di kota di Indonesia, misalnya Jakarta dan Surabaya. Jakarta adalah ibukota Indonesia yang merupakan sebuah kota metropolitan dan memiliki berbagai infrastruktur pembangunan yang lengkap dibanding kota lain di Indonesia. Berkembangnya kota Jakarta ini dapat dilihat dari majunya perekonomian yang ada di Kota Jakarta. Dengan majunya perekonomian di Jakarta maka menjadikan Kota Jakarta tersebut memiliki kebutuhan transportasi yang meningkat. Kebutuhan transportasi itu adalah alat atau moda transportasi yang digunakan oleh masyarakat Jakarta untuk dapat melakukan kegiatan. saat ini alat transportasi di Jakarta tersebut masih kurang dapat melayani kebutuhan masyarakat. Hal ini dapat dilihat darialat transportasi umum maupun pribadi yang tidak seimbang. Saat ini penggunaan kendaraan pribadi lebih banyak dibandingkan dengan kendaraan umum. Banyaknya pengguna kendaraan pribadi ini merupakan permasalahan transportasi yang sulit untuk diatasi karena tidak hanya pada satu orang atau sekelompok orang saja, tetapi juga hampir masyarakat yang ada di Jakarta. Tidak hanya di Jakarta, hampir seluruh masyarakat Indonesia memiliki sifat seperti hal di atas.

Kurangnya keterpaduan alat transportasi di Indonesia khususnya di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya dapat menjadi bukti bahwa sistem transportasi di Indonesia masih belum dilaksanakan dengan maksimal. Kurangnya keterpaduan alat transportasi di Indonesia dapat dilihat dari adanya angkutan umum yang belum melayani masyarakat di suatu daerah secara menyeluruh. Maksud dari pelayanan secara menyeluruh ini adalah masih terdapatnya masyarakat di suatu daerah yang sulit menjangkau adanya alat transportasi umum untuk dapat melakukan kegiatan. Terbatasnya akses untuk mendapatkan alat transportasi umum merupakan kendala bagi masyarakat khususnya yang sehari-harinya memiliki pekerjaan untuk melakukan rutinitas. Contoh dari terbatasnya akses tersebut adalah untuk mendapatkan bus perkotaan seseorang masih harus menempuh perjalanan yang cukup jauh. Selain dari terbatasnya akses untuk mendapatkan alat transportasi, kurangnya keterpaduan alat transportasi juga dapat dilihat dari adanya alat transportasi umum yang tidak sesuai dengan daerah pelayanannya, misalnya adanya bus kota yang berada pada jalur yang bukan pada pelayanannya karena masih terdapatnya angkutan umum yang melayani daerah tersebut.

2. Rendahnya kinerja transportasi

Rendahnya kinerja transportasi merupakan permasalahan yang timbul dari dalam sistem transportasi itu sendiri. Kinerja transportasi terutama di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya seharunya dapat menjadi contoh bagi kota lain yang ada di Indonesia. Kinerja sistem transportasi ini kurang maksimal karena kurangnya badan khusus yang mengelola setiap sistem transportasi yang ada. Seperti yang telah diterapkan di Amerika dan Belanda bahwa negara tersebut memiliki badan tersendiri untuk mengelola sistem transportasi di negara tersebut. Pengelolaan sistem transportasi di negara maju itu memiliki sistem pengelolaan yang baik, yang mana sistem pengelolaannya lebih diorientasikan pada sistem pelayanannya. Sistem pelayanan transportasi di Indonesia masih kuran maksimal karena orientasi utama sistem transportasi adalah bukan untuk public, tetapi lebih berorientasi bagaimana sistem transportasi tersebut mendapatkan lebih banyak keuntungan dari publik. Selain orientasi pada keuntungan, sistem transportasi di Indonesia juga dapat dilihat dari masalah waktu kerja sistem transportasi yang kadang kurang diperhatikan. Sistem transportasi yang beroperasi pada jam-jam tidak sesuai atau di luar jam tertentu dapat mengakibatkan terjadinya kemacetan. Hal ini dapat dilihat dari misalnya adanya transportasi pribadi yang melintas di jalan raya pada pada waktu jam-jam kerja, sehingga hal ini akan mengakibatkan kemacetan yang dapat menghabiskan banyak waktu di jalan. Ketidaktepatan penggunaan kendaraan pribadi pada jam kerja ini seharusnya merupakan kebiasaan masyarakat Indonesia terutama masyarakat kota yang mana mereka lebih mengedepankan kepentingan diri mereka. selain itu, pemerintah kota juga kurang tegas dalam mengatasi meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi.

Adanya penggunaan kendaraan pribadi yang setiap harinya semakin meningkat disebabkan oleh rendahnya kinerja transportasi umum. Kurang maksimalnya pelayanan publik yang diberikan oleh ransportasi umum akan menjadikan faktor utama untuk masyarakat dan akan lebih memilih kendaraan pribadi. Pelayanan yang kurang maksimal ini dapat dilihat dari adanya sopir bus yang ugal-ugalan dalam mengendarai bus, sehingga menjadikan penumpang panik dan khawatir terhadap bus yang mereka tumpangi. Masyarakat di luar itu pun menjadi berpikir bahwa daripada menanggung resiko yang berat lebih baik menggunakan transportasi pribadi yang lebih nyaman meskipun pemborosan energi. Penggunaan pribadi ini seperti penggunaan mobil pribadi dan sepeda motor. Penggunaan mobil pribadi dinilai masih kurang efektif karena dalam satu mobil hanya terdapat satu atau dua orang saja yang menggunakan. Berbeda dengan bus kota misalnya, pada jamjam tertentu bus kota penuh sesak dengan penumpang yang ada bahkan sampai melebihi kapasitas bus yang ada. Hal ini merupakan penyebab kurangnya kinerja transportasi umum di kota di Indonesia. Jumlah ransportasi umum masih kurang dengan kebutuhan masyarakat yang ada, terutama bus kota yang beroperasi di dalam kota. Seseorang yang tidak memiliki kendaraan pribadi harus rela untuk mengantri dan bahkan berdesak-desakan untuk memperoleh bus kota tersebut.

Kinerja sistem transportasi yang kurang maksimal dari pemerintah juga dapat dilihat dari kurangnya pengawasan baik terhadap transportasi umum maupun transportasi pribadi. Kurangnya pengawasan terhadap transportasi tersebut dapat dilihat dari banyaknya kejadian kecelakaan baik yang terjadi di jalan raya, rel, laut, maupun jalur udara. Kejadian kecelakaan tersebut dapat disebabkan oleh pengemudi yang kurang berhati-hati dalam menjalankan tugasnya maupun kurangnya pengawasan terhadap kondisi kendaraan yang dikendarai. Adanya kecelakaan tersebut dapat terjadi juga disebabkan oleh maraknya oknum polisi yang memberikan Suran Ijin Mengemudi kepada masyarakat tanpa melalui tes. Lemahnya hukum terhadap transportasi di Indonesia juga menjadi kendala terhadap kinerja sistem transportasi di Indonesia, seperti kurangnya badan yang mengatur transportasi baik yang melalui jalur darat, laut, maupun udara. Peraturan yang ada sering hanya menjadi formalitas negara saja, bahkan sulit untuk menerapkan kepada masyarakat karena lemahnya kinerja dari pemerintah. Lemahnya kinerja sistem transportasi tersebut dapat dilihat dari adanya pemberian subsidi BBM yang malah mengakibatkan timbulnya ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar tersebut, karena semakin murah harga bahan bakar akan semakin banyak jumlah kendaraan yang melintas di jalan raya.

3. Tingginya biaya perawatan dan perbaikan sarana transportasi

Indonesia merupakan negara berkembang yang belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya secara menyeluruh. Pembangunan yang ada di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya menjadikan sistem transportasi di kedua kota tersebut semakin kompleks. Semakin berkembangnya transportasi, semakin berkembang pula sarana transportasi yang ada. Pembangunan sarana transportasi di kota di Indonesia masih kurang maskimal. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya biaya negara untuk perawatan dan perbaikan sarana transportasi. Sarana transportasi yang ada saat ini kurang diperhatikan karena masih terdapat kebutuhan kota di Indonesia yang lebih diprioritaskan, seperti memperbaiki sistem perekonomian Indonesia untuk dapat mengurangi hutang Indonesia pada negara lain. Adanya kebutuhan di Indonesia tersebut juga penting, namun seharusnya terdapat keseimbangan antara kebutuhan infrastruktur lain yang ada di Indonesia dan tidak melihat pada satu sektor saja. Banyaknya hal yang harus ditanggung oleh Indonesia menjadi kendala dalam perawatan dan perbaikan sarana trasnportasi, padahal biaya untuk perawatan dan perbaikan sarana transportasi membutuhkan biaya yang tinggi, sehingga negara Indonesia masih dirasa kurang mampu terhadap biaya perbaikan dan perawatan tersebut.

Perbaikan sarana transportasi di Indonesia seperti pembangunan jalan baru pada daerah yang masih memiliki jalan yang tidak layak untuk dilalui, atau terdapat jalan yang rusak sehingga harus diperbaiki agar tidak mengganggu para pengguna jalan. Adanya jalan yang rusak tersebut akan mengganggu kativitas masyarakat yang melintas, karena perjalanan yang ditempuh menjadi berkurang akibat jalan yang rusak, bahkan dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Tingginya perawatan transportasi umum juga menjadi kendala negara Indonesia untuk membiayai perawatan sarana trasnportasi yang ada, contohnya adalah kurang diperhatikannya trotoar untuk pedestrian yang ada di suatu kota sehingga membuat para pejalan kaki kurang nyaman terhadap sarana tersebut. Trotoar merupakan sarana transportasi yang sangat penting karena saat ini sistem transportasi yang ada belum memaksimalkan pelayanan untuk publik. saat ini trotoar yang ada semakin sedikit dan bahkan rusak akibat sering dilaluinya trotoar tersebut oleh pengendara, terutama untuk pengendara motor yang tergesa-gesa untuk menerobos kemacetan. Hal ini telah membudaya dalam masyarakat Indonesia, bahkan hal itu dianggap biasa oleh masyarakat kita dan juga pemerintah. Seharusnya antara pengawasan dan pembiayaan terhadap sarana transportasi lebih diperhatikan untuk kenyamanan publik. publik merupakan prioritas utama yang harus diperhatikan dengan pelayanan yang diberikan secara maksimal yang dapat dilakukan pada perawatan dan perbaikan sarana trasnportasi secara maksimal. Selain trotoar, perbaikan an perawatan terhadap alat transportasi pun juga masih belum diperhatikan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari adanya transportasi umum seperti bus kota yang sudah tidak layak untuk ditumpangi bahkan transportasi umum tersebut dipaksakan untuk melayani publik padahal melihat kondisinya yang sudah tidak layak. Hal ini akan mengurangi kenyamanan publik terhadap transportasi umum dan menjadikan masyarakat beralih menggunakan kendaraan pribadi.

4. Cepatnya pertumbuhan kota dan kota-kota yang ada di sekitarnya

Cepatnya pertumbuhan kota yang ada di Indonesia berpengaruh terhadap sistem transportasi yang ada. Dengan berkembangnya suatu kota akan menjadikan sistem trasnportasi semakin kompleks baik sistem trasnportasi itu sendiri maupun pada sarana transportasinya. Semakin berkembang sistem perekonomian di suatu kota Indonesia akan mengakibatkan berkembangnya transportasi yang ada. contoh yang terjadi misalnya di Jakarta dan Surabaya, adanya kawasan industri yang didirikan di kedua kota tersebut akan menarik transportasi lebih banyak untuk dapat mengakses bahan baku dan juga untuk produksi dan distribusi. Adanya permukiman, perkanotra, dan sarana perdagangan juga akan menarik masyarakat untuk menuju ke tempat kegiatan tersebut. Hal ini akan mengakibatkan banyaknya jumlah kendaraan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Perkembangan transportasi kota di Indonesia disesuaikan dengan pertumbuhan kota dan kota yang ada di sekitarnya. Sebagai contoh Kota Surabaya, memiliki jalur untuk menghubungkan kota Surabaya dengan kota yang ada di sekitarnya, yaitu jalur pantura. Dengan adanya jalur pentura ini akan memudahkan masyarakat untuk mencapai tujuan di kota lain di luar Surabaya karena kota yang ada tersebut juga memiliki kemajuan dalam hal pembangunan sehingga menjadi ketertarikan tersendiri bagi masyarakat. Cepatnya pertumbuhan kota terkadang malah menjadi kendala untuk sistem transportasi yang ada. Jika sistem pelayanan transportasi dari pemerintah Indonesia tidak dilaksanakan dengan baik, maka dampaknya sistem transportasi yang ada menjadi semrawut. Kesemrawutan transportasi ini akan berdampak pada kegiatan masyarakat itu sendiri, misalnya karena adanya pusat kegiatan baru di suatu kota di Indonesia akan mengakibatkan terjadinya kemacetan sehingga masyarakat yang memiliki kepentingan mendesak harus mengorbankan waktunya untuk dapat melalui jalur macet tersebut.

Adanya teknologi yang semakin canggih dapat menjadikan alat transportasi juga berkembang dengan cepat. Hal ini dapat dilihat dari produksi kendaraan pribadi yang lebih banyak diprioritaskan dari pada kendaraan umum ynag seharusnya lebih dimaksimalkan untuk pelayanan masyarakat. Semakin berkembang sistem perekonomian di suatu kota merupakan cermin dari meningkatnya kesejahteraan ekonomi pada masyarakat tersebut. seperti yang terjadi di Jakarta dan Surabaya, seseorang yang memiliki tingkat ekonomi lebih tinggi atau berada di atas rata-rata akan menjadikan seseorang tersebut memiliki gaya konsumtif yang tinggi, sehingga dampaknya pada kepemilikan kendaraan pribadi yang meningkat. Harga kendaraan pribadi yang berupa mobil dan sepeda motor pun saat ini semakin mudah untuk mendapatkannya karena banyak cara seperti sistem perreditan yang ditawarkan oleh perusahaan motor tersebut. Akibat dari adanya sistem ekonomi itu akan menjadikan suatu kota memiliki tingkat motorisasi yang tingi dan dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan juga pada masyarakat itu sendiri.

5. Pencemaran lingkungan hidup

Sistem transportasi memiliki peran dan manfaat yang sangat penting bagi masyarakat. Peran dan manfaat transportasi tersebut seperti memudahkan pergerakan masyarakat untuk menuju ke tempat tujuan, di sisi lain transportasi yang ada dapat menimbulkan dampak negatif terutama pada lingkungan. Dampak negatif ini timbul karena adanya energy yang dikeluarkan sari alat transportasi, sehingga menimbulkan polusi udara yang dapat menurunkan kualitas lingkungan. Transportasi merupakan penyumbang utama yang paling besar untuk tingkat polusi udara, karena alat transportasi yang ada saat ini semakin berkembang dan jumlahnya yang banyak. Alat transportasi yang menjadi masalah ini adalah transportasi yang berada di jalur darat. Adanya transportasi pada jalur darat ini disebabkan oleh kegiatan masyarakat yang mayoritas melakukan kegiatan sehari-harinya berada di daratan. Dengan banyaknya alat transportasi yang melintas di jalan akan menimbulkan dampak negatif yang besar pada lingkungan yang berupa pencemaran udara. Pencemaran udara ini tidak hanya akan menurunkan kualitas lingkungan, tetapi juga akan mengganggu kesehatan masyarakat yang berada di sekitarnya. Terganggunya kesehatan masyarakat ini akan mengakibatkan kejahteraan masyarakat menurun sehingga kualitas produktifitas mereka juga akan menurun.

Pencemaran udara yang terjadi di kota di Indonesia saat ini semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas di jalan. Jumlah kendaraan yang paling banyak melintas di jalan adalah kendaraan pribadi, sehingga kendaraan pribadi menjadi penyumbang alat transportasi pencemar lingkungan terbesar. Kendaraan pribadi tersebut berupa mobil dan sepeda motor, hal ini terjadi karena masyarakat merasa kurang nyaman terhadap transportasi umum seperti angkot dan bus kota sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Alat transportasi yang mencemari lingkungan seharusnya dapat diatasi dengan membangun ruang terbuka hijau sebagai penyeimbang degradasi lingkungan yang terjadi. Ruang terbuka hijau juga bermanfaat untuk para pejalan kaki yang seharusnya lebih diprioritaskan dari pada pengendara kendaraan. Berbeda dengan negara maju yang memiliki sistem transportasi yang berorientasi pada publik, Indonesia kurang berorientasi terhadap hal itu. Jika kota yang ada di Indonesia direncanakan sebagai kota dengan sistem transportasi yang berorientasi pada publik maka pencemaran terhadap lingkungan oleh transportasi akan menjadi berkurang.

Gambar Polusi Udara

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/PolusiUdara

6. Terbatasnya kapasitas sarana dan prasarana transportasi

Sarana dan prasarana transportasi memiliki kapasitas yang dapat menampung dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Sarana transportasi yang ada di kota di Indonesia saat ini memiliki keterbatasan dalam hal kapasitas, contohnya di Jakarta keberadaan angkutan umum masih sedikit. Adanya jumlah transportasi umum yang sedikit tidak sebanding dengan adanya jumlah penduduk yang semakin meningkat. Hal ini mengakibatkan masyarakat yang menggunakan transportasi umum melebihi kapasitas yang ada. Terbatasnya kapasitas transportasi umum untuk publik ini akan memberikan rasa ketidaknyamanan terhadap penggunaan transportasi umum tersebut. adanya ketidaknyamanan yang dirasakan oleh publik terhadap transportasi umum menjadikan mereka akan lebih memilih untuk menggunakan transportasi pribadi. Ketidaknyamanan tersebut dapat dilihat dari adanya angkutan umum yang mengangkut sejumlah orang yang melebihi kapasitasnya, sehingga pengangkutan tersebut akan menjadikan rasa tidak nyaman bagi para penumpangnya.

Selain terbatasnya kapasitas sarana, prasana transportasi di Indonesia juga mengalami keterbatasan kapasitas. Hal ini dapat dilihat dari adanya jalan saat ini sudah tidak mampu menampung banyaknya jumlah kendaraan yang melintas. Banyaknya kendaraan yang melebihi kapasitas jalan ini akan mengakibatkan terjadinya kemacetan. Kemacetan merupakan permasalahan yang harus diatasi dengan baik agar lalu lintas dapat berjalan dengan lancar. Adanya kemacetan yang terjadi di Jakarta sudah dianggap sebagai hal yang biasa, bahkan jika tidak terjadi kemacetan bukan merupakan Kota Jakarta. Adanya pelebaran jalan yang dilakukan juga akan menambah masalah baru bagi para pengguna jalan, terutama bagi pedestrian yang seharusnya leih diutamakan dibandingkan dengan pengguna kendaraan. Terbatasnya kapasitas untuk pedestrian juga merupakan masalah yang harus diatasi agar sistem transportasi di Indonesia merupakan sistem yang berorientasi kepada publik. Saat ini trooar yang ada semakin sempit dengan adanya pelebaran jalan, padahal trotoar sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pedestrian. Trotoar yang ada saat ini bahkan dijadikan sebagai alternatif jalur bagi para pengguna sepeda motor untuk dapat menerobos arus lalu lintas. Tidak hanya pengguna sepeda motor, para pengguna mobil juga tidak jarang yang melakukan hal tersebut, bahkan trotoar ada yang digunakan sebagai tempat parkir mobil dan sepeda motor.

Gambar Kemacetan

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kemacetan

7. Perbedaan kepentingan pihak-pihak yang terlibat dalam penentuan priorotas menangani masalah transportasi

Pemerintah dan swasta sering memiliki sudut pandang yang berbeda dalam hal transportasi. Sistem transportasi yang ada saat ini digunakan oleh para investor atau swasta untuk mencari keuntungan. Meningkatnya produksi mobil dan sepeda motor yang ditawarkan akan menarik minat bagi masyarakat, padahal di sisi lain pemerintah telah memberikan keterbatasan dalam hal penggunaan kendaraan pribadi. Seperti yang telah diterapkan di Jakarta, setiap hari Minggu terdapat suatu kawasan bebas kendaraan bermotor yang melintas untukmengurangi emisi atau polusi udara yang semakin meningkat di Jakarta.

3.5 Strategi Pengembangan Sistem Transportasi Berkelanjutan di Indonesia untuk Menuju Kota Berwawasan Lingkungan

Permasalahan transportasi yang kompleks di Indonesia mengakibatkan dampak yang negatif yang tidak hanya terjadi pada masyarakat, tetapi juga pada lingkungan dan aspek lainnya seperti ekonomi, sosial, dan budaya. Permasalahan transportasi di Indonesia dapat diatasi dengan menerapkan sistem transportasi berkelanjutan. Sistem transportasi berkelanjutan merupakan solusi yang tepat karena sistem ini tidak hanya memikirkan untuk manfaat sekarang, tetapi juga untuk manfaat masa depan sehingga dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang. Banyaknya jumlah penduduk memang merupakan faktor utama penyebab terjadinya permasalahan transportasi. Meningkatnya jumlah penduduk yang sejalan dengan meningkatnya kebutuhan penduduk sulit untuk dikendalikan karena menyangkut dengan individu dari masyarakat itu sendiri, sehingga untuk mengatasi permasalahan transportasi di Indonesia adalah dengan cara memperbaiki sistem transportasi yang ada. Pengembangan sistem transportasi berkelanjutan di kota yang ada di Indonesia dapat dilakukan sebagia berikut:

1. Peningkatan kualitas angkutan umum

Kurangnya kualitas angkutan umum terhadap publik menjadikan masyarakat memiliki rasa yang tidak nyaman terhadap angkutan umum tersebut. hal ini kaan mengakibatkan masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi untuk melakukan perjalannya. Padahal dengan adanya kualitas angkutan umum yang baik akan menarik seseorang untuk menggunakan angkutan umum tersebut. Angkutan umum saat ini merupakan prioritas utama dalam sistem transportasi berkelanjutan, karena dengan memperhatikan kualitas angkutan umum berarti memeprhatikan kepentingan publik. Peningkatan kualitas angkutan umum tersebut dapat dilakukan dengan cara antara lain:

· Peningkatan kualitas pelayanan

Sistem pelayanan merupakan faktor utama dalam menentukan bagaimana kualitas dari angkutan umum. Dengan adanya kualitas pelayanan yang baik merupakan cermin dari kualitas angkutan umum yang baik. Peningkatan kualitas pelayanan tersebut dapat dilakukan dengan cara misalnya mengutamakan penumpang yang umurnya lebih tua, penumpang perempuan, dan penumpang yang cacat. Saat ini di Indonesia masih belum terdapat sistem pelayanan yang menyediakan fasilitas khusus untuk penyandang cacat seperti yang diterapkan di luar negeri. Sistem pelayanan lain yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas angkutan umum adalah dengan cara memberikan rasa aman dan nyaman untuk para penumpang. Cara tersebut seperti sopir tidak bersikap egois untuk dapat mendahului angkutan umum yang lain sehingga tidak terjadi kebut-kebutan yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Peningkatan kualitas angkutan umum juga dapat diberikan oleh pemerintah, yaitu dengan cara menyediakan prasarana transportasi untuk publik dengan memprioritaskan publik sebagai sasaran utama.

· Busway

Jakarta yang merupakan ibukota Indonesia telah menerapkan sistem angkutan umum untuk kepentingan publik seperti di Amerika Serikat, yaitu busway. Busway saat ini masih dirasa kurang dalam sistem pelayanannya terutama untuk jalur busway. Jalur busway yang ada saat ini menjadi kontra di kalangan masyarakat, hal ini terjadi karena para pengguna kendaraan pribadi merasa jalur yang dilalui menjadi sempit sehingga mengakibatkan macet, padahal adanya jalur khusus busway ini tujuan utamanya adalan untuk kepentingan publik yang menggunakan jasa angkutan umum. Hal ini menjadi permasalahan antara pengguna kendaraan pribadi dengan pemerintah karena adanya perbedaan persepsi tentang busway. Busway yang ada saat ini lebih ditingkatkan kualitasnya terutama dalam hal pelayanan untuk kebutuhan publik agar masyarakat merasa lebih nyaman menggunakan angkutan umum sehingga dapat meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi.

Pembangunan jalur busway seharusnya disosialisasikan kepada masyarakat terlebih dahulu agar tidak terjadi kontrovesi antara pemerintah dengan masyarakat. Sosialisasi ini sangat penting bagi masyarakat agar masyarakat mengerti dan tahu pentingnya alat transportasi umum seperti busway karena selama ini busway dianggap menambah permasalahan transportasi dengan adanya pembangunan jalur baru khusus untuk busway. Sistem kebijakan untuk jalur busway juga tidak didasari dengan perkiraan dampak yang akan terjadi selanjutnya, seperti terjadinya kemacetan di sepanjang sebelah jalur busway karena kapasitas jalan yang ada semakin sedikit padahal jumlah kendaraan yang melintas semakin meningkat. Selain dengan sosialisasi, adanya pembangunan jalur busway juga merupakan cara yang efektif untuk menyadarkan para pengendara kendaraan pribadi karena sudah saatnya mereka sadar bahwa transportasi umum lebih penting dari pada kendaraan pribadi yang mereka gunakan. Prioritas terhadap pengguna angkutan umum akan diberikan oleh masyarakat secara luas terutama oleh pengguna kendaraan pribadi yang saat ini masih banyak yang memiliki keegoisan untuk menggunakan jalan. Adanya kesadaran masyarakat akan mendukung sistem transportasi berkelanjutan di kota di Indonesia karena masyarakat merupakan faktor yang paling utama dalam menentukan keberhasilan sistem transportasi yang ada di Indonesia.

Titik-titik untuk tempat yang menghubungkan alat transportasi lain dengan busway yang ada belum diperhitungkan sejak awal, sehingga hal ini mengakibatkan terjadinya kesemrawutan sistem transportasi yang ada. Titik-titik untuk tempat pergantian transportasi ini sangat penting karena keselamatan dan kenyamanan publik di sini merupakan suatu hal yang diprioritaskan terutama untuk sistem transportasi berkelanjutan. Jamiman kualitas layanan angkutan umum seperti busway bagi masyarakat yang menggunakannya harus dipelihara dengan baik agar masyarakat tetap dapat menikmati pelayanan dari sistem transportasi baru tersebut.

Adanya jalur busway juga lebih diperhatikan untuk menjamin bagaimana keselamatan pejalan kaki, sehingga keselamatan dan kenyamanan dapat dirasakan oleh para pejalan kaki. Peningkatan kualitas busway ini juga dibarengi dengan peningkatan angkutan umum lain. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesenjangan terutama antara sopir busway dan sopir angkutan umum. Jika terjadi kesenjangan di antara keduanya maka sistem transportasi tidak akan berjalan dengan karena akan terdapat mogok kerja para sopir angkutan umum atau sebaliknya karena merasa salah satu yang lebih diprioritaskan.

Penyelenggaraan angkutan umum dapat dibentuk melalui Badan Pengelola Transpjakarta Busway secara transparant yang dapat dilakukan dengan melibatkan partisipasi publik. Hal ini dilakukan agar masyarakat tahu mengenai proyek busway yang dilaksanakan dan tidak menimbulkan masalah di kalangan masyarakat. selain dibentuknya badan pengelola, peningkatan kualitas sistem pelayanan juga lebih ditekankan untuk mencapai tujuan secara maksimal.

Gambar: Jalur Bus Transjakarta (Busway)

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kemacetan

· Mengalihkan persepsi atau sudut pandang masyarakat terhadap angkutan pribadi

Persepsi seseorang mengenai kendaraan pribadi saat ini meurpakan suatu hal yang dapat menjadi kebanggan tersendiri bagi yang menggunakannya. Transportasi umum yang ada bahkan dianggap sebagai suatu hal yang kolot dan tidak modern jika menggunakannya. Padahal untuk menuju sistem transportasi berkelanjutan justru transportasi umum yang lebih diutamakan dari pada kendaraan pribadi. Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan cara sosialisasi mengenaai pentinganya transportasi umum bagi penggunanya, karena kendaraan pribadi identik dengan orang-orang yang memiliki tingkat perkeonomian yang lebih tinggi. Sosialisasi ini dapat dilakukan dengan cara mengubah persepsi mereka bahwa dengan banyaknya jumlah kendaraan yang melintas di jalan akan menyumbang emisi atau pousi terbesar di kota di Indonesia, selain itu juga dapat mengakibatkan terjadinya kemacetan karena terbatasnya kapasitas jalan yang ada. Adanya dampak yang ditimbulkan oleh kendaraan pribadi tersebut sebenarnya akan merugikan bagi diri mereka sediri, tetapi yang ada saat ini mereka tidak peduli akan hal itu bahkan menganggap yang mengakibatkan terjadinya kemacetan adalah sistem pemerintah yang tidak baik seperti adanya pembangunan jalur busway baru. Padahal dengan adanya jalur khusus busway tersebut seharunya masyarakat pengguna kendaraan pribadi sadar bahwa angkutan umum memang lebih diutamakan untuk menjamin kenyamanan publik.

Selain sosialisai, penetapan pajak dapat dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mengatasi peningkatan kendaraan umum. Penetapan pajak di Indonesia masih dirasa kurang efekti karena pemikiran orang Indonesia yang rela membayar asal mereka tetap menggunakan kendaraan pribadi. Dengan berkurangnya kendaraan pribadi yang ada maka uang pergerakan publik juga semakin terbuka karena lalu lintas yang ada berjalan dapat berjalan dengan lancar.

· Peningkatan kualitas pedestrian

Pejalan kaki atau masyarakat yang tidak menggunakan kendaraan bermotor seharusnya mendapatkan perhatian yang lebih baik dari pemerintah maupun dari para pengguna kendaraan. Para pejalan kaki saat ini memiliki rasa tidak nyaman jika berjalan di sekitar jalan, bahkan mereka dianggap sebagai pengganggu pengendara kendaraan bermotor yang melintas karena jalan mereka yang menjadi terhambat. Bagaimana tidak, prasarana transportasi untuk pedestrian saat ini sangat sedikit dan terbatas sehingga diperlukan suatu perencanaan yang baik untuk mengatasi hal tersebut. cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas prasarana pedestrian, seperti peningkatan kualitas pada trotoar yang difungsikan untuk pejalan kaki. Peningkatan kualitas ini dapat dilakukan dengan cara menanam pohon di sepenjang trotoar agar lingkungan di sepanjang trotoar ini memiliki kualitas udara yang baik sebagai penyeimbang dari polusi yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor.

Apresiasi terhadap pedestrian atau pejalan kaki saat ini tidak diberikan dengan baik. Hak-hak yang seharusnya dapat dinikmati oleh para pejalan kaki untuk dapat memanfaatkan prasarana transportasi seperti trotoar dijadikan sebagai jalan alternative oleh pengguna kendaraan pribadi. Hal ini akan berdampak pada keselamatan para pejalan kaki, bahkan tidak jarang dapat menimbulkan kecelakaan. Pelanggaran oleh penerobosan para pengguna kendaraan bermotor pada trotoar ini diatasi dengan cara memberikan peraturan yang tegas oleh badan hukum yang berwenang agar pengguna kendaraan bermotor sadar bahwa jalan yang dilaluinya tidak sebaiknya digunakan sebagai alternatif jalan. Kesadaran pengguna kendaraan bermotor ini sangat penting karena sebenarnya keberadaan mereka lah yang mengakibatkan meningkatnya polusi udara dan degradasi kualitas lingkungan, sebaliknya para pejalan kaki yang tidak memberikan dampak negatif kepada lingkungan harus menerima dampaknya dari pengguna kendaraan bermotor. Selain adanya pelanggaran oleh para pengguna kendaraan bermotor, hak-hak pedestrian ternyata diambil oleh pemerintah itu sendiri, seperti pembangunan jalur busway yang seharusnya dapat mengatasi sistem transportasi yang semrawt malah menjadikan permasalahan baru khususnya bagi pedestrian karena prasarananya menjadi terbatas.

Adanya pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar dan badan jalan juga dapat mengganggu aktivitas pejalan kaki. Saat ini semakin banyak pedagang yang berjalan di sepanjang trotoar, untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan cara memberikan sanksi hukum yang tegas kepada para pedagang yang berjualan di ssepanjang badan jalan. Pemberian hukum yang tegas ini juga harus dibarengi oleh alternatif sebagai pengganti tempat penjualan mereka agar tidak mematikan perekonomian masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari carapenjualan mereka. Seringnya trotoar yang digunakan sebagai tempat parkir oleh pengguna kendaran bermotor juga dapat menghambat aktivitas para pejalan kaki, hal ini juga harus diatasi dengan baik agar hak untuk pedestrian tetap ada tanpa adanya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat lain. Selain pelanggaran, rusaknya trotoar juga dapat membahayakan keselamatan pejalan kaki, selain itu hal ini akan mengakibatkan pejalan kaki yang pada awalnya senang untuk berjalan kaki menjadi malas karena prsarana yang dilaluinya rusak. Pemberian kenyamanan dan keamanan badgi pedestrian merupakan hal yang sangat penting untuk dapat menciptakan sistem transportasi berkelanjutan. Sistem berkelanjutan merupakan upaya untuk mewujudkan kota yang ramah terhadap lingkungan. Adanya kota yang ramah terhadap lingkungan, seperti berkurangnya polusi yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor baik berupa polusi udara maupun polusi suara. Selain polusi, kenyamanan untuk publik jga diprioritaskan dalam menjalankan sistem transportasi berkelanjutan seperti hak-hak untuk penggna angkutan umum dan pedestrian yang lebih diutamakan. Dengan peningkatan kualitas pelayanan yang berpihak pada publik maka suatu kota akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi masyarakatnya karena kota tersebut merupakan kota yang berwawasan lingkungan.

Gambar Pedestrian

Sumber: umum.kompasiana.com

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Sistem transportasi berkelanjutan merupakan sistem transportasi yang berorientasi kepada publik dengan memperhatikan kepentingan masyarakat. Sistem transportasi berkelanjutan telah diterapkan di negara maju seperti Amerika dan Belanda yang mana sistem transportasinya yang berorientasi kepada publik. Hal ini dapat dilihat dari adanya sistem jalur angkutan umum seperti busway dan kereta commuter di Amerika yang sistem pelayanannya ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Adanya badan hukum yang mengatur sistem transportasi secara sinergi juga merupakan upaya pemerintah Amerika untuk mewujudakn kota yang berwawasan lingkungan. Belanda yang juga memiliki sistem transportasi berkelanjutan didukung dengan adanya tekonologi transportasi yang canggih, seperti adanya kereta bawah tanah yang biasa disebut dengan tube. Adanya transportasi yang modern ini juga didukung oleh badan pengelola yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Berbeda dengan Indonesia yang saat ini permasalah transportasi sangat kompleks. Permasalahan transportasi yang terjadi di Indonesia antara lain:

1. Kurangnya keterpaduan antarmoda dan intermodal

2. Rendahnya kinerja transportasi

3. Tingginya biaya perawatan dan perbaikan sarana transportasi

4. Cepatnya pertumbuhan kota dan kota-kota yang ada di sekitarnya

5. Pencemaran lingkungan hidup

6. Terbatasnya kapasitas sarana dan prasarana transportasi

7. Perbedaan kepentingan piha-pihak yang terlibat dalam penentuan priorotas menangani masalah transportasi

Permasalahan transportasi yang terjadi di kota di Indonesia tersebut dapat diatasi dengan cara menerapkan sistem transportasi yang berkelanjutan. Sistem transportasi berkelanjutan yang dapat diterapkan di Indonesia antara lain dengan Peningkatan kualitas angkutan umum. Peningkatan kualitas angkutan umum ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum, hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada publik untuk tetap menggunakan transportasi umum. Selain itu, peningkatan kualitas busway yang sudah dijalankan terutama di Kota Jakarta saat ini juga lebih ditingkatkan dengan cara meperhatikan penumpang antara penumpang perempuan, usia yang yang lebih muda, anak-anak dan juga penyandang cacat. Selain pada peningkatan kualitas pelayanan, dapat juga dengan memberikan titik-titik tempat perhubungan dengan angkutan umum lain agar keselamatan dan kenyamanan publik yang menggunkaan angkutan umum terjamin.

Sistem transportasi yang memaksimalkan kualitas angkutan umum dapat didukung dengan adanya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya angkutan umum saat ini yang dapat dilakukan dengan mengalihkan persepsi atau sudut pandang masyarakat terhadap angkutan pribadi. Hal ini dilakukan dengan cara pemberian sosialisasi kepada penggunan kendaraan pribadi, penetapan pajak, dan juga pembukaan jalur baru bagi angkutan umum akan menyadarkan pengendara kendaraan bermotor bahwa sudah saatnya angkutan umum lebih penting dari penggunaan kendaraan pribadi. Peningkatan kualitas pelayanan terhadap publik juga dapat dilakukan dengan cara meningkatan kualitas pedestrian yang berupa prasarana transportasi seperti trotoar dengan memebrikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi pejalan kaki. Pemberian sanksi hukum yang tegas bagi para pengendara yang melanggar dengan menerobos trotoar sebagai jalan alternatif, selain itu juga pada pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang badan jalan, perbaikan trotoar yang rusak agar tidak membahayakan pejalan kaki, dan juga perhatian pemerintah terhadap trotoar untuk ditanami pepohonan agar memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki serta tidak menjadikan trotoar yang beralih fungsi sebagai jalur baru bagi angkutan umum. Dengan berjalannya sistem trasnportasi berkelanjutan di Indonesia akan menciptakan kota di Indonesia yang ramah terhadap lingkungan.

4.2 Saran

Kegiatan transportasi yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan merupakan hal yang sangat penting untuk membangun Indonesia menuju negara yang berwawasan lingkungan dengan adanya kota yang ramah lingkungan. Oleh karena itu keselamatan dan kenyamanan publik harus diprioritaskan untuk menuju pembangunan yang berkelanjutan dengan adanya sistem transportasi berkelanjutan. Hal ini dilakukan karena jalan ataupun infrastruktur trasnportasi lain dibuat untuk dimanfaatkan oleh manusia dan bukan untuk kendaraan. Sehingga pemerintah seharusnya lebih memperhatikan kenyamanan masyarakat umum untuk mengatasi permasalahan yang ada di Indonesia. Semua kegiatan transportasi harus dilakukan secara efektif dan efisien baik dilakukan oleh pengguna kendaraan pribadi maupun umum, selain itu juga dengan memperhatikan bahan bakar yang digunakan agar lebih hemat dalam penggunaannya. Penghematan bahan bakar ini tidak hanya diperhatikan oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat untuk sadar bahwa sistem transportasi berkelanjutan saat ini sangat penting untuk mewujudkan kota yang berkelanjutan.oleh karena itu Kegiatan transportasi dalam konsep transportation berkelanjutan harus dapat menyeimbangkan semua aspek, yaitu ekonomi, sosial budaya, dan juga ekologi atau lingkungan. Selain itu, trasnportasi tidak hanya dapat dinikmati pada masa sekarang, tetapi juga untuk masa yang akan dating, sehingga perlu adanya kesadaran baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk memikirkan pentingnya transportasi dengan konsep yang ramah lingkungan sebagai wujud dari kota yang berwawasan lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

Nasution, M. Nur. 2004. Manajemen Transportasi. Jakarta: Ghalia Indonesia

Miro, Fidel. 2004. Perencanaan Transportasi. Jakarta: Erlangga

Aminah, Siti. Transportasi Publik dan Aksesibilitas Masayarakat Perkotaan. Jurnal Ilmu Politik Fisip

Anonimous, Sistem Transportasi Negara Maju. http://bahasa.kompasiana.com [5 November 2010]

Pramono, Agus. 2007. Sistem Transportasi Negara Berkembang.

http://eprints.undip.ac.id/16262/1/Agus_Pramono2.pdf [5 November 2010]